Archive for November, 2008

Perempuan Lain (End of Winter)

Friday, November 28th, 2008

Berdetak-detak. Ketukan langkah menaiki anak tangga. Aku tau siapa yang datang. Derit pintu kaca, Indra menuju meja, meletakkan tas dan menyapaku,

“Ver, pagi banget. Hari ini gw kalah”, kalimat pertama pagi ini karena belum satu orangpun yang hadir di ruangan kantor.
“Tumben Ndra, macet ya?” sahutku cepat.
“Ya…ga terlalu, tadi agak telat bangunnya.” sahutnya sambil tersenyum.

Sudah 3 bulan ini Indra berusaha menjalin komunikasi dan melakukan pendekatan padaku. Sikap dan raut wajahnya saat bicara denganku begitu jelas menunjukkan bahwa dia tertarik dan ingin mengenalku. Tapi entah kenapa sejak hubugan terakhirku dengan Aldi, rasanya aku begitu malas memulai sebuah kisah sampai akhirnya bertemu Surya.

“Ver, gimana betah gak di sini?Kamu ga jadi resign kan?”, seruan Indra membuyarkan lamunanku tentang Surya. Dan saat ini dia telah ada di belakang kursiku.
“Ya..sebenarnya lumayan betah Ndra. Tapi kadang2 capek juga ya kalo lagi ada event”, jawabku.
“Itu belon seberapa Ver, pokoqnya kalo lo ada problem apa ngomong ke gw aja ntar gw bantuin deh. Janji”, Indra mengulurkan jari kelingkingnya dan aku menyambut dengan menautkan jari kelingkingku.

Kenapa aku harus terpaku pada Surya? Indra yang cukup tampan, jadi kelihatan tak bersinar di mataku. Aku bertekad untuk segera mengakhiri kisah cinta dengan Surya dan barangkali akan lebih baik bila sementara aku mencoba dekat dengan Indra.

“ver..”, sahutnya lagi dengan tetap terpaku di belakangku.
“ya apa ndra?” jawabku.
“mmm…ntar kamu makan siang dimana?”, pertanyaan yang jelas.
“di padang yuk…”, aku memutuskan untuk membuka hatiku.
“oh… iya iya di padang aja ya..”, dengan sedikit terbata-bata Indra menjawab mungkin sedikit kaget karena aku tiba2 yang berinisiatif makan siang bareng.
“Ya udah ntar bareng ya Ndra”, sahutku cepat.
“Gw balik ke meja ya, Ver..”, jawabnya berlalu.

Hari yang cerah. Tuhan menciptakan hari untuk dinikmati dengan kebahagiaan. Lalu kenapa harus larut dalam kebimbangan yang menyedihkan?
Aku melewati hari itu dengan lebih banyak senyuman.

Tamat dulu sementara karena gw ada event di fx mall.
Datang yaaaaa

Perempuan Lain (4)

Wednesday, November 26th, 2008

aku memulai hari ini dengan malas.
mataku terpaku pada tumpukan majalah baby and mother di atas meja belajar yang hampir seminggu tak kusentuh, padahal deadline tinggal 3 hari untuk menyelesaikan design sticker produk bayi dari kantorku.
lalu pada tumpukan pakaian kotor dalam keranjang plastik dekat pintu, dan seingatku pakaian yang belum disetrika juga lumayan numpuk.
jadi anak kost ya begini, semua serba sendiri dan mandiri.

sejak terakhir kencanku batal dengan Surya tiga hari yang lalu, aku tak sekalipun mau membalas sms atau telefon darinya. karena setelah aku berfikir keras dan mungkin disebabkan amarah dan rasa cemburu yang besar, aku merasa tidak ada gunanya kami melanjutkan hubungan yang penuh dosa ini.
sejak hari itu aku memutuskan untuk berhenti bermain-main dengan surya…

***
dan ketika sepuluh menit yang lalu aku baru saja memutuskan untuk berhenti, aku keluar dari pintu kamar kostku dan melihat sebuah pemandangan yang merubah semua keputusanku tadi. Surya, di atas motor bebeknya melintas dan menatapku……dengan tersenyum. Tersenyum? Rasanya baru kali ini aku melihat senyuman yang begitu tulus, dan saat dia tersenyum, mata itu juga ikut tersenyum.
Seketika itu waktu serasa berhenti berdetak, ada pusaran bintang-bintang di atas kepalaku, dan aroma lemon yang sejuk menyergap hidungku. Aku kembali jatuh cinta padanya.

