Archive forJanuary, 2009

keping hati - part 2

“Kakak………………Akhirnya kau datang juga……………Horeeeeeeee kostum koboi lagi. Kita kompakan”, teriak Ika ketika aku dan Efan menghampirinya di warung Indomie depan Fakultas Farmasi. Ika memakai topi koboi warna coklat dan sepatu bot hitam lancip, sementara aku memakai rok jeans lebar dan sepatu bot suede warna coklat yang ujungnya lancip juga

“Hehehehehehe..mang sengaja lagi pengen ngoboi”, sahutku asal.

Ini hari liburku dan aku janji pada Efan dan teman-teman lain untuk main ke kampus tercinta.
“Fan, kow ada kuliah gak?”, tanya Ika tiba-tiba pada Efan.
“Fitokimia, males aku”, jawabnya.
“Sana masuk, jangan bolos aja kerjamu”, Ika menarik tangan Efan, mengusirnya pergi.
“Ah, si Ika ini, aku mau makan dulu. Belom sarapan aku dari pagi”, sahutnya penuh alasan.

“Halaaah..bilang aja mau deket terus ma si Chiara”, sahut Ika sengaja yang spontan memerahkan wajah Efan.
“Ya udah ya udah aku masuk. Jangan pulang dulu ya sayang…”, seru Efan sambil mengacak-acak rambutku.
“Iya, jangan lama-lama!”, sahutku mengusirnya pergi.

Sedetik kemudian aku bergabung dengan Ika di warung Indomie tersebut. Seperti biasa aku pesan coffee latte hangat. Ika sedang asyik dengan rokoknya. Dia cewe paling cuek di kampusku. Aku seumuran dengannya tapi dia satu angkatan di bawahku.

“Kak, gimana hubungan kakak sebenarnya dengan si Efan?” Ika membuka percakapan dengan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh banyak orang.

“Seriusnya kakak? Gak kasihan kakak sama dia?”, semakin lama pembicaraan ini makin buat aku bertanya-tanya.
“Ada apa ini, Ka?kenapa tiba-tiba ini harus dibahas lagi?Kalo masalah perasaan, Ika kan tau sendiri kalo sampe hari ini aku masih tetep cinta sama Yogi walaupun hubungan kami seperti gak mungkin”, aku mencoba menjelaskan perasaanku ke Ika.
“Sekarang gini kakakku, katanya kakak sayang sama Efan, dan kakak tau kalo dia udah lama suka sama kakak. Sekarang ini yang bisa buat dia semangat penelitian dan ke kampus cuma kakak. masa kakak tega menghancurkan dia dengan nolak cintanya?”, jelas Ika.

Hmmm………persoalan ini jadi semakin rumit. Aku juga sudah mendengar ini dari Efri. Meskipun Efri pernah pacaran dengan Efan, tak sekalipun dia keberatan dengan hubunganku dan Efan. Malah Efri meyakinkan aku untuk menerima cinta Efan.

“Tapi aku belom bisa lupain Yogi, Ka. Aku nggak tau apa aku bisa pacaran dengan Efan”, sahutku sedih.
“Tapi dalam hati kakak ada gak keinginan untuk belajar mencintai Efan?” tanya Ika.
“Hal yang paling aku inginkan, jatuh cinta sama dia”, jawabku pasti.

“Ya udah kalo gitu, terimalah dia Kak, please…”, Ika begitu bersemangat memohon.
“Dibayar berapa sama dia? Ya udah aku mau, setidaknya sampe dia lulus”, sahutku menyerah.
“Horeeee gitu lah Kak. Jadi gak sedih kawan aku itu”, keluar lagi logat Medan si Ika.

Aku menghela nafas setelah mengucapkan kesediaan itu. Tapi mudah-mudahan aku memang bisa menerimanya. Paling tidak sedikit mengobati rasa kecewanya karena setelah pacaran dengan Efri, dia sempat pacaran dengan Alya dan dikhianati pula. Mungkin sudah waktunya bagiku membalas cinta Efan. Aku menggumam dalam hati.

