Pengganti Diriku

ca9133a7699997481c76438beb8053fe_image403thumbnail

Tak hentinya aku memohon dalam hati agar kali ini ia tak mengajakku. Rasanya belum hilang penat seharian kemarin wanita ini membawaku berkelana dari pagi hingga malam.
Bukan tak suka aku menemani tubuhnya. Lekukan kaki jenjang dan harum tubuhnya senantiasa merupakan hiburan di sela-sela kelelahanku menapaki jalan-jalan kering beraspal ataupun sisa-sisa air becek selepas hujan.

Biasanya ia memulai kepagian harinya dengan melangkah riang keluar dari pintu rumah kecil ini, melewati jalan setapak sempit di depan teras, melangkah menuju jalanan berpasir dan berkerikil lalu menyeberang ke arah jalan besar beraspal yang tak pernah sepi dengan nyaringnya klakson mobil dan motor.

Yang paling kubenci saat-saat ia membawaku melewati jalan ke arah angkutan umum. Jalanan yang tak bersih sama sekali. Di pojok jalan ada sebongkah tumpukan es bertutup terpal biru yang tentunya membuat jalanan sekitarnya becek, aku selalu melangkahi tempat itu dengan jijik.
Dan bila ia telah mendapat kursi yang nyaman di dalam angkot, aku pun bisa beristirahat sejenak tak perlu melangkah. Kantukku biasanya datang sampai ketika ia mulai membangunkanku untuk melangkah lagi.

Kali ini jalanan yang harus kulalui adalah jalan yang penuh gerobak pedagang makanan, angkot-angkot ngetem dan tukang ojek, membosankan.
Cukup jauh untuk sampai ke perhentian angkot selanjutnya yang harus kami naiki. Tapi biasanya tak lama, karena ia kemudian membawaku menyeberangi jalanan yang lebih ramai dan penuh, masuk ke dalam kompleks perkantoran dengan aspal yang selalu kering, dan kadang-kadang langkahnya lebih cepat karena ia lebih sering terlambat.

Tempat yang ia tuju adalah tempat yang paling kusukai karena tempat ini selalu tenang, dingin dan kering. Meski tak jarang ia membawaku berlari-lari ekcil naik turun tangga. Dan di tempat ini kami biasa berlama-lama hingga hari petang.
Tubuhku telah pulih kembali menemani langkahnya, namun ia tak hirau dengan keadaanku belakangan ini. Aku telah cukup tua menemaninya sejak lima tahun yang lalu.

Dan kemarin selepas magrib, ia membawaku ke tempat banyak teman-temanku yang lain. Ia memilih satu yang tak henti dicobanya kesana kemari lalu membayar dan membawanya pulang.

Pagi ini ia menyentuhku sedikit dengan perasaan sayang, lalu beralih ke kotak biru yang di dalamnya ada sepasang sepatu hitam berhak rendah. Aku sedikit iri ketika melihat ia mengenakannya. Namun mungkin sudah waktunya bagiku untuk beristirahat.
Karena baginya saat ini aku hanyalah sepasang sepatu coklat tua.

Aku mendiami kotak biru itu pada akhirnya.
Dan memejamkan mata.

Untuk sepatu coklatku, I love u so much

Comments (12)

Ilmu Pelet versi 2.0

Penggemar musik dangdut atau nggak pasti kenal dengan lagu “Bang Toyyib” yang udah 3 kali puasa dan lebaran gak pulang-pulang. Lagu ini ada balasannya tapi aku judulnya lupa yang versi dangdut. Kalau yang versi pop itu kalo gak salah ada lagu Wali yang liriknya mencantumkan tentang bang Toyyib juga. Ini baru satu contoh lagu yang berbalas.

Ternyata bukan cuma lagu atau pantun aja lho yang bisa bales-balesan. Tapi postingan juga bisa koq. :D

Pagi ini di group Dblogger, si Mang Jazi ngeshare postingannya tentang Ilmu Pelet *terdengar suara lolongan anjing dan desir angin yang begitu kencang* teng teneeeeeng.

Aku berasal dari kota Medan, yang merupakan main city-nya pulau Sumatera. Meskipun letak kota Medan ini jauh dari ibukota Jakarta, tetapi karena aku tinggal di kota maka aku tak pernah menjumpai hal-hal berbau mistik semacam ilmu pelet dan perdukunan lainnya meskipun bagi orang-orang yang hidup di Jakarta, orang Medan itu adalah orang daerah.

Herannya, saat aku pindah ke Jakarta dan tinggal di lingkungan Betawi malah aku menemukan masyarakatnya sangat mempercayai perdukunan. Padahal mereka tinggal di ibukota, sebuah peradaban yang seharusnya modern dan jauh dari kesan mistik.

Sejak dulu di dalam keluargaku tidak pernah diajarkan untuk mempercayai hal-hal yang takhyul (tah iya tah betul). Meskipun sebenarnya kami sering mendengar kisah perdukunan dari orang-orang di lingkungan luar yang biasanya merupakan pendatang dari kota-kota kecil di luar kota Medan. Selalunya kami mengaitkan sebuah kejadian dilihat dari ilmu kesehatan.