***
Lina side

hari ini aku agak stress. gara-gara masalah kerjaan dan suamiku yang sikapnya mulai aneh. aku sering memergoki dia sedang membuka telfon genggamnya tengah malam dan sepertinya sedang SMS, bahkan semalam dia keluar rumah tepat jam 10 dan baru kembali jam 1 malam. setahuku dia jarang kongkow lagi dengan Ardi. Atau kalo pun begitu biasanya jam 11 malam udah kembali.
apa memang benar gosip-gosip itu? sejak perempuan berambut ikal bernama Vera ngekos di rumah Pak Haji, suamiku sering duduk di warung nasi depan rumahnya, dan bahkan Vivi anak Cang Muna bilang bahwa dia pernah melihat suamiku sedang membonceng perempuan itu.
ada baiknya aku mencari tau, karena aku merasa sikap suamiku mulai aneh, dia jadi lebih pendiam dan tertutup dari biasanya.
dan belum lagi SMS itu, aku merasa aneh, ketika hari sabtu kemarin ada SMS berisi 1 titik tanpa ada kata2 apapun, dan pada saat aku tanyakan pada suamiku dia bilang dia ga tau nomor itu dan mungkin cuma salah kirim. dan aku bersikeras untuk menelfon nomor itu tapi dia malah marah.
aku akan mencari tau karena aku gak mau kehilangan suamiku..

***

Surya side
Wanita itu mengalahkan cahaya matahari. Panas dan melelehkan. Mataku tak pernah lepas memandang bila dia ada meski sekedar melintas aku tau setiap nafasnya ada.
Senyumnya yang tulus, tatap matanya yang menghiba, rambut ikalnya yang selalu lembut tiap aku sentuh.
Aku belum pernah merasa putus asa karena tak mampu berdekatan dengan seseorang. Tapi rasanya aku benar-benar putus asa saat ini..
Bahkan untuk menatap wajahnya pun tak sebebas saat aku menatap orang lain, semua seperti memperhatikan gerak-gerik kami berdua.
Aku seperti orang kasmaran, setiap hari cuma memandang pintu rumahnya dari warung nasi Pak Haji dan melihat dia keluar dan masuk dari pintu itu. Sebuah ketenangan bila lalu dia menatapku.
Apakah dia jatuh cinta padaku?

bersambunggggggg………mo pulang duluow

Ini adalah PeeR Hukuman

Tuesday, November 25th, 2008

Buat nama blogger yang tertera di bawah ini, agar segera mengerjakan pe-er yang merupakan hukuman karena udah lebih dari 1 minggu ga update postingan, jadi sebel banget kalo lagi maen ke blognya masih itu lagi itu lagi posting terakhirnya.

Hukuman ini ga seberapalah, tadinya aku mikir apa hukumannya masing-masing disuruh kirim souvenir ke aku, atau kirim kopi, atau traktir aku ngopi? Tapi mengingat salah seorang dua orang dari temen2ku ini berdomisili di luar jakarta maka aku berbaik hati hanya memberi hukuman berupa traktir makan pe-er yang harus dikerjakan di blog masing2 tanpa terkecuali.

