kalau marah, aku…
Tuesday, June 30th, 2009menelan bintang,
menampar matahari,
mengacak-acak gumpalan awan,
memutar warna warna pelangi
meringkuk dingin di kaki langit.
kalau marah, kamu ngapain???
menelan bintang,
menampar matahari,
mengacak-acak gumpalan awan,
memutar warna warna pelangi
meringkuk dingin di kaki langit.
kalau marah, kamu ngapain???
ia seorang lelaki bergelimang cinta.
namun lihat sore ini gurat wajahnya gontai. senyum meninggalkan langkah tiba-tiba dari ruas bibirnya. matanya yang berkaca tak bercahaya. helaan nafas terpelintir udara pengap.
topi seleksi hidup telah memilihnya untuk terlahir sebagai laki-laki dengan kisah yang tak mampu ia pahami. tulisan lara dan bahagia memenuh setiap lembar buku harinya. mama, papa, adik perempuan cantik belum terasa lengkap dengan cinta.
apa yang kau cari lelaki?
pusar hidup penuh cinta tak bertepi?
nikmati saja menjadi muggle dengan tumpukan hijau biru pemicu detak jantungmu
karena cinta ada di setiap detak jam waktu
hidup mengajarkan manusia tentang bersyukur. nikmat apapun dari Sang Pemberi.
rentangan kisah satu persatu bergulir. coba saja ingat kapan terakhir merasakan luka. bagaimana rasanya? lalu apa yang kau oleskan di atas perih lukamu? tangisan? lalu kemarahan? dan bagaimana rasanya luka itu sekarang? mengering? hilang? atau terasa sangat dalam?
semua warna yang terkuaskan di atas lembaran hidupmu adalah takdir dariNya. warna apapun yang ia pilih, kau harus tau bahwa itu warna terbaik untukmu.
jangan menangisi luka. jangan menggelung diri dalam sedih.
warna merahkah atau jingga, semua indah dan penuh arti.
mengerjakan peer jilly dan ucie.
Five Things Found In My Bag
ceceran dompet hitam panjang, kaca mata berframe coklat, sisir (oh my gosh disisir berapa kalipun rambut ini tetep….), kopi instant sachet, tissue Paseo.
Five Things Found In My Purse
lembaran uang dengan dominasi warna biru (seribuan maksudnya), id card pastinyaa, kartu nama tak seberapa, bukti transfer atas nama rian setiawan (hayooo ….), foto si botak.
Five Favourite Things In My Room
bantal, selimut ijo, enrico, books, gelas “kakek rico”.
Five Things I Always Wanted To Do
membesarkan enrico dengan segenap cinta, mencintai enrico, menjadi cahaya buat siapa saja, tiga aja deh….
Five Things I Currently Into
mencintai enrico, mencintai seorang lelaki, mencintai hidup, mencintai Tuhan, mencintai teman2.
The Person Who Inspired You Now Is
enrico maheswara
Next Questions:
1. Punya handphone? Ya lah masa ga punya
2. Merk + tipe handphone? Nokia, Nokia, Siemens
3. Warna/gambar theme yang lagi dipakai sekarang? julie dan enrico, ga pake gambar jadul, ga pake gambar juga
4. Wallpaper? duh sama kaleee
5. Warna casing? silver, silver, gold
6. Aplikasi/folder yang pertama keliatan begitu tekan tombol ‘menu’? semua menu, messages, messages
7. Bahasa yang digunakan di handphone? english all
8. Kapasitas baterai saat ini? full
9. Pakai slot memory? Jenis? Ya, ntah
10. Total kapasitas slot memori? Sisa kapasitas yang belum terpakai saat ini? ga pernah ngecek
11. Choice: Banyak terisi untuk apa memorinya? sms,sms,sms
12. Ada fitur koneksi Bluetooth? Ya, ga, ga
13. Nama Bluetooth kamu saat ini? julia enrico
14. Aplikasi yang paling sering kamu gunakan? web, games
15. Sisa pulsamu saat ini? 86.654, 22.154, 0
16. Provider seluler yang kamu pake? telkomsel, idn xl, indosat
17. Nomer handphone? hayyaaaah cari aja di agenda
Next Target
haruskah??
1. kekasihku yang bener paluhlimbuy
2. kekasihku (boong dink) pringgondani
3. kekasihku (apalagi yang ini lebih boong) Aa
4. kekasihku (kalo ini sih ga tau bener apa gak) MT
5. kekasihku luvjoy
6. kekasihku moulin
7. yoan
8. sista eka
9. matanaga
10. sucimanize
sudaaaaaaah.
ia terpaku dalam cincinku
rajut sinarnya meredup seiring cahaya yang kutuang membasah di tepi hatinya
awan menunggu di balik kabut
aku merasa lelah dan kalah
matahari memancarkan panasnya dengan segenap tenaga
namun aku kedinginan
bersama lapisan sunyi yang membungkus hati
gerhana akan melepas matahari
memandang lapisan langit bersulam bintang.
merasakan ketuk berirama di balik dadamu yang bidang.
rekatan jari-jemari yang menyimpul, menuangkan senyawa kimia cinta bertaburan di sekujur tubuh kita.
berdua, memeluk pagi.
untuk enrico yang kucintai.
untuk marthin yang pernah kucintai.
untuk semua orang yang kucintai.
di sudut jalan pertama kali ia menyadari sesuatu yang aneh. pita-pita mimpinya membelit tak beraturan. saat ia membelok dan membaca peta perjalanan, sang kawan menepis harapan indahnya untuk tiba dan berbaring nyaman di tujuan.
sang kawan berkuasa penuh membuat goresan-goresan berdarah di permukaan hatinya. beribu banyaknya. dilucutinya penuhan luka itu pelan-pelan namun kembali terbarui oleh goresan lainnya.
ia pergi meninggalkan sang kawan…
beberapa waktu berlalu dalam diam yang panjang. hening membuka kelopak mata sang kawan pada kerinduan. cinta, sentuhan, kelebatan rasa nyaman yang biasa ia pendam.
namun, ia tak membuka lagi ruanghatinya. cukup memaafkan, dan menyimpan semua sebagai kenangan, tak perlu bernaung lagi dalam serpihan samudra hatinya.
pergilah dan jangan menoleh lagi…
dear J,
begitu rupa kau keluarkan aku dari hatimu
sehingga tak bersisa cinta rindu dan apapun juga
tak mudah ternyata menjadi peselingkuh. apalagi buat aku yang baru mencoba. tunggu dulu, bukan aku sengaja mencoba untuk berselingkuh, hanya sedikit tersandung ketika bertemu dia.
keseharianku sebagai ayah dan suami dari seorang perempuan luar biasa yang selalu asyik tanpa protes mencintaiku tak meluputkan diri terjebak profesi ini. kurangnya apalagi ya dia? hampir tak ada. kemesraan, kasih sayang, canda tawa kurcaci kecil kami terasa lengkap sudah.
hingga sebuah badai menerpa, berupa sosok wanita dengan mata bercahaya yang menelanku penuh ke dalam hatinya.
ekstra energi membagi hati dan waktu pada dua wanita itu. belum lagi harus kuberi waktu sempitku memanja kedua makhluk kecil tercinta itu. separuh ingin berada dalam kenyamanan tak terperi bersama keluarga dan separuh ingin memeluk dan mendekap kehangatan wanita penggagas hasrat penuh aroma cinta.
paruhan waktuku sulit mengaturnya. belum lagi tatapan marah dan curiga, tatapan penuh cinta, duhhh…sulitnya mendua.
dengarlah gerhana,
aku tak pernah berhenti mencintaimu…