Pada suatu hari, seorang teman kampusku  mengatakan bahwa ia ingin pergi ke dukun pelet di sebuah daerah di luar kota Medan. Pacarnya yang kebetulan saat itu sedang tinggal di Aceh menurutnya sudah mulai menunjukkan gejala ingin menelantarkan dirinya, entah karena ada perempuan lain atau pengaruh dari keluarganya. Pada masa itu fanatisme kesukuan memang terlihat dari beberapa keluarga Aceh yang tidak mau menerima menantu yang bukan berasal dari suku Aceh meskipun orang itu beragama Islam.

Mulanya aku menolak ajakan itu, kataku itu sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Mencoba mengubah pikiran dan perasaan seseorang itu bukanlah kuasa manusia. Tetapi temanku ini berkeras karena ia tak punya jalan lain dan ia hanya mempercayakan niatnya ini padaku. Okelah, demi menemaninya ke rumah sang dukun pelet ini aku pun bersedia berangkat.

Ketika sampai di rumah sang dukun yang ternyata seorang perempuan, kami disambut oleh seorang ibu berusia 40-an yang dipanggil Bibi oleh temanku ini. Tapi aku kaget karena si Bibi bukannya menyambut temanku yang merupakan tamu utamanya, beliau malah menghampiriku dan mengajak aku duduk di sebelahnya. Ia memegang tanganku sambil menatap mataku. Mulanya aku takut, karena sebagai dukun pelet jangan-jangan si Bibi ini sedang melakukan penetrasi ilmu pelet ke dalam tubuhku. Tapi ternyata, si Bibi dengan lembut berkata “Dek, adanya laki-laki yang kau sakiti baru-baru ini?”. Aku tersentak, karena memang aku baru saja memutuskan paksa seorang pacar dan langsung jadian dengan laki-laki lainnya.

Dengan wajah bersemu merah, aku mengatakan bahwa aku memang baru saja memutuskan seorang laki-laki dan ia sepertinya marah dan tak memaafkanku. Si Bibi lalu berkata bahwa sang mantan ini berusaha “mendukuni” aku tapi tidak berhasil. Hanya saja terlihat di aura tubuhku bahwa aku sedang dicoba oleh seseorang. Aku hanya mengangguk-angguk saja tapi dalam hati aku tak percaya.

Lalu temanku melanjutkan rencana kedatangannya utk mempelet sang pacar. Pada saat itu, si Bibi menatap kami dengan tajam, ia berpesan bahwa jika temanku berniat untuk melakukan pelet ini harus benar-benar percaya dengan ritual ini. Artinya ia tidak boleh menganggap ini sebagai sebuah perbuatan iseng. Temanku pun mengangguk. Lalu si Bibi memberikan beberapa syarat yang harus kami bawa lagi. Selama perjalanan pulang, aku dan temanku tak berhenti cekakak cekikik dengan apa yang kami lakukan. Ia sebenarnya juga berasal dari keluarga modern yang tak percaya hal gaib semacam pelet, tapi katanya ia penasaran sebab sudah tak tau bagaimana mengambil hati pacarnya kembali dan ia mendengar bahwa si Bibi dukun ini telah berhasil mengembalikan banyak suami yang berselingkuh ke pangkuan istri mereka masing-masing. Berarti reputasi si Bibi sebagai dukun pelet yang baik itu sudah teruji.

Akhirnya apa, temanku tak berhasil mendapatkan kembali cinta pacarnya. Menurutnya mungkin karena jarak yang jauh di luar pulau maka ilmu pelet si Bibi tak bisa menjangkau sang pacar. Tapi menurutku sih bukan karena itu.

Karena pengalaman ini, makin tak percayalah aku dengan ilmu perdukunan dan perpeletan. Apalagi aku pernah mengikuti sebuah dialog tentang hipnotisme. Memang banyak sekali kejadian kriminal yang berawal dari hipnotis. Dan aku pun pernah menyaksikan sendiri bagaimana seseorang dipengaruhi orang lain secara tidak sadar. Syukurnya alhamdulillah aku tak ikut terpengaruh padahal saat itu di dalam satu ruangan semua orang sudah berada dalam pengaruhnya.

Menurut Bibi yang pernah ‘menerawang’ku, aku tak mempan dipelet karena: 1. aku orang yang sangat aktif, tak pernah bengong atau berdiam diri dan tak pernah membiarkan pikiran kosong, 2. aku memiliki tingkat keimanan yang cukup untuk menolak ilmu gaib terutama yang negatif. Yah walaupun tampangku berandalan kaya gini insya Allah aku memang selalu beriman kepada Allah SWT. Memang, sebagai muslim harusnya percaya pada hal gaib tetapi sampai batas manakah kegaiban itu kita percaya? Hal gaib seperti adanya jin dan malaikat tentu aku percaya. Tetapi hal gaib tentang perdukunan dan ilmu pelet itu memang sebenarnya bisa terjadi pada seorang individu bergantung kepada seberapa kuatkah dia menghadapinya.