Hayaaaah…ini lah pe-er nya (berdebar2)..
Terinspirasi dari hasil ceting di YM dengan salah seorang teman blogger…
1. Menuliskan 5 jurus jitu untuk mendekati lawan jenis (wanita/laki2)
2. Menuliskan minimal 10 kebiasaan yang dilakukan setiap hari dari pagi ampe malem

dan blogger yang sangat beruntung mendapatkan Peer ini adalah……..
1. yogi
2. zfly
3. husin
4. ruang hati
5. tonosaur
6. dan……………fika (hehehe padahal udah diajarin tetep dihukum)

selamat berjuang! doakan aku ya…..(benteng takeshi)

Persiapan Interview

Monday, November 24th, 2008

Hari Senin telah tiba…
diawali dengan listrik yang mati dan enrico terbangun pada pukul 05.08 sambil teriak,

“Mama, takut…nyala lampu Ma….” sambil lompat ke badanku.

Perasaan baru tidur tadi habis SMS an lama dan panjang……dengan adikku sesama blogger yang tak perlu disebutkan namanya di sini.

“iya nanti Mama nyala lampu, adek bobo lagi ya…” kataku sambil usap2 dadanya.

“iya Ma…”

Bukannya langsung bangun karena ntar jam 05.15 alarmku pasti bunyi lagi, aku malah tidur lagi di samping rico. Trus mulai nyari2 excuse buat bolos kerja hari ini karena dingin banget dan pasti enak kalo tidur lagi ampe jam 10 an gitu.

Eits…tunggu, pagi ini aku ada jadwal interview 3 orang SPG, grrrrrrrrr….dan yah..seperti biasa kan senin meeting ma boss, belon meeting ma MD, wadoooh terpaksa dengan hati berat kubuka mataku.

Yah…jangan percaya dulu, aku kan cuma buka mata…tapi teteu…..p tiduran. Sambil membayangkan betapa lezatnya minum kopi anget plus makan roti bakar di pagi buta yang dingin ini. Hiks…

Dalam waktu 1 jam aku selesai masak tumis jagung dan sosis yang rasanya rada asinan dikit, mandiin rico, mandi sendiri, jemur pakaian, nyuci botol2 susu, pake baju (kayanya ga perlu disebutin deh) dan berkemas2…cium pipi rico, pura2 tetep di rumah pas rico lagi main2 ma mbaknya padahal kabur………….

Dengan penuh perjuangan karena aku ngantuk banget dan macet plus banjir pula, akhirnya tara…….aku sampe juga ke kantor pas jam 9.15 dan telat dengan sukses 45 menit hihihi…

Pas aku nyampe, si bos lagi meeting tuh ma ronald, aman….jadi ga ketauan banget telatnya parah. Trus sebenarnya nih mo cerita apa sih bukannya judulnya Persiapan Interview?

Iya. singkat cerita (kaya di koran2 gitu) akhirnya salah seorang SPG datang atas informasi Eko sang receptionist,

“Julie, ada yang mau interview nih namanya Mely”

“Ok, naik ke lantai 2. thanks”

Lalu dengan malas aku bangkit dari kursi dan turun ke lantai 2. Kesan pertama tak menggodasi calon SPG ini memenuhi syarat. Tapi pertanyaan pertamaku setelah memperkenalkan diri adalah…

“Bisa lihat aplikasi lamarannya?”
dan apa jawaban dia?
“Saya ga bawa lamaran BU..”
APA?dia ga bawa lamaran?Oh NO! dengan berat hati karena lagi butuh SPG banget dan dia cukup menarik buat jadi promoter produkku, akhirnya aku hanya menjawab
“Oke, gak apa2 kamu isi form aja”
Betapa baik hatinya aku pagi ini. Dan lalu aku menginterviewnya dan seperti kesan yang pertama si Mely ini memang memnuhi syarat.
Setelah berbasa basi dan menjanjikan akan menelfon dia, aku kembali ke mejaku.
Balesin beberapa message di YM, ngirim email, buat laporan selling out item, dan lalu…
telfon di atas mejaku berdering lagi..

“Jul, ada yang mau interview lagi. Dua orang”
Suara Eko di seberang seolah memecahkan telingaku. Gak salah?Gw baru 10 menit naek ke lantai 3 fren.
“Oke, Naek ke lantai 2″ sahutku geram.

