sedari kecil aku tak pernah menyambut kehadiran hari raya idul fitri tanpa suka cita. meski sering sakit-sakitan berpuasa dan di hari lebarannya pun, aku tetap ceria. karena suasana bahagia berkumpul bersama tak hanya orang tua, kakak-kakak, adik, kakek, sepupu-sepupu, om dan tante, pakde, bude, paklik, bulek. semuanya pasti terlihat bahagia.
keadaan itu berlangsung terus menerus sehingga usiaku dua puluh lima. aku memutuskan berpisah dari rumah yang begitu kucintai dan kedua orang tua serta seorang kakak dan adik yang masih tinggal di dalamnya. kakak-kakakku yang lebih besar telah lebih dulu merantau ke segala penjuru dunia.
sejak hari itu, suasana lebaran begitu berbeda. tak pernah lagi aku melaksanakan sholat ied di masjid jami’ dekat rumahku, selalunya aku baru pulang mudik pada hari pertama atau kedua lebaran. tak apa rasanya karena pekerjaanku menuntut waktu yang sedemikian banyak, yang penting tetap bisa bertemu dua orang yang kucintai dan kakak-kakak serta adikku.
lalu ketika setahun lalu, ibu pergi meninggalkan kami, hanya beberapa hari sebelum hari ulang tahunku. suasana lebaran menjadi sangat berbeda. apalagi saat itu aku juga baru berpisah dengan suamiku. aku merencanakan pulang pada hari lebaran dan bisa berada lagi di rumah untuk sholat ied karena pekerjaan baruku memungkinkan aku untuk bisa pulang lebih awal. tapi, karena aku dan semua saudara-saudaraku telah berkumpul pada bulan april untuk melepas kepergian ibu, maka lebaran tahun lalu kami memutuskan untuk tak bertemu. sulit mencari waktu buat kami berkumpul bersama seluruh keluarga karena kakak-kakak dan adikku berada sangat jauh.
ayah dengan maksud menghibur hatinya, berlebaran bersama salah seorang kakakku. dan memutuskan keliling eropa dan asia setelahnya. dan lalu pada awal tahun ini aku menyusun rencana kembali untuk pulang berlebaran bersama ayah dan kakak2ku yang berjanji pulang juga.
tapi, kekuasaan Sang Pencipta tentu tak mampu mengalahkan keinginanku, setelah pulang dari jalan-jalannya, ayahku menyusul ibu. dan lalu kami anak-anaknya pun berkumpul kembali dalam suasana yang sama.
Lebaran tahun ini menjadi sangat berbeda, tak tau harus kemana karena keputusan untuk berkumpul bersama menjadi sulit kembali.
aku ingin ia cepat berlalu.