Hipnotisme terjadi berawal dari banyak hal, misalnya tidak siapnya seseorang saat ia keluar dari rumah. Tidak siap dalam perencanaan perjalanan, tidak siap dalam berpenampilan dan bersikap (contoh pakaian terbuka dan memakai perhiasan berlebihan) dan tidak siap pula dengan kewaspadaan selama perjalanan. Demikian pula dengan Pelet, akan terjadi bila seorang individu tidak siap menghadapi pengaruh dari orang lain di luar kesadarannya, membiarkan diri menerima pengaruh dari orang lain dan kurangnya tingkat keimanan.

Dengan pengalaman hampir menjadi korban pelet tiga kali, aku menjadi sadar bahwa selain tingkat keimanan, kewaspadaan diri juga harus terus ditingkatkan. Insya Allah segala macam jenis ilmu perdukunan yang negatif tidak akan mempengaruhi kita. Tapi gak tau deh kalau untuk ilmu pelet versi 2.0 apakah kecanggihannya lebih besar mudah-mudahan tetap aku bisa menghandlenya.

Habis nulis ini keknya harus siap-siap memasang tameng supaya gak dipelet sama Mang Jazi :p

Comments (12)

[#BloggerKartinian]: Menang itu Sudah Biasa, Bersedia Kalah itu yang Luar Biasa

Hari ini pengumuman pemenang kontes #BloggerKartinian lho.

Ada yang deg-degan apa nggak? Jangan-jangan semua pada biasa aja ya gak nungguin gitu. Merajoklah aku kalo gitu :D

Okelah nanti daripada kena pentung bos karel dan bos fayyas ada baiknya kita mengumumkan hasil kontes Blogger Kartinian dengan tema Kartini Masa Kini. Penilaian hasil pemenang ini adalah berdasarkan sor-sor saya sendiri kesesuaian dengan tema yang diangkat, dan foto yang menarik. Tidak ada unsur pemaksaan atau pun ancaman.

Inilah pemenang kontes #BloggerKartinian versi Julie:

1. Pemenang utama yang mendapatkan 1 tshirt eksklusif Kartini dari Blogdetik adalah @zizydmk:

 http://tehsusu.com/2012/04/22/kartini-ma…

2. Pemenang 2 mendapatkan 1 parfum Embrace by Oriflame adalah @Fatheeya:

 http://daratangse.blogdetik.com/2012/04/…

3. Pemenang 3 mendapatkan 1 voucher Bluebird senilai Rp. 50.000 dari @SocNetID adalah @bowosoedadi:

 http://bowosoedadi.blogdetik.com/?p=454

4. Pemenang 4 mendapatkan 1 voucher pulsa senilai Rp. 50.000 adalah @id3pp:

 http://depz.blogdetik.com/2012/04/23/kar…

5. Pemenang 5 masing-masing mendapatkan 1 voucher pulsa senilai Rp. 20.000 dari @GratisPulsa adalah

@utamiutar :   http://utamiutar.com/?p=988

@bangaswi :  http://sosok.kompasiana.com/2012/04/24/t…

6. Pemenang hadiah hiburan adalah:

@dianabochiel  mendapatkan 1 buku GerhanaCoklat Julie :   http://dianazone.blogspot.com/2012/04/ha…

@NeMargane  mendapatkan 1 buku Pada Suatu Ketika Julie :  http://sendangjiwa.wordpress.com/2012/05…

@ebibitititeliti mendapatkan 1 souvenir dari Melon Indonesia:  http://bibitititeliti.blogspot.com/2012/…

Terima kasih ya untuk semua yang sudah berpartisipasi dalam perhelatan (tsaaah) kontes #BloggerKartinian di blog aku. Mohon maaf apabila ada kekurangan di sana sini. Bagi yang belum beruntung yuuk doakan saja nanti akan ada kontes lagi di bulan Juli dengan hadiah yang lebih oye.

Terima kasih juga buat para sponsor yang sudah ikut mensupport acara ini @SocNetID, @GratisPulsa, Melon Indonesia dan khususnya Blogdetik.

Untuk para pemenang mohon mengirimkan alamat dan nomor telefon ke email  julia_hardy at yahoo.com.

See you on the next event. :*

Comments (30)

Kontrasepsi dan Perempuan

Membicarakan perempuan memang tak ada habisnya. Jangankan lelaki, aku sebagai perempuan saja rasanya ingin selalu bicara tentang perempuan. Kesukaannya, keinginannya, cita-citanya, segala hal tentang perempuan begitu menarik untuk dibahas.

Apalagi tentang hal yang satu ini. Kontrasepsi.

Mungkin hampir semua orang kenal dan tau apa itu alat kontrasepsi.

Secara umum, alat kontrasepsi adalah alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan dan beberapa dari alat kontrasepsi juga ditujukan untuk mencegah penularan penyakit akibat hubungan seksual.

Ada banyak sekali alat kontrasepsi baik yang digunakan untuk perempuan maupun untuk laki-laki. Sejauh ini alat kontrasepsi yang pernah aku gunakan hanyalah pil KB dan pasanganku menggunakan kondom. Tapi pekerjaan dan profesi menuntut aku untuk tau jenis dan macam alat kontrasepsi serta cara penggunaannya. Jadi tak heran kalau sampai hari ini pun meski aku tak bekerja lagi di industri farmasi, teman-teman di kantor yang sekarang masih selalu bertanya tentang alat kontrasepsi yang mereka gunakan.