* * * *

Aku, Ika dan Efri sedang duduk di bawah pohon rindang di lapangan bola depan laboratorium tablet siang itu. Efan masih dalam kelas. Sebuah mobil Atoz silver metalik berhenti dan parkir di depan kami. Seorang cewe kecil, pendek, berambut lurus sebahu dan berkacamata turun dari mobil.

“Kak, kita pergi aja yuk”, ajak Efri.
“Kenapa Ef?”, aku heran dengan ajakannya yang tiba-tiba.
“Aku ga suka kalo si Elza gabung-gabung ma kita”, sahutnya gusar.
“Kenapa, Fri emangnya? Santai ajalah”, sahut Ika menimpali.
Dan tak lama…………
“Kak, mau beli baju gak? Nih aku baru beli gelang di medan mall, kakak beli baju dimana?”, Elza langsung nyerocos menuju ke arah bangku tempat kami duduk.
“Ngapain kow ke sini Za? Suka kali gabung-gabung ma kami. Kami ini 3 wanita cantik, gak pantas lah kow gabung-gabung ma kami”, Ika menjawab sapaan Elza dengan sadis.

“Yaaa..kak Ika, gwe kan mau nawarin baju-baju. Keren koq ini kak. Kak Chia juga kan biasanya suka beli baju-baju”

Elza adalah mahasiswa semester 3 di kampus ini, dia berada 6 tahun di bawah angkatanku, orangnya sih biasa saja sekilas seperti masih anak sekolahan karena tubuhnya kecil dan gayanya yang super kekanak-kanakan. Entah kenapa belakangan Elza berusaha bergabung dengan aku, ika dan efri. Dan semakin sering pula Efri menolak dia bergabung. Aku tak pernah tau alasan yang jelas dari Efri, dia hanya mengatakan “Aku ga suka aja”, tanpa alasan yang kuat.

Tapi ternyata Efri akhirnya benar, karena sejak aku mulai membiarkan Elza memasuki hidupku tepatnya hidupku dan Efan, maka sejak itu aku telah membiarkan Elza merusak hubungan kami semua.

bersambung fren………..hayyyah….

Comments (12)

bertemu ucie bunny

akan berisi foto2 narsis dua orang wanita cantik julie dan ucie yang kopdar di mangga dua. tempatnya pun ga elit banget hehehehe

image622.jpg

image623.jpg

dua aja yaaa kan ga sempet lama2 kopdarannya karena ucie harus balik kantor dan aku harus nyari rak di pasar pagi. dan balik kantor juga.
kesannya ketemu ucie, asik aja ucienya imut banget hehehhe ntar kita makan2 lage ya dekk.

Comments (10)

berhenti menyakiti

aku melangkah ringan. Seringan tubuhku. seringan beban yang kini tersisa dalam pikiranku. kenapa harus terus merasa sedih dan hancur karena seorang yang tak pantas ada dalam hidupmu?

aku memandang berkeliling pada deretan toko-toko yang rasanya hampir serupa semua konsepnya. kemewahan. terkadang aku juga tenggelam dalam sekap euforia belanja yang menawarkan produk sale lucu-lucu tanpa peduli saat itu aku benar-benar butuh atau enggak.

wanita dan belanja. hampir tak mampu terpisah. tapi suatu kenikmatan belanja adalah hasrat yang terpuaskan tiada tara. saat itu kita dituntut untuk mampu mengendalikan emosi dan logika, yang terjadi adalah transaksi atau bukan, tentu beda kenikmatannya.

aku melangkah lagi hanya untuk membunuh sisa-sisa waktuku di tempat ini. kepalaku terasa penuh dengan input pendapat teman-teman, kakak-kakak, dunia maya dan dunia nyata tak terbaca lagi olehku.

