Kekecewaan Kartini

Ketika kembali mengitar pandang dan hati pada bumi Indonesia bertahun-tahun kemudian, perasaan Kartini mencelos.

Ada sedikit sesal yang memerih di ruang hatinya.
Dulu, tak sebersit keraguan untuk memajukan kaum yang begitu dipujanya, WANITA. mengangkat derajat kaum ini agar tak selalu dianggap buta aksara dan rela dibodohi lelaki.

kini apa yang diperbuat oleh mereka?
Emansipasi yang sering digaungkan menuntut persamaan gender, saat ini telah begitu absurd. Wanita dan lelaki menafsirkannya dengan cara mereka sendiri-sendiri.

bila merasa setara dengan lelaki mengapa masih ingin diperlakukan lebih?

Sudahlah, wanita itu jelas-jelas beda dengan lelaki, mulai dari kromosom, hormon, anatomi dan fisiologi yang menjadikan mereka saling melengkapi.
tak perlu selalu menyalahkan lelaki karena ketakpedulian mereka dan tak perlu pula menyalahkan wanita karena kebawelannya.

Kartini menolehkan pandangnya sekali lagi pada sosok wanita-wanita yang berlalu lalang di hadapannya. Ia berbisik pelan,

aku seorang wanita yang ingin dicintai, dimengerti dan dihargai oleh lelaki, dan aku yakin lelaki pun menginginkan hal yang sama.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • LinkedIn
  • Tumblr
  • TwitThis

Tags: ,

58 Responses to “Kekecewaan Kartini”

  1. idana Says:

    aku juga :D

    palagi aku
    :D

    [Reply]

  2. andivan Says:

    Aku suka kartini yang ini neh.. :D

    aku juga suka kartini yang ini :D

    [Reply]

  3. idana Says:

    Emansipasi tak harus melupakan kodrat sebagai wanita kan.. :D

    tulll!!

    [Reply]

  4. baratra Says:

    ehm seandainya wanita seperti kartini saja

    pake kebaya donk
    :D

    [Reply]

  5. denBaguse Says:

    berbeda sehingga harus saling mengisi dan melengkapi. bukannya disamakan.

    yupz setuju bro

    [Reply]

  6. ruanghati Says:

    kartini yg satu ini memang asik dan hebat ….
    perempuan memang berbeda dari lelaki …

    hehehe majulah kartini Indonesia ..

    :-)

    awaas nabrakkkk

    [Reply]

  7. Paluhlimbuy Says:

    Sosok Kartini di Jaman modernisasi.
    Karena itulah aku suka wanita ini…. :)

    suka apanya…??? ;)

    [Reply]

  8. anjari umarjianto Says:

    ini yg kusuka :
    “aku seorang wanita yang ingin dicintai, dimengerti dan dihargai oleh lelaki, dan aku yakin lelaki pun menginginkan hal yang sama”

    oh indahnya dunia!

    dunia indah karena aku huehehehe

    [Reply]

  9. tanyasaja Says:

    semoga aku mendapatkan kartini itu….doain ya sis (walah kok jadi ngaco komentarnya) hahaha… lg error sis maklum hehe

    iya iya kudoakan
    tapi jangan lupa kow bro kalo dah dapet aku ditraktir
    jangan pisang bakar yaa
    huehehehee

    [Reply]

  10. yangputri Says:

    aku menyukai sosok kartini :D

    yuuukz

    [Reply]

  11. Hilman Says:

    Memang sudah semestinya Emansipasi yang diangkat oleh R.A. Kartini, dikembalikan pada makna yang sebenarnya. :)

    setuju bro

    [Reply]

  12. Kang Mas ™ Says:

    yang pasti harum namanya sist
    jangan sampai kecewakan dia :D

    aku tak ingin mengecewakannya

    [Reply]

  13. aba jelo Says:

    oh kartiniku, aku selalu merindukanmu….

    wahh kartini yang mana ini bro??