Dominasi alat kontrasepsi adalah yang digunakan pada perempuan seperti pil KB, suntikan progestin, kondom wanita, vaginal ring, IUD spiral, transdermal patch, susuk progestin sampai dengan tubektomi. Semua alat kontrasepsi ini memiliki kelemahan dan kelebihannya. Namun menurutku yang paling mudah dan gampang digunakan adalah pil kB meskipun pil ini membutuhkan ketepatan waktu yang nyaris sempurna.

Tapi meskipun demikian pil KB, suntikan, IUD spiral, susuk progestin dan lainnya  mengandung hormon yang tentu saja akan mempengaruhi jiwa dan raga sang perempuan. Kenapa jiwa dan raga? Kenapa bukan raga saja? Sebab, selain memiliki efek samping seperti sakit kepala, mual dan muntah, timbulnya jerawat dan flek hitam (tergantung reaksi masing-masing individu), hormon yang terdapat pada alat kontrasepsi yang merupakan kombinasi dari hormon estrogen dan progestin dapat mempengaruhi mood juga. Tidak jarang pengguna pil kb misalnya mengalami penurunan libido.

Temanku, mengeluhkan keadaannya sejak memilih pil kb sebagai alat kontrasepsi. Katanya wajahnya jadi berjerawat, perasaan mual di malam hari yang sangat terasa dan ia jadi tak bernafsu untuk melayani suami. Belum lagi kadang ia merasa sakit kepala. Untuk pil kb memang ada beberapa merk yang dapat mengatasi keluhan jerawat dan flek hitam tapi untuk mengurangi mual dan muntah itu sepertinya agak sulit. Ia mencoba untuk menggunakan IUD spiral karena efektifitas dan tingkat keamanan cukup tinggi tapi lagi-lagi ia merasa takut dengan membayangkan ada sebuah benda ditanamkan ke dalam rahimnya. Sejujurnya aku sendiri pun tak berani menggunakan spiral dengan bayangan yang sama seperti dirinya.

Lalu saat aku berikan macam-macam pilihan alat kontrasepsi, ternyata semua memiliki resiko-resiko yang menurutnya mengerikan, seperti kondom perempuan atau vaginal ring yang dari cara pakainya saja sepertinya agak menyeramkan menurut kami berdua, sementara untuk suntikan, susuk dan transdermal patch juga akan mengalami reaksi yang sama dengan pil kb. Aku bertanya, kenapa mereka tidak menggunakan kondom saja. Maksudnya kondom pria. Satu-satunya alat kontrasepsi yang digunakan pada pria selain vasektomi. Ia menggeleng lemah dengan wajah sedih. katanya, sang suami tak ingin memakai kondom karena mengurangi kualitas kenikmatan hubungan mereka.

Sepertinya aku pun tak tertarik lagi untuk ikut campur bila sudah sampai pada kesimpulan itu, sebab bila ingin mencegah kehamilan dan menjaga jarak lahir dalam keluarga tentunya dibutuhkan saling pengertian di antara pasangan suami istri. Kalau hanya istri saja yang berkorban, udah tak cocok lagi lah itu kurasa :D

Comments (20)

Kau pun bisa menjadi Kartini, adikku

cfaacfccf2db3ea462a174c7195bd4b4_215428_10150273281919202_612504201_9191682_5428575_nIka, Zurich 24 April 2011

Dear adikku,

Apa kabarmu di seberang sana? Sungguh, aku begitu rindu  sejak terakhir pertemuan kita saat ayah pergi tiga tahun yang lalu. Bagaimana perasaanmu saat itu yang sangat hancur karena kepergian ayah begitu dalam kau pendam. Kau berusaha tegar di depanku, kakakmu yang memang lebih ekspresif darimu. Kau memelukku saat aku menangis tak henti merasakan kehilangan ayah kita. Kau katakan, “jangan sedih kakak, masih ada aku di sini”.

Adikku sayang, meski hidup ini begitu berat dan penuh kegagalan tentu kita tak boleh menyerah. Kita harus terus berusaha dan berdoa, itu pesan kedua almarhum ibu dan ayah kita. Aku tau betapa berat masalah yang kau hadapi di sana, hidup seorang diri di negeri yang jauh dari rumah kita. Kau pasti bisa. Kau selalu terlihat kuat di mataku.

Kadang-kadang kau berkata bahwa dibandingkan aku dan kakak-kakak kita yang lain kau seperti tak berarti di mata ayah dan ibu kita, apalagi di mata orang lain. Dan aku selalu menyangkal itu. Kau sungguh berharga, kau selalu tegar pada setiap masalah apapun, tak pernah cengeng dan mengadu. Kau selalu mampu meredakan masalahmu tanpa merepotkan orang-orang di sekitarmu.

Bagiku kau adalah sosok seorang Kartini, dewasa dalam bersikap dan bertingkah laku, mandiri dan tak pernah mengeluh.

