Archive for April, 2009

rest in peace

Thursday, April 30th, 2009

aku memandang wajahnya. kelopak matanya tertutup rapat. garis-garis lelah terlihat nyata. ilalang jambangnya yang selalu terasa kasar di kulitku. bibirnya yang merah. hmmm betapa hangat bibir itu merasukiku.

dadanya naik turun seirama hembusan nafas. tak terhitung berapa kali kulit lidahku menyentuhnya semalam. resapan aroma tubuhnya begitu kuat menghujam indra penciumanku.

barangkali dia bosan padaku. hanya malam ini kau boleh menyentuhku yang terakhir, itu katanya. bagaimana aku mampu berpisah dari
jeratnya?

kusentuh pipinya sekilas, tak ingin membuatnya terjaga.

aku akan pergi meninggalkan malam-malammu.

berburu dosa

Wednesday, April 29th, 2009

terbangun oleh sengatan matahari. masih tertutup selimut. meraba ke sebelah kanan. dia sudah pergi. pasti pagi-pagi sekali. aku tak ingat lagi namanya. yang pasti dia begitu panas dan membuatku lelah.

secangkir kopi. aku butuh secangkir kopi. nikmat percumbuan yang melelahkan dan membuat mimpi semakin indah, butuh aroma eksotis semacam kopi. tak perlu koran dulu. tak perlu fesbuk dulu. masih terlalu pagi untuk ganti status.

nanti habis mandi aku mau sarapan di warung siti yang anak pak haji hasyim, sepertinya dia bisa kubawa malam ini, tinggal senyum menawan sedikit, colek dagunya dan kata-kata penuh rayuan. bereslah.

tapi sebelum malam tentu ke tongkrongan dululah, adul ngajak ke tempat baru katanya di situ lebih bening dan halus bidadarinya. ahhh kita lihat saja yang mana dulu yang akan kubawa, siti atau bidadari di sana.

tapi tunggu, kata mama transferan belum bisa hari ini, wahh bisa kacau rencanaku ke tempat baru, harus bayar pakai apa sentuhan mereka??
lebih baik siang ini aku pulang dan antar mama ke pengajian sekalian. kalau ada tante titin boleh juga tuh pulangnya ketemuan di rumahnya hmmm siapa tau dapet uang saku dengan sedikit kerja keras.

hoeaaaaaaam…tapi ngantuk banget nih, tidur sebentaran ahhh, jam sebelas aja mandinya..
hidup itu benar-benar indah dan tak perlu dibuat susah ya???

thank you for loving me

Tuesday, April 28th, 2009

kehadiranmu mengakar,
kau tak memedih mata
mengalirkan jerat rindu sepanjang-panjang
dinding pembuluh darah
melukis langit hatiku dengan warna pelangi
membentang di setiap lembar malam

lihat,
aku telah letih mengejar langkah dan bayang
namun cintamu berlapis-lapis menguatkanku

untuk lelakiku
terima kasih mengucapkan kalimat ini sebelum tidurku

Dia ada

Monday, April 27th, 2009

sempat terpikir di otakku yang tak kecil sebuah keraguan yang menyerang menusuk ke dalam rongga hati ketika seorang teman mempertanyakan,

“memang siapa yang bisa membuktikan kalo hari kiamat itu ada?”

sebuah pemikiran yang tak pernah melintas,
ide kecil yang begitu besar.

bukan berarti teman ini tak lagi memeluk agama dan kepercayaan yang sama denganku, namun ia dengan sertamerta mulai berhasil menginfluenceku.
jiwa detektif yang telah diturunkan oleh Hercule Poirot ke dalam sel-sel kelabu kecil di otakku pun bekerja (padahal cuma sekelas Frederick Trotteville).

tak hanya mempertanyakan hari akhir yang sering dijadikan tebak-tebakan oleh hampir semua orang, tapi aku mulai dengan parah mempertanyakan keberadaan Tuhan.
mulai mencari-cari literatur, berbincang-bincang sok serius dengan Philip seorang Katolik dan Robert seorag Protestan, mengandalkan kemampuanku sendiri untuk berdiskusi tentang Tuhan sebagai seorang muslim.

mencuri waktu untuk membaca buku “Para Pencari Tuhan” karena dilarang ayahku, takut aku tak mampu memahaminya lalu berubah menjadi musyrik.

namun pada akhirnya aku terkesima dan sadar, bahwa Tuhan begitu jelas keberadaannya, nyata, mengalir dalam darahku, menyertai tiap hela nafasku.

