bergelung sepi

aku tak pernah membayangkan suatu ketika saat aku berusia tiga puluh dua tahun, dengan penuh kesadaran ternyata aku merasa begitu sepi. keceriaan dan tawa yang aku persembahkan pada orang-orang di sekelilingku hanya sebuah presentasi palsu untuk menutupi kerapuhan, aku terlihat kuat, bahagia dan sempurna.

akan hadirkah mereka di jagat berikutnya? selalu tanyaku setiap kali hati mengerat rindu ingin bertemu orang-orang yang kucintai. berulang kali memendam harap yang tak mau pergi, mengelebatkan slide kehidupan bahagiaku ketika mereka semua masih berada di sekelilingku.

pada suatu masa saat aku terpuruk dalam kehilangan yang sangat dalam, sepasang tangan menangkapku dalam pelukannya, menyodorkan kedua bahu dan hatinya untuk tempat aku berteduh. aku merasakan kehangatan, kasih sayang dan cinta yang begitu besar menjadi lentera dalam kegelapan jalanku.

mengenal dan merasa dekat dengannya menjadi semacam rutinitas yang membuat aku bersinar lagi.

namun, semua itu hanya sebentar..
karena ia kembali meninggalkanku
merasakan kehilangan yang tak henti bertubi-tubi
seperti sebuah kebiasaan

seperti bintang yang ingin selalu bercahaya
seperti bumi yang ingin selalu berputar dengan setia
seperti itulah aku


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • LinkedIn
  • Tumblr
  • TwitThis

32 Responses to “bergelung sepi”

  1. tanyasaja Says:

    pertamaaaxxxx dulu aaahh

    ambiiiiil

    [Reply]

  2. tanyasaja Says:

    kesepian dalam jiwa yang riuh…. nikamtanya kesendirian bagai awan yang berlari sendiri tetap jauh mengapai bintang dan langit yang luas, tidak bisa menutupi semuanya…. bagai karang besar diterjang ombak…. biarkan sepi asal jiwa penuh riang dan ceria serta riuh disetiap detaknya :)

    tak guna riuh bila sepi di hati

    [Reply]

  3. papadanmama Says:

    nice post, keep posting :)

    [Reply]

  4. yangputri Says:

    setuju ama joel
    biar sepi mendera, asal disekeliling kita banyak orang yg menyayangi, akan jd ceria dan riang di dalam jiwa kita

    semanga trus jul :D

    kata sapa put?
    hihihi

    [Reply]

  5. dr_naziel Says:

    Itu Namanya Waham, Jeng…
    Bersikap ramai dan ceria, padahal dibalik itu sedih dan sepi….

    bahasa apa pulak itu pak?

    [Reply]

  6. syMB4h3 cool Says:

    kunjungan balik
    Ambil a ward-nya ya di blog aq
    scriptnya ada di bawah, sidebar sebelah kiri. SALAM ACTION !!!
    TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA

    [Reply]

  7. depz Says:

    tetaplah bercahaya seperti bintang
    dan berputar setia seperti bumi
    kak

    [Reply]

  8. anny Says:

    Kita butuh rasa sunyi itu untuk sesaat sist, untuk merenung juga menelaah semua agar berjalan lebih baik :)

    [Reply]

  9. MT Says:

    pada sepi, kita bisa merasakan yang sebenarnya.
    pada harap, kita bisa kembali bercahaya
    pada ramai, kita bisa menelaah kisah
    pada lengang, kita bisa resapi akhirnya

    [Reply]

  10. idana Says:

    koq kow kesepian sih kak ??
    bukankah tiap malam aku selalu menemanimu ?

    [Reply]

  11. andivan Says:

    tiga puluh dua tahun.. sama dong, sist.. dah tuwak ye..hehehe..
    kala sepi.. hampa.. sedih.. bahkan bahagia.. semua ada waktunya..
    nikmati dan jalani dengan senang hati.. :)

    [Reply]

  12. ruanghati Says:

    percaya dek kak … **** berasa jadi adeknya julie hihihih…
    dia pasti kembali …..

    :-)

    [Reply]

  13. » Fiksi itu, dan harga sebuah persahabatan….. p.s. i love you Says:

    [...] dari posting sebelumnya, yang tokoh utamanya adalah para blogger: mou, luv, julie dan (ehm) [...]

  14. aku berselingkuh, dan ini catatannya… » Tentang mou, ella, luv, dee dan…. Says:

    [...] dari posting sebelumnya, yang tokoh utamanya adalah para blogger: mou, luv, julie dan (ehm) [...]

  15. luvjoy Says:

    seperti itulah kamu
    kesepian tak akan pernah menderamu
    karena ramaimu lebih nyata dibanding sunyimu

    (lebay bgt ya.. huaaaaaaaaa,… melllowwwww hiksss)

    [Reply]

  16. luvjoy Says:

    tau ah
    hati gue berantakan.. cut into pieces… (duhhh kok jd curhat yah)

    [Reply]

  17. komuter Says:

    salam kenal,

    [Reply]

  18. eman Says:

    harapan seorang wanita akan selalu di dengar dan di perhatikan oleh tuhan

    [Reply]

  19. acut Says:

    jiwa ku kosong..gak tau mau bilang apa..

    [Reply]

  20. ucu atan Says:

    selamat malam
    datang nak mengenalkan diri

    [Reply]

  21. widdy Says:

    ermmmmm……bingung mo komen apa???
    pisss aza dech

    [Reply]

  22. icai Says:

    sepi itu indah
    sepi itu menyenangkan
    sepi itu menguatkan

    [Reply]

  23. achoey Says:

    Berarti
    Kau sungguh spesial
    Sobat :)

    [Reply]

  24. waw Says:

    dengan merasakan hampanya kesendirian dalam sepi, kita kan makin bersyukur dan menghargai arti kebersamaan…

    salam kenal..

    [Reply]

  25. zuanlovers Says:

    walaupun kita single tapi harus tetap happy dong ok kak julie.kan masih banyak sahabat2 diluar sana yang sangat menyayangi kita.

    [Reply]

  26. uni Says:

    terkadang sepi itu menyenangkan :D

    [Reply]

  27. winmit Says:

    sepi … … dalam kesepian datang inspirasi untuk membuat puisi
    heeeeeeeeeeeeee

    [Reply]

  28. hes Says:

    .. uhh sepi. ringsik. kerinduan ini sungguh mengusik.

    [Reply]

  29. boeding Says:

    Aku suka Kalimat awal di paragraf terakhir…

    [Reply]

  30. bintangtimur Says:

    Sepi bukan berarti tidak bahagia, kadang di kala sepi angan bebas melayang pada sesuatu yang tidak mungkin kita lakukan dalam kenyataan… :)
    Salam!

    [Reply]

  31. Eka Situmorang - Sir Says:

    Siklus kehidupan
    ada yg datang ada yang pergi
    ada keramaian ada kesepian
    terserah hati ini bagaimana memaknainya…

    jgn bergelung sepi.. bergelung berlian aja sista :D

    [Reply]

  32. AndrewBoldman Says:

    Hi, cool post. I have been wondering about this topic,so thanks for writing.

    [Reply]

Leave a Reply