Dedicated to my lovely sister Ika.

Postingan ini diikutsertakan pada kontes #BloggerKartinian di blog marthauli.

Comments

[#BloggerKartinian]: Sahabat perempuan, kemana cinta terus berjalan

Aku ingin bercerita tentang sahabat-sahabatku, mereka selalu lekat di hati meski jauh dan lama tak berjumpa namun selalu ingat. Adapula yang kukenal dari dunia maya yang tadinya hanya bertegur lewat chatting ym yang meningkat dengan saling sms dan akhirnya berjumpa. Inilah sahabat-sahabatku:

6ea1f05ca5f54a0f5adb0a17e199330d_223433_1084296541008_1034205306_30218889_1708765_naku dan poppy, berastagi 1999

Namanya poppy, aku kenal dia pertama kali waktu pendaftaran mahasiswa baru di kampus farmasi USU. Dia saat itu bersama nelly yang juga satu angkatan dan jurusan dengan kami, saat pertama kali saling menatap kami berdua saling melemparkan senyum dan saat itu juga aku merasakan keakraban. Poppy adalah anak pertama dari 3 bersaudara, ia tinggal bersama mamanya yang seorang single parent dan seorang tukang jahit. Bayangkan betapa berat bebannya sebagai anak pertama. Kuliah sungguh-sungguh dan juga bekerja sambilan di sela kesibukan kami belajar. Saat itu aku ikut-ikutan kerja sambilan di praktek dokter bersama poppy. Poppy mengajariku banyak hal, harus berani, harus rajin belajar dan harus rajin sholat. Di balik bebannya sebagai kakak tertua yang harus memberi contoh pada adik-adiknya ia sangat ceria. Saat ini Poppy telah menjadi salah seorang guru besar di kampus tempat kami belajar dulu.

bd934550186c2e74f57f5a99bedc0615_319524_180279635378150_100001883452350_388911_6544969_nsuasana praktikum di laboratorium farmakognosi, tetep bisa narsis bersama poppy dan kawan-kawan lainnya

c1b97dae93389d4e712d20550df2774c_9632_1212446946774_1096776832_30672385_3266142_ntegar, aku dan erlyn

Sahabatku ini Erlyn namanya. She is the best ever friend in this whole world. Kenapa aku sebegitu lebaynya menyebut erlyn sebagai the best ever friend in the world? Walaupun aku kenal erlyn pertama kali tahun 2006 di sebuah retail farmasi terkenal namun ia adalah sahabat yang paling tulus yang pernah kukenal di dunia nyata. Saat susah kami saling membantu dan saat senang pun kami berbagi. Pengalaman tak terlupa bersama erlyn adalah saat tahun 2008 saat aku tak punya pekerjaan dengan seorang anak berusia 1 tahun dan erlyn juga belum gajian. Kami melewatinya dengan baik sekali. Saat ini erlyn telah menikah dan tinggal di Bekasi namun she will always here in my heart.

721c3440ae1b8bfc9acd5161e2646e6d_cimg1684Idana and Julie

Idana adalah sahabat perempuan pertamaku di dunia maya. Kami berkenalan sejak tahun 2008 tanpa saling berjumpa. Ia seorang gadis Bali yang lemah lembut dan ternyata sangat cantik dan mungil aslinya. Kami baru bertemu pada awal tahun 2011 saat aku merayakan tahun baru di Bali bersama kakak-kakakku. Yang paling kuingat dari Idana saat ia mengirimiku hadiah pertama kali dan aku bilang “Duh makasih ya dek atas hadiahnya aku harus balas dengan apa?” dan Idana menjawab “Balas dengan persahabatanmu saja kak”, dan itu sangat menyentuh hati. Saat ini Idana tengah mengandung calon anak pertamanya. Semoga sehat selalu ya dek, i love you so much.

c32a8b4cce2b951dd37f289c1efa2512_423498_2740431622333_1003707043_32225092_203138200_nJulie dan anny, Cafe Pisa, persiapan ultah dblogger ke-3

picture by Fikrie

Anny, adalah sahabat dari dunia mayaku juga yang menjadi sahabat di dunia nyata. Anny seperti role model buatku. Dengan status kami yang sama sebagai seorang ibu dengan satu anak yang harus membagi waktu antara bekerja untuk menghidupi keluarga dan menjadi orang tua tunggal yang bertanggung jawab terhadap pendidikan dan perkembangan anak, maka aku merasa seperti menemukan sosok yang tepat untuk selalu menjadi teladanku. Selain sangat ramah dan selalu terbuka menampung setiap masalah, anny yang usianya lebih muda 2 bulan dari aku nyatanya lebih dewasa dan lebih bijaksana dalam bersikap. Ia selalu tegas dalam mendidik anak dan juga selalu berpikir positif. Banyak sekali pelajaran yang aku dapat dari dirinya, menjadi perempuan dan ibu yang baik. Thanks a lot sister, you are not just a best friend for me but also a teacher for my life ;D.

Comments (10)

Ibu: Praktisi Kesehatan Super Ciptaan Tuhan

Semua orang tau bahwa setiap manusia dilahirkan dari rahim seorang Ibu, kecuali manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan.