“sistem maha indah yang terdiri atas matahari, planet, dan komet-komet ini hanya mungkin berasal dari rancangan dan kekuasaan Wujud yang cerdas dan perkasa…Dia abadi dan tak terbatas, maha kuasa dan maha mengetahui..keberadaannya tak berawal dan tak berakhir, kehadirannya mencakup segala ketakterbatasan; Dia mengatur segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu yang akan atau dapat dilakukan…” (Sir Isaac Newton)

jarak rindu

Monday, April 27th, 2009

ayah,
kerinduanku pada hangat tatapmu
mengalir mengisi rongga dada
kasih sayang tak berkesudahan yang kau semat,
menguatkanku bagai matahari

tak pernah kutemu samudera seluas hatimu
dengan kedalaman cinta tiada batas

bagimu hari telah usai,
maka rembulan akan menemanimu
karena keabadian cintamu telah merelung bumi

hanya kepada malam kutitipkan terima kasih padamu
karena cintamu adalah pedoman
pengiring tiap langkah menembus segala warna

kini alam telah memisahkan kita begitu jauh
sementara jarak antara kita hanya bisa kutempuh
dengan doa

Julia Hardy dan Tatie Hardy Weber,
kami persembahkan untukmu ayah

tumpukan rindu

Friday, April 24th, 2009

tergesa-gesa kubenahi sepi yang berserak di kamarku
setumpuk luka usang masih menganga
tak terjamah berbulan-bulan
mencuri lekat pandanganku

berlembar lembar jerit rindu,
sekotak penuh coklat kasih sayang
tergeletak di samping potret berpigura kayu
tatapan penuh cinta dari dua pasang mata yang renta

ayah dan ibu,
kemana bisa kujemput rengkuhan kasihmu?

aku masih menginginkanmu

Thursday, April 23rd, 2009

aku melangkah dengan perasaan gelisah. bukan karena cuaca tak teduh ini. namun tubuh yang menemaniku bukanlah yang kuinginkan sejak tadi. aku merasa tak nyaman berdekatan dengannya.

memang, aku baru mengenalnya belum dua minggu, tapi tak kusangka sentuhannya di kulitku begitu kasar. tak kurasakan kelembutan dan perasaan tenang melalui jam-jam sibukku.

bersama perasaan galau ini, aku terkenang sosok lain yang begitu kurindukan, kulit coklatnya yang selalu terasa halus menyentuh kulitku, gerak tubuhnya yang mengalun bersama tubuhku,

aku benar-benar merindu..

tak pernah kulupa untuk selalu menyentuhnya dengan perasaan penuh cinta setiap kali. hatiku tenang bersamanya, tak pernah ragu melangkah kemana pun jarak kutuju.

ketika dengan segala rencana berkecamuk di kepala, kuputuskan untuk mengeluarkan sepatu coklatku lagi dan memakainya hari ini.

tak ada judul

Monday, April 20th, 2009

kau mencampakkanku
ketika dengan penuh rasa
aku mengaitkan cinta di hatimu yang coklat

waktu berdetik berkejaran
menggambar pola kusut
benang kedustaan tertutup cinta

aku bukan gadis kecil berpita
memangku tangan menunggu kehadiranmu

meski sendiri tanpa cahaya
aku lebih kuat dari karang-karang
jangan pernah berharap
ombakmu mampu menyerpihkanku..

tak kunjung padam

Monday, April 20th, 2009

deru angin beku
tanah basah berkerikil kecil-kecil
tetesan hujan menjeritkan perih
lapisan sunyi memerangkap jiwaku
kosong
tak ada tanda pelangi
dan bola pijar raksasa

percikan bara menumpuk penuh dasar hatiku
aku terbiasa dengan separuh hidup
memandang langit berkaca sinar bulan
api amarah merobek jantungku menjadi serpih

horrible birthday

senandung hati dan jiwa

Friday, April 17th, 2009

tanah airku tidak kulupakan
kan terkenang selama hidupku
biarpun saya pergi jauh
tidak kan hilang dari kalbu
tanahku yang kucintai
engkau kuhargai………..

lagu yang selalu membuatku meremang dilantunkan dengan penuh rasa oleh Adhy sang vokalis naff.

studio satu indosiar malam itu menampung puluhan jiwa yang ingin bersenandung bersama naff. Konser akustik spesial bertema Senandung Hati dan Jiwa merupakan launching album naff berjudul sama.

aku cuma tau 3 lagu, terendap laraku, kau masih kekasihku dan akhirnya kumenemukanmu.

lagu-lagu barunya tentu aku ga tau, tapi dengan petikan gitar kang dedi yang keren banget ditambah penghayatan adhy membawakan lagu, drummer, bassist dan guitarist (sori mas aku cuma inget nama dedi dan adhy doank) semuanya mampu menghanyutkan siapa saja yang terpaku malam itu.

akhirnya kumenemukanmu….
tersihir instrumen tradisional yang mereka sanding malam itu, dan ingat betapa aku mencintai lelaki itu.

absolutely keren banget naff malam itu, sayang aku melewatkan armand maulana yang tampil setelah aku bergegas pulang karena merindukan pangeran kecilku.

thanks kang dedi atas undangannya…
thanks naff…
thanks lelaki-lelaki yang aku cintai