Kali ini aku menghadapi wajah2 biasa, tapi dengan tubuh yang menggiurkan tinggi dan pas dengan kriteria untuk event yang akan digelar nanti. Lalu setelah bersalaman dan memperkenalkan diri, kembali aku menanyakan pertanyaan favoritku,

“Bisa lihat aplikasi lamarannya?”
Dan wajah mereka berdua berubah pucat.
“Tapi Bu, saya ga bawa lamaran”
Kenapa hari ini begitu buruk? 3 orang melamar pekerjaan tanpa membawa lamaran apalagi CV. Dan dengan sisa2 kesabaranku aku hanya mengucapkan dengan perlahan,

“Ok ga apa2. Kamu isi form aja”.
Tuhan, terima kasih, darah militerku sedang empty hari ini.

Perempuan Lain (3)

Friday, November 21st, 2008

Kami berdua duduk berhadapan di atas pasir basah di tepi pantai. Malam itu langit berwarna biru jernih, dengan taburan bintang dan bulan sabit yang sangat indah. Semilir angin, deburan ombak. Jari2 kurus beraroma kretek itu tiba2 menyentuh tanganku, aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, bibirnya menyentuh lembut, kami berciuman hangat… dan panjang.
Aku tak pernah mampu menolak Surya, matanya yang terus menatapku, bahkan jari-jariku dengan terampil telah membuka satu persatu kancing kemejanya, tiba-tiba tangan hangatnya menyentuh kulitku tubuhku yang sudah tak berlapis apapun. Hangatnya lebih terasa ketika remasan lembutnya membuatku terasa hampir hilang dan entah sejak kapan kami terbaring di atas pasir dingin yang terasa panas di kulitku.
Bergerak perlahan dengan gairah yang terus mendaki, memuncak..
Tunggu dulu, rasanya aku mendengar suara desahannya begitu perlahan, tapi Surya mendesah. Tuhan, makhluk seindah ini kau ciptakan untuk menikmati tubuhku, mendesah sambil terus menatap mataku. Dan ketika pelukannya semakin kuat, gerakan kami semakin cepat, nafasnya semakin memburu, dan kami terbawa ke dalam satu kenikmatan yang membuat aku semakin erat memeluknya.
Surya mencium mataku dengan lembut,
“Indah. Terima kasih”
Aku membalas dengan menatap matanya, lalu mencium bibirnya lebih lembut dari sebelumnya.
“Kita pulang, yank”, sahutnya cepat.
Selalu seperti ini, setelah percumbuan yang hebat, aku harus berpisah dengan Surya dan membiarkan dia kembali ke pelukan istrinya.

***
Sudah 5 kali aku gonta ganti pakaian, tank top item plus blus abu2 itu rasanya terlalu seksi, tshirt merah lengan panjang itu juga terlalu jreng, aku ga mau terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Ya, aku memang jatuh cinta pada Surya, dan aku baru menyadarinya ketika semalam pikiranku tak lepas dari pertanyaan sedang apa dia di rumah bersama istrinya? Cemburukah aku? Aku tersiksa memikirkan bahwa jari-jarinya yang sering menyentuh rambutku, tanganku, saat itu juga menyentuh tubuh istrinya. Aku gelisah, tak mampu memejamkan mata, sampai ketika suara SMS di telepon genggamku berbunyi, jam setengah duabelas Surya mengirimiku SMS, “Besok ketemu jam 10, bisa?”.
Dan besok itu adalah hari ini, hari Sabtu yang terlihat cerah karena aku akan bertemu Surya, setiap kali aku berniat untuk bertemu dia, ada perasaan bersalah, tapi bukan merasa bersalah pada istrinya, aku merasa bersalah pada diriku sendiri karena di usiaku yang seharusnya bisa bersikap dewasa, aku menyia-nyiakan hidup untuk terlibat cinta dengan laki-laki yang jelas-jelas tak akan pernah kumiliki.