Lalu pernahkah kita berpikir bagaimana tubuh kita terbentuk dengan begitu sempurna? Apakah hanya sekedar menerima kenyataan bahwa kita manusia adalah ciptaan Tuhan saja?

Tubuh manusia terbentuk dari berbagai macam unsur dan sel-sel kecil yang bersenyawa dan berkoordinasi secara sempurna sehingga manusia menjadi makhluk hidup yang mampu bernafas, bergerak bahkan memiliki nurani. Apakah unsur-unsur dalam tubuh kita tercipta begitu saja saat kita lahir?

Nyatanya, seorang manusia telah dibentuk sejak mula-mula sekali dari hari pertama terjadinya pembuahan sel telur dengan sperma yang berasal dari orang tuanya. Bagaimana ia lalu menjadi zigot, janin dan jabang bayi yang akhirnya keluar dari rahim ibunya adalah sebuah proses yang sepenuhnya menjadi campur tangan sang ibu dan Sang Pencipta.

Coba bandingkan bayi yang lahir dari rahim seorang ibu yang tak peduli dengan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya saat mengandung dan menyusui dengan seorang bayi yang lahir dari rahim ibu yang dengan penuh kasih sayang selalu menjaga kesehatannya dengan makanan bernutrisi. Banyak sekali bayi yang lahir cacat fisik maupun mental akibat kurangnya asupan gizi dari ibunya saat hamil. Kesadaran seorang ibu untuk terus mencukupi nutrisinya saat mengandung masih sangat rendah di negara ini belum lagi yang berperilaku hidup tak sehat seperti merokok dan tidak menjaga kebersihan.

Lalu setelah anak lahir, apakah seorang ibu juga berhenti memperhatikan kesehatan diri dan anaknya? Tidak cukup sampai di situ, sebab sebagai seorang ibu, tugasnya adalah terus memperhatikan perkembangan anak baik melalui asupan makanan dan kebersihan serta kesehatan mereka. Anak yang cukup gizi, terawat kebersihan dan kesehatannya  akan menjadi generasi muda yang sehat secara fisik dan menjadi aset bangsa dan negara.

Ibu adalah praktisi kesehatan super ciptaan Tuhan sebab di tangan merekalah terlahir generasi bangsa yang sehat dan berkualitas.

5ed866dc2af4f33398d658c3c9fe938e_9afb8866d97d9b992b7ef693e28a493d_banner4-1-300x251

tulisan ini ditulis untuk mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Liza Fathiariani dan disponsori oleh Blogdetik , Kamoe Publishing Forum Lingkar Pena Aceh , Piyoh Design , Rise Up Coffeehouse, Kedai Bandar Buku, falyadesign.com | Your Design Partner”

Comments (3)

[#BloggerKartinian]: Kartini Masa Kini

52b3bb2224c285b25f44221b4138d4e4_banner3-copy


Dear bloggers,

Udah tau kan kalau hari ini adalah hari lahirnya ibu RA Kartini seorang pejuang perempuan yang punya ide brilian untuk kemajuan perempuan Indonesia. Hari ini sudah ditetapkan sebagai hari besar Nasional yang diperingati setiap tahunnya untuk mengenang jasa-jasa beliau.

Nah, terus kenapa?

Jadi ceritanya nih aku pengen bikin kontes Kartinian di blog nih, kontesnya sih ringan-ringan aja gak sampe harus belajar mati-matian kaya Ujian Nasional kemaren. Coba dibaca ya ketentuannya:

1. Punya blog pribadi boleh yang gratisan ataupun modal sendiri baik yang di blogdetik, wp, blogspot atau mana aja deh bebas.

2. Memposting foto bertema Kartini Masa Kini di blog masing-masing dengan deskripsi, terserah mau di dalamnya ada Kartini beneran, atau foto emak atau foto nenek atau siapapun yang penting foto adalah dokumentasi pribadi.

3. URL postingan dilink pada kolom komen di bawah.

4. Kontes ini berlaku dari tanggal 21 April - 5 Mei 2012

5. Pengumuman pemenang pada tanggal 7 Mei 2012

6. Kontes ini merupakan bagian dari Program #BloggerKartinian yang diadakan oleh Blogdetik.

Hadiah-hadiah:

1. Hadiah utama adalah1 kaos eksklusif dari Blogdetik dengan edisi Kartini yang hanya dicetak 21 saja.

2. Hadiah 2: 1 buah parfum Embrace by Oriflame senilai Rp. 279,000

3. Hadiah 3: 1 voucher Blue Bird senilai Rp. 50,000 dari @SocNetID

4. Hadiah 4: 1 voucher pulsa Rp. 50,000

5. Hadiah 5: 2 voucher pulsa @Rp.20.000 dari @GratisPulsa

6. Hadiah hiburan: 1 buah buku Gerhana Coklat tulisan Julie dan 1 buah novel Pada Suatu Ketika tulisan Julie serta 1 goodiebag dari Melon Indonesia

Ditunggu postingan lombanya yaaa kawan-kawan. Terima kasih buat semua sponsor yang mendukung kontes ini.