sepotong-sepotong kehidupanku melintas di depan mata seperti film bioskop yang diputar di twenty one dengan aku duduk di barisan belakang penonton sambil menggenggam sekantong popcorn penuh dan sesekali mengusap mata dengan tissue.

cuplikan kisah-kisah itu telah terjadi.
saat ini aku harus segera memutuskan untuk melanjutkan kisahnya dengan film ratapan anak tiri atau film romantis semacam Robin Hood (film ini romantis versi aku).
aku menggenggam kekuasaan untuk memutuskan masa depan dari 3 orang, aku dan dua laki-laki yang ada dalam hidupku.

sekarang jangan bicara cinta dulu. cinta itu terasa absurd dalam kisahku.

petugas klining servis menghampiri bangku panjang besi yang aku duduki, dia meraih sebentuk gumpalan kertas dari bawah. seorang ibu dan anak laki-lakinya dengan seragam smp lewat di depanku sambil tertawa berdua.

ok Tuhan, aku telah mengambil keputusan ini.
berhenti menyakiti adalah yang terbaik untuk kita bertiga.

Comments (33)

katakan dengan indah

tak perlu menjadi pujangga untuk menyatakan cinta
lihat saja kembang sepatu yang terangguk-angguk malu
kelebatan sayap Capung dan kupu-kupu
belaian angin mengusap lembut kulitmu
senandung merdu air dari kucuran pipa-pipa bambu
kehangatan selimut mentari menderu kelopak matamu
semua berderap datang mendesak ruang hatiku
tak mampu kukemas rapi lagi
berdesakan menumpang tindih
penuh

seketika aku terbakar cemburu
tatkala terjaga bersama helai-helai senyummu
kau begitu jauh tak mampu kusentuh

Comments (22)

mencerahkan kelam

keteraturan yang aku mulai sejak pagi hingga bintang bermunculan telah berganti dengan kehadiranmu
tak terbiasa aku bertemu langit kelam dan pengap udara kesedihan
tak terbiasa aku berteman mimpi kelabu dan daun-daun yang luruh
aku menyukai kecipak air di kolam yang bening
aku mencintai kehangatan dan senyuman matahari
meskipun aku selalu merindukan binar bintang di gelap malam
cahayanya ingin kuserap dan kupendarkan di hatimu
tapi kenapa hatimu selalu gelap kosong dan perih

aku tak terbiasa dengan ketidakteraturan ini

Comments (27)

meninggalkan sedih

baru kurangkai tangkai-tangkai Bunga dengan sepenuh hati
menatanya satu satu di jambangan kaca kristal bening penuh rindu

lalu kurampas kelopak-kelopaknya menjadi serpih….

Comments (36)

menemukan Horcrux

aku memulai hari ini dengan merajut benang-benang pagi. coklat muda, coklat, krem, hitam, putih, abu-abu dan biru terang seperti langit pagi ini. nyaring klakson mobil memanggil nama seorang yang melekat rapat di dinding hati dan otakku.
aku melewati dengung suara mereka melangkah ringan melayang menapak satu-satu seirama degup jantungku yang memompa semburan darah masuk ke bilik dan katup berganti-ganti dan dengan takzim aku kembali menemukan senyummu memaku patri mataku.
kelebatan pohon-pohon, rumah-rumah, gedung-gedung yang kecil besar berebut mencari tempat kosong pandangku menebar debu kecil-kecil yang langsung lengket ketika menyentuh rambutku. tapi ada angin yang lembut menelisik di tepi telinga kecilku dekat semakin dekat suara itu menyentuh rapat mendekap tubuhku.
rajutan hariku telah berubah warna merah muda cantik mengilat dengan kombinasi emas di tepiannya namun sebelah hatiku menjadi penuh bintang keperakan karena matamu terus menatapku di balik lensa bening berkaca.
tiap memantrai aku hanya kehangatan yang menebar keluar tanpa paksaan dari hatimu..
jiwaku terbelah-belah pecah menjadi dua warna biru dan merah muda yang kau genggam tak peduli waktu.
aku tak percaya telah menemukanmu…