    [Reply]

  14. eret Says:

    kalo lelaki sama ama wanita, gak asik dong..

    iya donk

    [Reply]

  15. cintamentari Says:

    Selamat hari Kartini sist….

    selamat hari kartini jugaaa

    [Reply]

  16. Eka Situmorang-Sir Says:

    hehehhe, artikel satir menyindir wanita yan minta persamaan hak tapi ujung2nya minta diistimekan ;)

    huehehhee tau ajaaa diaaa

    [Reply]

  17. denBaguse Says:

    pekathik=pesuruh, jeng hehe
    tukang yang kerjaannya cm disuruh2
    ya begitu deh..

    huehehehe ternyataa

    [Reply]

  18. Joko JOGj Says:

    aku lagi cari kartini benaran …. ada ndak ya “jomblo”

    JOKOjog

    banyak lho ini dblogger yang jomblo
    keknya mang harus buka kontakjodoh.blogdetik.com

    [Reply]

  19. udinkoxx Says:

    “Sudahlah, wanita itu jelas-jelas beda dengan lelaki, mulai dari kromosom, hormon, anatomi dan fisiologi yang menjadikan mereka saling melengkapi.”

    hahaha aku setuju bgt
    Emansipasi yang wajar2 aja deh pokoknya :)

    hehehehe bener ya?

    [Reply]

  20. quen Says:

    kARTINI KALO masih hidup mungkin nangis………lihat Generasi generasi Kartini sekarang……….wow

    mudah2an dia ga nangis

    [Reply]

  21. josir Says:

    saling memberi…lebih mengasyikkan…tidak saling menuntut…

    seep setuju banget

    [Reply]

  22. yoana Says:

    Yukkk…,jangan sia-siakan perjuangan Ibu Kartini selama ini.
    Ayo semangat dan bangkit lagi Kartini Indonesia :D

    [Reply]

  23. uje78 Says:

    kartini sekarang seharusnya atasnya kebaya bawahnya jeans, maksudnyah kombine antara sikap kartini dengan kondisi modern….jadi ga sia2 perjuangan kartini..

    hidup kartono

    [Reply]

  24. immanent Says:

    “kartini sekarang seharusnya atasnya kebaya bawahnya jeans, maksudnyah kombine antara sikap kartini dengan kondisi modern….jadi ga sia2 perjuangan kartini..”

    Sekarang ‘kan emang udah jadi mode pakaian seperti ini? Atasan model kebaya + bawahan jeans, keren juga lho… ;)

    setuju tuh keren dan dah pernah aku coba koq
    thanks udah mampir sista

    [Reply]

  25. Iin Says:

    Jg sok tahu kartini kecewa!….
    sudah ada yang pernah jadi presiden!, ekonom indonesia juga diwakili kaum qt, teruji tdk goyah oleh krisis global, sudah mendatangkan devisa negara dengan pengorbanannya,sampai supir busway aja didominasi wanita karena keunggulannya….
    wah…wah…gue malah kecewa dengan penulisnya

    hihihi ada yang ngamuk
    suka2 gw donk namanya juga opini
    pasti yang komen ini wanita

    [Reply]

  26. matanaga Says:

    ya, ‘tak perlu saling menyalahkan’ kecewamu adalah kecewaku Tini?

    jangan saling menyalahkan tapi harusnya saling mensupport

    [Reply]

  27. sandiarya Says:

    mari kita sbg kaum adam dan hawa sbg lelaki dan wanita, sebagai pria dan gadis, sebagai lalaki jeung awewe.. mari kita bergandengan tangan menyambut masa depan dengan berdampingan seirama.

    mareee

    [Reply]

  28. Zen Says:

    Yin Yang seringkali dirusak oleh mereka yang Jablay

    waduhh

    [Reply]

  29. Musafir Kelana Says:

    good posting,

    salam kenal.

    lam kenal juga

    [Reply]

  30. R2G Says:

    Wanita Islam bercerminlah pada Khadijah agar tidak terjadi degradasi yang begitu besar dalam penjabaran perilaku sebagai seorang wanita…..