Note: Pemilik blog sebagai penyelenggara kontes tidak bertanggung jawab terhadap foto yang dipublish pada masing-masing postingan peserta kontes.

Comments (134)

Jaga Sikapmu, Kartini

Siapa tak kenal sosok perempuan bernama Raden Ajeng Kartini yang mula-mula aku lihat fotonya di poster kertas berbingkai kayu untir-untiran dengan kaca bening. Poster ini tergantung pas di sebelah kanan dinding belakang ruang kelasku saat Sekolah Dasar.

Ternyata RA Kartini adalah seorang pahlawan wanita. Dulu pun saat SD, aku yang sering bermain ke ruang kepala sekolah tak jarang memainkan lagu “Ibu Kita Kartini” dengan angklung. Ibuku yang mengajari untuk selalu senang menghapal lagu-lagu nasional dan daerah juga harus bisa memainkan dengan alat-alat musik sederhana. Lagu Ibu Kita Kartini terbilang mudah sekali dimainkan nadanya.

Bagaimana sih ceritanya si ibu kita Kartini ini koq bisa jadi salah satu pahlawan wanita? Padahal pahlawan wanita jaman perang dulu itu bisa dihitung jumlahnya di antara banyak pahlawan lelaki. Misalnya saja yang kuingat adalah Cut Nyak Dien, Martha Christina Tiahahu, dan mereka berdua ini turut aktif dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Apakah ibu kita Kartini juga ikut-ikutan dalam perang kemerdekaan makanya beliau dipanggil pahlawan?

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati  Jepara. (sumber: wikipedia).

Perjuangan Kartini memang bukanlah perjuangan semacam bambu runcing ke medan perang, ia lebih berpikir dan bercita-cita mengubah nasib dan kondisi perempuan-perempuan pribumi saat itu yang tidak boleh bersekolah seperti layaknya laki-laki. Budaya Jawa saat itu juga banyak sekali merugikan kaum perempuan tak hanya dalam bidang pendidikan.

Pada tanggal 2 Mei 1964 presiden Soekarno menetapkan Kartini menjadi salah satu pahlawan Nasional karena perjuangan dan cita-cita luhurnya yang ingin memajukan perempuan Indonesia. Sejak itu hari lahir Kartini pun diperingati sebagai salah satu hari besar Nasional. Perjuangan Kartini ini dikenal dengan Emansipasi Wanita dimana perempuan atau wanita Indonesia menuntut persamaan hak mereka untuk disetarakan dengan laki-laki baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan dan hal-hal lainnya.

Banyak sekali kontroversi tentang diangkatnya Kartini sebagai pejuang perempuan dan pelopor emansipasi wanita ini dengan tudingan bahwa Indonesia hanya terlalu fokus pada pulau Jawa saja pada masa itu sehingga daerah-daerah di luar itu terabaikan padahal sudah banyak pejuang perempuan lain yang sudah mendahului Kartini dan apalagi Kartini hanya berjuang dari surat-suratnya saja.

Apapun itu dan siapapun itu yang terlebih dahulu berjuang untuk emansipasi wanita, sebenarnya perjuangan emansipasi seperti apa sih yang kita inginkan? Benarkah emansipasi wanita yang dituangkan Kartini dalam surat-suratnya sudah benar-benar seperti yang ia cita-citakan? Apakah perempuan jaman sekarang ini masih merasa lebih rendah derajatnya dari kaum lelaki?

Jika Kartini bisa bicara saat ini mungkin beliau sendiri sedih dengan pengertian emansipasi yang makin disalahgunakan. Perempuan ingin disamaratakan kedudukannya dalam segala hal. Bahkan lebih sedihnya lagi aku baru saja membaca sebuah opini tentang emansipasi wanita dimana si wanita merasa masih dibedakan dengan pria dalam hal poligami, warisan dan hak asuh anak.

Kedua masalah poligami dan warisan itu sudah tercantum dalam kitab suci agama Islam ketentuannya. Lagipula aneh sekali seorang perempuan merasa tidak adil jika lelaki bisa poligami dan ia tidak bisa poliandri? Sebuah pemikiran yang tak sejalan lagi dengan cita-cita Kartini sendiri.

Sebenarnya perempuan dan lelaki itu memiliki kedudukan dan derajat yang sama di mata Tuhan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mengapa kita sibuk terus mencari-cari kesetaraan bila kita sendiri pun tidak berusaha bersikap untuk setara?

Yang membuat seorang perempuan terlihat lemah, tidak kompeten dan tidak berharga adalah pandangan dari perempuan dan laki-laki itu sendiri. Banyaknya kasus pelecehan, kriminalitas dan diskriminasi terhadap kaum perempuan baik di instansi pendidikan, rumah tangga maupun pekerjaan adalah akibat dari sikap dan perilaku perempuan itu sendiri.