“tidit..tidit”, SMS pasti dari Surya.

dengan sangat bersemangat aku menghampiri telepon genggamku di atas meja.

“Batal, yank. Istriku minta dianterin ke rumah tantenya”

Dan ini bukan yang pertama kali aku harus mengalah pada istrinya. Siang itu aku habiskan dengan menonton TV sambil makan kacang goreng dan minum kopi tanpa mengganti pakaian yang telah kupilih untuk pergi bersama Surya. Aku menangis sampai sore.

makan siang dulow…..

Perempuan Lain (2)

Thursday, November 20th, 2008

Kuhenyakkan tubuhku di sofa ruang tamu Erlyn, hmmmpfh…lelah dan ngantuk mata ini. Erlyn menuju ke arah dapur rumahnya dan kembali dengan 2 gelas air putih dingin.

“nih ver, tadi gw ga masak. kita bikin mi goreng aja pake telor ceplok yuk”, sahut erlyn sambil meletakkan gelas2 itu di atas meja kaca segi empat yang cuma dialas kain rajutan bulat yang hanya mampu menutupi bagian tengah meja itu.

“maksud lo gw kan yang masakin mi nya?”, jawabku setengah terpejam karena suasana di rumah erlyn memang selalu buat mataku mengantuk.

“yah..tuh lo paham jadi gw ga perlu nyuruh kan?”, sahut erlyn sambil nyengir.

“iyalah, gw masak sekarang. yuk….”, malas2an aku bangkit dari sofa yang menggiurkan itu menuju dapur.

baru 2 menit berada di dapurnya erlyn, telepon genggamku berbunyi. SMS dari Surya,

“yank, lagi dimana? aku jemput ya”, singkat.

dan semua sms yang aku terima darinya memang singkat. Surya mungkin tergolong laki2 yang ga bisa basa basi, tapi itu yang menarik dari dia.

“sapa ver? Surya? kapan lo berhenti maen gila ver?”, erlyn mengomentari sms yang aku terima dan agak sedikit terkejut aku karena dia tau siapa pengirimnya.

“mmm ga apa2 koq lyn dia cuma nanya aku lagi dimana”, jawabku gugup. aku selalu tak mampu menjawab tiap erlyn menyudutkanku tentang masalah ini.

sebenarnya bukan sekali dua erlyn mencoba menasehati aku supaya menjauh dari Surya, dengan banyak sekali pertimbangan yang masuk akal. Kadang2 erlyn mencoba menempatkan aku sebagai istrinya, apa yang dirasakan istrinya bila tau aku telah mencuri suaminya, dan aku bertekad setiap hari untuk menjauh atau minimal menghindari bercumbu dengan Surya, tapi matanya yang dalam itu menyedotku ke segala arah.

Tiga jam ngobrol tanpa konsep bersama erlyn, aku memutuskan pulang dan tanpa sepengetahuan erlyn, aku menerima ajakan Surya untuk menjemputku di depan jalan besar yang menuju ke rumah erlyn.

belum lama menunggu, motor bebeknya menghampiriku. Surya mengenakan helm di kepalaku lalu mengancingkan talinya. selalu penuh perhatian, dan tanpa senyum.

motor bebeknya melaju, aku tak berani mengira-ngira dia akan membawaku kemana. aku cuma duduk diam di belakang sambil memeluk pinggangnya. Segila inikah aku jalan dengan suami orang?

“yank, kita ga langsung pulang kan? aku mau ajak kamu ke suatu tempat”, tiba2 surya bertanya.

“ga ada mo ngapa2in sih. kita mau kemana yank?”, entah sejak kapan aku ikut2an memanggilnya “yank”.

“ke tempat dimana cuma kita yang ada”, jawabnya datar.
 

ternyata to be continued…..

