Archive forApril 30, 2009

rest in peace

aku memandang wajahnya. kelopak matanya tertutup rapat. garis-garis lelah terlihat nyata. ilalang jambangnya yang selalu terasa kasar di kulitku. bibirnya yang merah. hmmm betapa hangat bibir itu merasukiku.

dadanya naik turun seirama hembusan nafas. tak terhitung berapa kali kulit lidahku menyentuhnya semalam. resapan aroma tubuhnya begitu kuat menghujam indra penciumanku.

barangkali dia bosan padaku. hanya malam ini kau boleh menyentuhku yang terakhir, itu katanya. bagaimana aku mampu berpisah dari
jeratnya?

kusentuh pipinya sekilas, tak ingin membuatnya terjaga.

aku akan pergi meninggalkan malam-malammu.

Comments (48)