    :D

    [Reply]

  31. penjahithaifa Says:

    kartini kan suka pake kebaya, nah aku bisa jahit kebaya ….hihihi ngk yambung ah !
    yang jelas sudah saatnya wanita menjadi motor penggerak ekonomi keluarga ! jadilah wanita yang mandiri tanpa melupakan apalagi meninggalkan kodratnya…..salam -susi-

    [Reply]

  32. Widodo Rady Says:

    jadi kartini,
    nggak harus selalu sejajar dengan laki2 dalam kerjaan ataupun apapun,
    The Real Kartini adalah bahwa, wanita juga bisa sejajar dengan kaum laki2 dalam banyak hal
    nggak harus jadi presiden, menteri,pejabat,dll
    yang paling penting adalah bisa menjadi yang terbaik buat semua, kira-kira begitu Ms Julie,

    regard’s

    [Reply]

  33. grace4daily Says:

    heheh
    intinya kita saling mengasihi lah long

    buku gratis???
    kunjungi http://www.grace4daily.blogspot.com

    [Reply]

  34. Michael Says:

    Setuju, No Comment, emansipasi barat yg ekstrem, akhirnya menjerumuskan kembali wanita ke dalam ideal-ideal emansipasi yg justru dibangun kaum laki-laki (para pemikir dari kalangan pria), atau dibangun (kaum perempuan) dengan semangat untuk persaingan antar kaum. Bukankan resultan kekuatan vs kekuatan adalah gaya dan cara berfikir kaum laki2 ?, he..he..gaya berfikir patriarki menang lagi dah, cuma aja kali ini pelakunya kaum perempuan yg ngaku emansipasi, he..he..(kekuatan vs kekuatan, ego vs ego, laki-laki banget khan..?)

    [Reply]

  35. timur Says:

    Assalam.

    kekecewaan sering terjadi bila sering tidak terpenuhi hasrat ita.

    semoga semua orang sadar.

    kita hidup didunia ini untuk salaing mencintai bukan hanya untuk dicintai saja.

    thanks for comments dan semangatnya.

    ;-)

    Wassalam

    of course brother
    keep blogging

    [Reply]

  36. c kusnadi Says:

    Laki n perempuan sudah punya kodratnya masing-masing. Dua sosok yang berbeda tak mungkin disamakan. Kecuali ungkapan yang terakhir. Jika perempuan ingin dihargai n dicintai, laki juga begitu. Aku setuju. Salam…

    setuju….
    salam

    [Reply]

  37. dr_naziel Says:

    kromosom beda Xx sama Xy
    anatomi jelas beda ada lingga sama yoni
    kalo fisiologi or faal-nya seh ga jauh beda
    hormon beda atuh yang satu dominan estrogen satu lagi progesteron

    nah ini dia pakarnya dateng
    :D

    [Reply]

  38. sandiarya Says:

    nunggu postingan barunya neh

    kunjungi blogku juga untuk mendapatkan download buku gratis

    http://sandiarya.blogdetik.com/2009/04/15/the-excelusive-story-part-2/

    [Reply]

  39. depz Says:

    jadi inget lagu ada band

    “karena wanita sulit dimengerti…”

    :D

    bener tuh dek

    [Reply]

  40. anny Says:

    whueeee aku telat baca postingan mantabs mu ini sist :D
    Yup, aku setuju dengan pendapatmu sist.

    [Reply]

  41. nA Says:

    ehh iyaaa yaaa.. baru nyadar kalo ini april, hari jadinya kartini… kartini-kartini indonesia sekarang apa kabar ya??? makin dekat atau justru jauh dari harapan kartini ya?

    [Reply]

  42. Eri Labai Says:

    ada yang perlu diluruskan memang…malah anak dan suami ngga ke urus gara2 berkoar2 menuntuk kesetaraan gender..

    [Reply]

  43. an9el Says:

    apakah kartini akan tersenyum kembali setelah dia sempat kecewa oleh kaumnya ??

    [Reply]

  44. timur Says:

    Assalam.

    hidup kartini.

    wassalam.

    thanks for comments

    oya mbak kiat-2 biar kepilih jadi blog pilihan itu bagaimana?

