Archive forMay, 2009

sebab aku perempuan

malam ini kembali kugulung dengan selimut sepi. setelah dengan penuh rasa mengecap butiran peluh yang menetes hangat ke dalam pori-poriku. sejam yang lalu.

tubuh kekarmu yang coklat keemasan selalu terlihat mengkilat di mataku, menggigilkan aku dalam kemasan gairah yang dahaga tak terpuaskan. ingin selalu merengkuh indah cintamu dalam tubuhku.

namun tak pernah lama kulebihkan rebahan di dadamu yang bidang, karena dengan sekedip mata kau berlalu meninggalkanku.

menuju peluk hangat perempuan yang memilikimu.

untuk seorang sahabat

Comments (32)

denganku ada apa??

There’s nothing wrong with this contagious relation. The uneven thing was me. How I as a jerk in your eyes made all composition became flakes.

Melangkah menghempas jejak mungil satu persatu. Di bawah naungan langit berwarna biru yang berusaha membentuk pola putih bergelombang dari awannya. Sang pemberi cahaya menghardikku dengan teriknya. Tak berusaha mengendurkan saraf melembutkan hati.

Aku memandang bayangan yang telah separuh lebih melekat ke kepala. Tak berguna melekatkan gaun cantik ini ke tubuhku sejak pagi-pagi berhias wangi mawar dan senyum berbinar.

Coreng dan sayatan. Itu yang kini kau tebar di nadiku.

Setelah tak puas dengan hanya sepasang bibir yang mencumbu, panas telapak tanganmu pun mencatat perih kulit mulusku. Tak henti mengikrar janji untuk tak terjadi lagi. Dan seruan bodoh yang berulang-ulang terlontar meluluhkan.

Tak perlu menjadi lilin lagi. Aku kuat. Tak pantas kau merejam hatiku lebih dalam.

Comments (33)

Next entries »