Comments (26)

Kutukan Imperius

aku terkena kutukan imperius. meskipun tak seperti kutukan yang sebenarnya, aku bahkan memaafkan kutukan ini dan sangat menikmatinya.
laki-laki itu terus mengontrol pikiranku. mengajakku menata bintang-bintang di cakrawala, menebarkan warna Pelangi lalu menghirup tetesan embun dini hari sekali.
setiap mantra yang terlahir dari bibirnya adalah lumeran coklat manis yang ingin selalu kulahap penuh-penuh dengan bibirku.
ia terus menggodaku dengan alunan suaranya yang seperti oase menyejukkan, meski tanpa tatapan.
ia memulai pagiku dengan senyuman, ia menciutkanku dalam genggaman rindu, menenggelamkanku begitu saja tergulung ombak peluh,dan limbung seketika setelah membakarku dalam kehangatan Patronusnya.
ia lelaki yang selalu membuatku membara. menggetarkan.
seperti Horcrux yang tertusuk Basiliks, jiwaku hanya buraian tanpamu.

Comments (36)

Complicated

kemarin malam aku mengalami kejadian yang ga enak banget.
begini ceritanya ….. *suara lolongan serigala diiringi musik pelem indonesia yang serem*

seperti biasa aku sampe rumah sekitar jam delapan dari kantor. langsung buka pintu, meletakkan tas, buka sepatu dan buka jam tanganku yang mahal :D , trus menghambur ke pintunya ida mencari si enrico botak yang telah menunggu mamanya sejak pagi.

tapi malam itu ada sedikit perbedaan.
aku lihat Rian sedang duduk di teras depan rumahku. okelah dia ga sendiri tapi bersama uki teman dekatnya yang tiap hari nongkrong. but oh my Tuhan, aku takut banget.
karena pada suatu ketika malam itu Rian berusaha keras memojokkanku di suatu sudut dinding rumahku.

dan kali ini demi melihat kehadirannya, aku langsung menciut, berusaha berlindung di dalam kamar ida pura-pura sibuk bermain dengan enrico.
tapi dia malah masuk.
“jul, koq baru pulang?”
sambil berusaha mendekati aku yang duduk depan tipi (jarak aku - tv 10 cm)
“iya”
jawabku pendek

tunggu, STOP! jangan mendekat Rian.
tapi tangannya sudah menarik kencang pergelangan tanganku yang kurus.
“monyettttttt, keluar!!!”teriakku.
dan sayang sekali anakku mendengar semua itu dan dia berulang-ulang mengucapkannya.
suatu pelajaran penting bagi ibu-ibu yang punya anak jangan memaki orang lain di depan anakmu.

Rian memandangku bingung.
pelecehan seperti apalagi yang harus aku hadapi?

Comments (19)

Tentang Cinta

bila perasaan yang mengalir deras dalam darahku ini memang bisa disebut cinta maka aku akan membiarkannya tumbuh bersama hentakan-hentakan degup jantungku
begitu lekatnya alun suaramu di telingaku bahkan terus masuk ke dalam rongga dadaku menuju paru-paru dan meniupkan udara segar untuk selalu kuhirup
bunga tumbuh lebih banyak di pelataran parkir perkantoran yang setiap pagi aku lewat, bahkan di atas meja kerjaku dan merambat naik ke layar monitor dimana kita bertemu
seperti apa yang ada dalam sel-sel kecil kelabuku yang sedari pagi terus bekerja senyummu pun terus mencecarku untuk selalu mengingatmu
biarlah aku jatuh cinta padamu karena perasaan ini begitu indah seperti dirimu……

Comments (34)

Next entries » · « Previous entries