    Wassalam

    kalo kiat2 itu tanya eyang aja ato gak mas kw

    [Reply]

  45. easy Says:

    kartini yang modern adalah yang tidak melupakan kodrat sebagai seorang wanita…

    [Reply]

  46. melly Says:

    aku pengen menjadi KArtini seperti

    [Reply]

  47. luvjoy Says:

    Julia,
    Kartini lebih akan sangat kecewa melihat jutaan perempuan Indonesia masih termajinalkan sehingga mereka terpaksa bekerja di luar negeri sebagai TKW dan tidak mendapat perlindungan dan advokasi hukum yang seharusnya.

    Penduduk usia kerja wanita sekitar 82 juta .Tingkat partisipasi pekerja wanita dibanding jumlah wanita usia kerja adalah 51 persen.Sebagian dari wanita bekerja itu menikah dan punya keluarga, punya anak. sebagian besar dari wanita itu bekerja karena kebutuhan ekonomi bukan karena ingin menuntut “kesetaraan atau kesejajaran mutlak” dengan pria. Tapi, karena sebagian dari mereka juga bekerja di bidang2 yang dimasuki pria dan kompetensi serta performa mereka pun dituntut sama dengan pria, boleh dong mereka menerima persamaan hak (misalnya upah dan kesempatan berkarir) dengan pria dalam hal pekerjaannya? Dan yes, karena wanita itu kodratnya adalah bisa melahirkan anak, apakah lantas mereka tidak boleh mendapat cuti 3 bulan untuk melahirkan dan mengasuh bayi?

    Can you tell me, berapa persen wanita pekerja di atas yang menuntut persamaan hak dengan lelaki yang menurut Kartini versimu itu ‘kebablasan’ sehingga membuat Kartinimu harus begitu kecewa?

    Negeri ini harus peduli kepada perempuan, karena hak mereka untuk mendapatkan kesetaraan yang wajar aja belum terpenuhi. Cita2 dasar Kartini itu saja belum tercapai. Kuota 30% perempuan di DPR aja tidak cukup. Seorang wanita pernah menjadi presiden atau beberapa menteri perempuan di negeri ini belum cukup.. sama sekali masih jauh dari cukup untuk mengangkat nasib jutaan perempuan yang masih termajinalkan. Untuk hal inilah seorang Kartini harus kecewa.

    Hehe, sis.. kali ini, aku tidak setuju dengan opinimu.. peace yaa.. (very nice article, though)

    hayaah panjang kale komennya
    ntar aja ya bacanya

    [Reply]

  48. and1k Says:

    numpang lewat

    [Reply]

  49. yenin Says:

    wanita oh wanita :D

    [Reply]

  50. Khoirul Huda Says:

    setiap org mungkin kurang lebih jg ingin d perlukakan yang sama.bukan lelaki ataupun wanita tp semuanya.sehingga muncul kata “perlakukanlah orang lain seperti halnya kita ingin d perlakukan” hal ini berlaku untuk laki2 ataupun perempuan,tanpa harus d ucapkan ksederajatanpun, setiap orang pasti menginginkanyya kalau mmg kita memerlakukan orang seperti kita ingin d perlakukan.

    [Reply]

  51. mrpsycho Says:

    hmmm..cerdas, semua saling melengkapi perbedaan yang ada,itulah yang membentuk kesetaraan

    [Reply]

  52. SanG BaYAnG Says:

    Waw..makin rame ajah ne..
    Semangat aja yak..

    [Reply]

  53. Kinanti Says:

    Kenapa kartini kecewa?
    Salam kartini.

    [Reply]

  54. MT Says:

    “panggil aku kartini saja” kata Pram

    [Reply]

  55. okta sihotang Says:

    aku netral…..
    hihihiihiii dikeplang julie

    [Reply]

  56. irul Says:

    andai kartini hidup, dia akan menangis karena idenya telah diselewengkan oleh banyak wanita

    [Reply]

  57. hes Says:

    kata emasipasi memang kerap jadi kambing hitam ya sista ..

    [Reply]

  58. wedding dresses Says:

    Wow, this is very useful.. Thanks for sharing this and hoping I could implement it too.

    [Reply]

Leave a Reply