Bagaimana tidak dilecehkan bila sikap dan cara berpakaian kita terlihat murahan. Bagaimana bisa dianggap kompeten bila kita sendiri merasa rendah diri dan tidak menampilkan sikap seorang yang pantas untuk sebuah profesi atau pekerjaan. Semua kembali kepada sikap seorang perempuan. Sebab jika kita berpikir kita adalah makhluk yang lemah, yang tidak kompeten dan berada di bawah lelaki maka pikiran itu akan mewujud dalam sikap dan tingkah laku kita.

Jika ingin mewujudkan cita-cita Kartini, jagalah sikapmu wahai perempuan.

Comments (21)

Menjadi Blogger yang Sukses

Ini judulnya agak sedikit lebay barangkali. Soalnya sumpah deh aku paling gak bisa banget bikin judul. Tapi seperti postinganku sebelum ini tentang bagaimana kita menulis, aku memang seringnya memulai sebuah tulisan dengan judul berdasarkan tema yang aku pilih. Setelah judul selesai mudah-mudahan isi postingan ini cucok dengan judul dan tema yang memang aku maksudkan. Amiin. Oke baiklah sodara-sodara mari membaca tulisan saya ini yang ditulis dengan sukacita dan sukarela.

Eit, ntar dulu, isi postingan ini nggak sama sekali membahas gimana caranya mendapatkan uang dari kontes-kontes ngeblog atau job review lho. Beneran. Jadi kalau niatnya mau tau tips itu mending berhenti aja bacanya dari sekarang daripada nyesel :D.

Sebenarnya tulisan ini dilahirkan sebab kunjunganku pada sebuah undangan dari Indosat untuk menghadiri acara di Nutz Culture pada 12 April minggu lalu. Acara dengan judul Drive n Jive Career Coach yang merupakan live broadcastnya Hard Rock fm, acara ini menghadirkan Rene Suhardono. Moderatornya Bayu Oktora dan Ranggi.

Own your Career Be A Portable Professional. Itu temanya. Tema ini mulanya agak membingungkanku sebab ada Portable Professional di dalamnya. Apakah yang dimaksud Rene profesi semacam dokter, pengacara dan apoteker itu termasuk dalam portable professional? Secara portable itu kan layaknya sebuah flash disc yang bisa dicopot pasang dimana saja, dan memberikan manfaat yang sama.

Ternyata yang dimaksud Rene dengan portable professional di sini adalah bahwa kita memiliki karir atau profesi yang menjadi ciri khas kita. Kemana pun kita pergi portable professional ini akan terus mengikuti nama kita. Contohnya seorang penyanyi, dengan profesi penyanyi yang dia miliki maka dimanapun ia akan dibayar dan dihargai sesuai skill bernyanyi yang ia miliki. Kalau suara yang menjadi asetnya memang berkualitas maka kemana pun ia akan terus dikenal dengan karir dan profesi penyanyinya itu. Bandingkan dengan karyawan dari sebuah perusahaan, ketika kita melamar sebuah posisi di suatu perusahaan contohnya aku gitu sekarang, dengan posisi seorang tukang jualan kaya gini, aku digaji oleh perusahaan tempat aku mencari nafkah, pada suatu hari nanti ketika misalnya perusahaan ini tutup (jangan donk :D) maka aku keluar dari perusahaan itu apakah akan tetap dengan profesi yang sama jika bekerja di perusahaan lain? Belum tentu kan? Malah kebanyakan dari kita mencari pekerjaan berdasarkan kebutuhan dari perusahaan. Kalau dia butuh tukang pel ya terpaksa ngelamar jadi tukang pel. Selalu mengadaptasikan diri kita untuk sesuai dengan keinginan perusahaan.

Nah di sinilah advis Rene untuk pendengar hardrockfm yang muda-muda dan masih punya kesempatan untuk membangun portable professional mereka. Bukan berarti yang udah tua gak bisa juga sih. Tetap bisa. Jadi, jalanilah suatu pekerjaan itu berdasarkan passion kita, buat apa kan kita kerja dengan titel yang wah dan gaji oke tapi sebenarnya kita sama sekali tidak klop dengan profesi tersebut.

Lalu bagaimana juga dengan profesi seperti dokter dan apoteker tadi? Apakah sudah masuk dalam portable professional? Sebenarnya sih aku pengen nanya kemaren ke Rene tapi keburu malem jadi aku pulang. Tapi berdasarkan penjelasan Rene atas beberapa pertanyaan dari teman-teman di sana, profesi apapun itu selama kita masih bergantung pada sebuah perusahaan yang membayar gaji kita belumlah bisa dimasukkan dalam portable profesional.

Sukses adalah proses bukanlah hasil akhir. Kalau saat ini kita bukanlah seorang GM dari sebuah perusahaan besar dengan gaji besar bukan berarti kita nggak sukses lho. Malah seorang blogger lebih bisa dikatakan sukses dari profesi GM tadi. Mengapa? Sebab seorang blogger tidak mewakili perusahaan apapun hanya dirinya sendiri, apakah ia menghasilkan uang banyak atau sedikit selama ia enjoy dan menikmati profesinya itu tentu ia akan menjadi portable dimana pun. Itu menurut aku sih, kalau mau protes juga boleh :D.

Jadi, siapa nih yang masih menganggap blogger adalah profesi yang sia-sia? :D

Comments (2)

« Previous entries