jakarta, 18 juni 2009
pada hari ini ingin aku ceritakan saat terakhirku bersama julia dan enrico. aku tiba di jakarta dengan suasana hati penuh kerinduan dan semangat untuk bertemu mereka yang telah sekian lama kutinggalkan. pertemuan kami seperti baru berjumpa. tiada pelukan kerinduan yang terdapat di mata julia. pembicaraan kami juga tidak banyak. karena julia sibuk dengan sms dan telpon yang ia terima entah dari siapa saja.
hari-hari yang kami lalui penuh dengan diam dan bisu. ada lagi yang aku sungguh tak menyangka, lepas malam pertama aku tinggal di tempat itu, julia menanyakan sampai kapan Marthin tinggal di jakarta? sempat aku tersentak kaget namun aku tak kecewa karena aku berpikir kalau maksud julia baik.
malam terakhir di rumahnya aku berdoa. selama ini karena dialah aku selalu diberi kekuatan dan penghiburan.
sehari sebelum aku berangkat, kami bertiga menghabiskan waktu berjalan-jalan di mal puri, aku menyempatkan diri ke gramedia untuk membeli Alkitab. aku senang karena mendapatkan alkitab yang bagus dan unik.
kami beranjak dari sana menuju rumah sambil bercanda dengan enrico. saat itu kurasakan hatiku bahagia dan aku begitu terhenyak betapa aku telah menyia-nyiakan waktu indah bersama mereka sebelumnya. sampai saatnya julia disibukkan lagi dengan hapenya.
senin pagi, seperti biasa aku membangunkan julia untuk sholat subuh. karena aku pikir inilah saat terakhir aku berbuat ini untuk dirinya. semalaman aku tidak tidur karena memandangi mereka berdua untuk terakhir kalinya. julia bersiap untuk berangkat kerja dan aku bersiap berangkat ke bandara menuju samarinda. aku mengucapkan selamat tinggal pada mereka.
“selamat tinggal julia semoga kamu selalu baik-baik saja. semoga keputusanmu adalah yang terbaik untukmu”.
iya hanya tersenyum dan menyalamiku. ketika ia melihat air mataku jatuh, ia pun memelukku sekilas. tak kurasakan kehangatannya lagi.
setelah itu aku pamit pada enrico.
“rico harus dengerin mama, ga boleh nakal, rico juga harus sayang mama. nanti kalo udah besar harus bisa jaga mama. maafkan papa tidak bisa bersama kalian dan berada di sampingmu”.
Aku sangat menyayangi kalian setulus hatiku.