perempuan lain (7)
nbsp;http://julie.blogdetik.com/2008/11/20/pe…
http://julie.blogdetik.com/2008/11/20/pe…
http://julie.blogdetik.com/2008/11/21/pe…
http://julie.blogdetik.com/2008/11/26/pe…
http://julie.blogdetik.com/2008/11/28/pe…
http://julie.blogdetik.com/2008/12/12/pe…
dari pagi tadi hapeku telah diramaikan oleh sms dan telfon dari lelan dan fery, keduanya adalah teman yang aku temukan secara tak sengaja di kolom fesbuk. sebenarnya dibilang tak sengaja juga tak sepenuhnya benar karena mereka adalah teman dari friska, teman esemaku yang sekarang berdomisili di bandung.
ini adalah pertemuan pertama kami.
di coffeeshop salah satu mall besar di daerah cilandak, jakarta selatan, jam 14.00 wib.
aku mengenakan dress hitam selutut dan selop datar yang cantik. tepat pukul 14.00 aku tiba di depan coffeeshop itu, kulihat tak semua meja terisi, tapi di sebelah kanan pojok ada seorang lelaki berkaca mata yang duduk menghadap leptop yang membuka. dari ciri-cirinya aku memastikan bahwa dia adalah fery.
aku menghampiri mejanya dengan langkah pasti. ketika aku tiba, dia menengadahkan wajahnya dan tersenyum lebar.
“vera… pasti”, ia berdiri dan menyambut uluran tanganku.
“fery hehehe akhirnya kita ketemu ya”, sahutku menjabat tangannya erat.
“duh..ternyata lebih cantik dari fotonya”, fery menggodaku.
“yah dah biasa sih dibilang cantik”, jawabku sambil tertawa.
fery ternyata seorang lelaki yang cukup tinggi. badannya proporsional, berkulit putih dengan rambut pendek ikal yang bersih tercukur. dia adalah sosok lelaki yang akan dilirik oleh setiap perempuan, tinggi, tampan dan hmmm wangi.
kami berbincang seputar kegiatan masing-masing. fery bekerja sebagai kepala cabang di sebuah showroom mobil di daerah bekasi. memiliki seorang anak dan tanpa istri.
ketika kami sadar telah berbincang begitu asik, tiba-tiba hapeku berdering, dan ada nama lelan memanggil. aku mengangkatnya.
“halo, lan. udah sampe mana?aku dan fery udah di sini”
“ver, sorry deh, gw ga bisa ikutan. suami gw lagi ngambek nih”
“duh gimana sih kan elo yang nentuin hari ini”
“iya gw tau tapi nih tiba-tiba dia ga jelas, dia kira gw mau ketemu cowo selingkuhan”
“makanya elo sih kebanyakan. nih ngomong sendiri ma fery”
aku mengangsurkan hapeku ke arah fery.
fery tak mengobrol lama dengan lelan dan segera mengembalikan hapeku.
akhirnya, hanya aku dan fery di sini. seperti sebuah kesengajaan rasanya karena lelan telah lama berusaha menjodohkan aku dan fery. katanya vera itu jodohnya emang fery. yah kita lihat saja apakah fery seasik tampangnya.
***
siang yang panas. surya baru saja menelfonku dan mengajak bertemu, tapi entah kenapa aku tak berhasrat untuk menemuinya. dorongan dari dalam diriku untuk mengakhiri kisah cinta tak jelas ini semakin kuat saja. hari ini suami istri itu sama-sama menggangguku dengan cara mereka yang berbeda. surya terus menerus mengajakku bertemu, dan lina terus menerus mengirim sms atas nama suaminya. aku telah memilih terlibat dengan masalah dan aku baru menyadarinya sekarang.
hapeku kali ini berdering. nomor yang tak kukenal.
“halo..”, sahutku
“halo..”, sebuah suara perempuan di seberang
“ya..ini siapa?”, tanyaku
“saya diana, mau bicara dengan vera”, jawab suara di seberang
“ya saya vera, ini diana yang mana ya?”, tanyaku lagi
“saya temannya surya, kenal kan?”, jawabnya lagi
aku terdiam sejenak. aku harus berhati-hati.
“surya yang mana ya?”, sahutku mencoba mencari keterangan
“surya yang tinggal di mampang”, jawabnya
“mungkin anda salah sambung”, sahutku tak ingin terjebak
“oh gitu ya?maaf ya”, sahutnya.
dan ia menutup telfon. aku menghela nafas. ada kegelisahan yang tiba-tiba menyerang.