Perempuan Lain

Thursday, November 20th, 2008

Suara ketukan kaca nako di jendelaku. Itu pasti Surya, pikirku. Semenit tadi dia baru misscall dan dengan terburu2 aku yang sedang mandi mencoba meraih telepon genggam di kamar dalam keadaan basah karena belum sempat melap badan.
Ketukan itu lagi, aku bergegas membuka tirai jendela, dia di situ melihat ke dalam kamarku dan tentu saja padaku yang hanya mengenakan handuk dengan rambut basah.
“Buka pintunya yank”,sahutnya cepat.
“Sebentar aku pake baju dulu”, jawabku.
“Sekarang donk. Ntar aku dilihat orang berdiri di sini”.
Lalu aku membuka pintu kamar kost an ku, dan dia menerobos masuk, mengambil alih kunci, mengunci, berbalik, memeluk tubuhku, merampas handuk yang melilit, membuangnya, dan selanjutnya kami terbawa suasana pada malam yang dingin karena hujan gerimis turun tak henti.

Dalam waktu tak lebih dari 30 menit semua rasa telah dituntaskan, lalu dengan terburu2 Surya mengecup (setengah melumat) bibirku, membasuh diri di kamar mandi, lalu berpakaian.

Aku memandang semuanya masih sambil tiduran hanya tertutup selimut hijau butut yang belum aku cuci hampir sebulan. Dia memandangku, matanya selalu sedalam itu, tanpa senyum, seperti tadi pun pada saat kami bercumbu mata itu terus memandangku.

Aku beranjak menghampirinya, melingkarkan lenganku di lehernya, mengecupnya, tapi aku tau bahwa sebentar lagi Surya pasti pergi, melalui pintu itu, berbelok ke kanan, 200 meter dari rumahku menuju sebuah rumah kontrakan mungil yang di dalamnya ada seorang wanita menunggunya, istrinya.

Dua bulan yang lalu aku kenal Surya, lebih tepatnya dia berusaha mengenalku melalui beberapa teman di daerah tempat tinggal kami. Aku kost di sebuah rumah kecil yang terdiri dari kamar, kamar mandi dan dapur kecil, dan aku bekerja di sebuah perusahaan distributor sebagai designer.

Surya adalah laki2 biasa, dari wajah dia tidak bisa dibilang sangat tampan, tapi juga ga jelek, dan ketika pertama kali aku kenal dia aku tau bahwa suatu hari kami akan memiliki sebuah kisah. Entah itu kisah yang indah atau kisah yang menyedihkan. Tapi dengan kondisi dia telah memiliki keluarga pun tak mengurungkan niatku untuk menerimanya hadir dalam kehidupanku.

Kencanku yang pertama dengan Surya, ketika itu aku sedang mencari buku untuk keperluan pekerjaan yang hanya bisa dibeli di daerah Kwitang, karena aku ga biasa pergi ke daerah sana, dan saat kebingungan bertanya-tanya tentang mobil angkot yang bisa ditumpangi, Surya menawarkan diri untuk mengantarku dengan sepeda motornya.

“anggap saja kamu ngojek, ver”, katanya.

aku mengiyakan ajakan Surya tapi dalam hatiku cemas karena aku tau bahwa dengan permulaan ini akan terjadi kisah yang panjang.

dan demikianlah, hari sabtu kami ke Kwitang, besoknya Surya mengirim SMS menanyakan jam berapa aku pulang kantor, dengan posisi kantor kami yang searah pulang maka dia punya alasan untuk sekalian lewat. Lalu kami pulang bareng, besoknya lagi kami bareng lagi tanpa sengaja karena sedang mengunjungi area yang sama, dan besoknya lagi kami nonton di bioskop, besok dan besok sampai suatu ketika dengan nekat Surya memutuskan untuk menyelinap ke dalam kamarku, dan membiarkan aku memilikinya malam itu.

to be continued ga ya…?

