Archive forApril 15, 2009

Kekecewaan Kartini

Ketika kembali mengitar pandang dan hati pada bumi Indonesia bertahun-tahun kemudian, perasaan Kartini mencelos.

Ada sedikit sesal yang memerih di ruang hatinya.
Dulu, tak sebersit keraguan untuk memajukan kaum yang begitu dipujanya, WANITA. mengangkat derajat kaum ini agar tak selalu dianggap buta aksara dan rela dibodohi lelaki.

kini apa yang diperbuat oleh mereka?
Emansipasi yang sering digaungkan menuntut persamaan gender, saat ini telah begitu absurd. Wanita dan lelaki menafsirkannya dengan cara mereka sendiri-sendiri.

bila merasa setara dengan lelaki mengapa masih ingin diperlakukan lebih?

Sudahlah, wanita itu jelas-jelas beda dengan lelaki, mulai dari kromosom, hormon, anatomi dan fisiologi yang menjadikan mereka saling melengkapi.
tak perlu selalu menyalahkan lelaki karena ketakpedulian mereka dan tak perlu pula menyalahkan wanita karena kebawelannya.

Kartini menolehkan pandangnya sekali lagi pada sosok wanita-wanita yang berlalu lalang di hadapannya. Ia berbisik pelan,

aku seorang wanita yang ingin dicintai, dimengerti dan dihargai oleh lelaki, dan aku yakin lelaki pun menginginkan hal yang sama.

Comments (58)