Kopdar with Anjari

Thursday, November 20th, 2008

setelah 2 kali gagal untuk kopdar dengan mas ari (Anjari) blogger yang paling ngetop di blogdetik setelah julie easy, akhirnya kemarin rabu aku berhasil memaksa beliau untuk menemuiku (lho..bukannya kebalik?)

kami bertemu di belakang sekolah sebuah kantor di kuningan karena mas ari ini salah seorang opis boi karyawan di situ, demikianlah awal mula pertemuan itu (musik serem dan suara lolongan serigala terdengar…mang sandiwara radio?)

aku SMS : gw lagi di kuningan
ari telfon:
ari: jul, kamu ampe jam berapa?
aku: mo ketemu ibu rini trus udah, mas ari lagi sibuk ya?
ari: lagi meeting, ntar kasi tau ya kalo dah selesai
aku: ok

dan lalu setelah berhasil mengalahkan mengantri untuk bertemu sang ibu rini yang populer itu maka aku bergegas turun ke lantai satu dan kirim SMS lagi (ga mau rugi nelfon)

aku SMS: mas ari, aku udah kelar
ari: sebentar saya di masjid lt 3

aku tungguin kira2 15 menit an, mana tergiur bapak2 pedangang ayam nugget and karage yang ada di depan pintu keluar gitu tapi kuurungkan niat buat beli karena males ribet bawa2nya. tapi si mas ari koq belon nongol2 juga?
akhirnya aku telfon

aku: mas aku di depan pintu keluar neh
ari: pintu keluar yang mana?
aku: yah mang ada berapa pintu sih?
ari: koq ga nunggu di atas
aku: males ah dah ambil ktp masa nitipin lagi
ari: ya udah aku turun ke bawah

tak lama kemudian tidit tidit hapeku berbunyi..miss call dan ada yang manggil “julie…”
wow ternyata mas ari udah berdiri di hadapanku…
hmmm..kalo liat dari tampangnya sepertinya dia berumur 50 tahun sekitar 35 thn but kenapa dia ngakunya 45 thn. let see lah, kami sepakat untuk duduk ngopi di Kantin SEhat kantor itu sekalian memuaskan rasa ingin tahuku berapa sehatkah kantin itu?

kami duduk di salah sebuah bangku, diselingi suara bor yang memekakkan telinga karena kantornya lagi direnov. mas ari pesen jeruk nipis anget dan aku coffemix (tetep).
lalu kami pun berbincang2 tentang pekerjaan ku, berapa kali mas ari ngepel sehari kumpul blogger dan lain2, juga tentang umurnya yang ternyata tak sesuai dugaanku hehehe tetep aja dia sok tua.
dan stelah berbincang kira2 30 menit aku ada janji ketemu selingkuhan temen lamaku Abenk di gedung HERO gatot subroto, maka aku pun berpamitan lalu mas ari berkata

ari: jul, beruntung sekali aku bisa bertemu denganmu hari ini
(jangan percaya, bohong koq, dia cuma bilang makasih ya jul udah mau mampir)

PS: mas ari, thanks ya atas kopinya (dah bayar belon?HEHEHE) itu baru session 1 kan masih ada 10 session lagi. inget itu!!

maaf kami ga sempat mengabadikan pertemuan ini karena ntar dibilang lebay ma orang2 di kantin malu ah!! 

Cita-cita

Thursday, November 20th, 2008

Sejak kecil, tiap kali (almh) ibuku menanyakan cita-citaku, aku selalu punya jawaban. Dimulai dari usiaku masih pra sekolah (jaman dulu kan ga wajib ikut TK), waktu itu usiaku sekitar 3 tahun, kata ibuku setiap ditanya,

Ibu : “Juli, nati kalo dah besar mau jadi apa?”

aku : “jadi tukang beca”

Ibu : “kenapa koq mau jadi tukang becak?”

aku: “karena ibu sering kasi uang ke tukang becak”

:D itu cita-cita yang tak patut anda tiru, karena keseringan jalan2 naek becak dayung ma ibuku jadi aku mikir tukang becak itu uang nya banyak.

trus masa SD cita-citaku berubah, ntah dari siapa yang influence aku pengen jadi Psikiater, ide itu terlintas pas aku dikirim ke sekolahku untuk ikut ujian siswa teladan se-SD di kotamadya Medan pas lomba mengarang aku nulis karangan tentang cita-cita jadi Psikiater itu. dan berlanjut terus sampe di SMP aku ga pernah ganti cita-cita.

tapi di bangku SMA cita-cita ku berubah jadi PILOT, saking niatnya setelah tamat aku, arief dan sahrul ndaftar ke Dept Perhubungan dan dengan sukses ga lulus karena mata minus di tes pertama. Tapi aku bener2 pengen banget jadi pilot, saking pengennya dan udah pasti ga bakalan bisa aku bilang dalam hati “ga jadi pilot, jadi pramugari juga ga apa2lah” dan seorang sepupu bilang ada lowongan pramugari nih di salah satu maskapai, ternyata pas di tes interview, aku lewat, tapi kata pengujinya berat badanku kurang……..

:((

gagal lagi deh…

dan akhirnya aku hanya menjadi seorang apoteker yang ga pernah kucita2kan dari dulu ampe sekarang. tapi pas kuliah aku sempat berubah cita-cita jadi Bond Girl :)), itu sih bukan cita2 tapi angan2 tukang cendol.

kalo temen2 blogger cita2nya apa ya?

Lagu NAFF itu

Friday, November 14th, 2008

gara2 sering maen ke blog nya dedi raksawardana, gitaris Naff aku jadi mikir lagu2 Naff yang aku tau itu apa aja ya?

pertama yang “kau masih kekasihku” ya jelas taulah kan itu ngetop banget trus ada yang judulnya “akhirnya aku menemukanmu” pas aku nyanyiin koq jadi lagu Sheila on 7 yang gini

“akhirnya aku menemukanmu saat ku bergelut dengan waktu”

lha itu judulnya apa sih?

tapi aku punya story dengan lagunya Naff di album mereka yang pertama (setelah ngubek2 di google) judulnya Terlahir (2000) tapi dah cape……….aku mikir apa ya judul lagunya dan satu tetes huruf pun aku ga inget dengan hits pertama mereka itu.

trus apa donk yang mo diceritain,

dulu pas aku masih bergabung di HERO group, di Medan ceritanya aku sering maen ma staff2 nya HERO Medan mulai dari Store Manager (pak Herman) ampe security (Diki) trus kalo pulang kantor mereka sering berganti2 nganterin aku pulang sampe akhirnya terbentuk lah sebuah komunitas pulang dan nongkrong bareng ibu julia (aku) yang terdiri dari aku, defri, maya, helmi, diki, abdi dan joko, hampir tiap hari kami jalan2 dulu ato nongkrong minum bandrek di warkop harapan (orang medan pasti tau).

ga cuma dengan genk ini aku dekat, dengan beberapa staff HERO medan yang lain juga, misalnya didik purnomo, diki boyke, mayor, rahmat, tengku, dan ga inget siapa lagi mungkin kebersamaan karena closing store itu yang buat kami tambah dekat.

jadi ceritanya HERO Medan kan tutup trus bagi karyawan yang masih mau bekerja bisa pindah ke Giant (bekasi) dan bagi yang gak akan diberi pesangon, aku termasuk yang ikut mutasi ke guardian di jabotabek dan di antara sohib2 ku itu ada juga yang ikut mutasi salah satunya defri.

karena merasa hari perpisahan semakin dekat maka mereka ingin satu kenang2an dari aku, mereka minta kaset NAFF yang waktu itu lagunya lagi hit banget (tahun 2003) akhirnya aku beli satu kaset dan aku kata2in (nulis kata2 di dalem kaset) bahwa pertemanan kami yang singkat itu sangat berkesan buat aku.

dan entah dimanalah mereka sekarang, yang jelas joko masih keep contact, kata joko defri dan helmi udah balik ke medan ga kuat tinggal jauh dari ortu, maya dan abdi juga udah kembali ke medan.

jadi …

koq aku masih stay here?

eniwei, kasi tau donk lagu NAFF yang pertama kali hit itu apa sih judulnya?

PENASARAN, mungkin  bang dedi bisa membantu…..?