Archive for September, 2009

Sepenggal Kisah Sesiap Makan Malam

Wednesday, September 30th, 2009

Terima kasih kepada Julie yang telah memberi kehormatan kepada saya untuk posting tulisan ke mari. Kehormatan ini datangnya tak terencana. Mula-mula saya kepingin bincang-bincang dengan dia lewat telepon sambil menghabiskan secangkir kopi sesiap makan di warung langganan. Tombol pada ponsel terpencet. Ketika nada lagi sambung berbunyi.. tuiiit.. tuiiit.. mendadak saya teringat sesuatu yang bikin jantung berdegup rada kencang. Saya baru teringat kalau yang pegang ponsel di seberang sana seorang perempuan yang mengaku dirinya sebagai racun dunia. Saya lupa bawa masker pengaman! (more…)

eid mubarak

Thursday, September 17th, 2009

baju tunik untuk sang putri
bertatah batu merah delima
di ambang pintu hari yang fitri
mohon maafkan salah dan dosa

selamat iedul fitri.

lebaran cepatlah berlalu

Tuesday, September 15th, 2009

sedari kecil aku tak pernah menyambut kehadiran hari raya idul fitri tanpa suka cita. meski sering sakit-sakitan berpuasa dan di hari lebarannya pun, aku tetap ceria. karena suasana bahagia berkumpul bersama tak hanya orang tua, kakak-kakak, adik, kakek, sepupu-sepupu, om dan tante, pakde, bude, paklik, bulek. semuanya pasti terlihat bahagia.

keadaan itu berlangsung terus menerus sehingga usiaku dua puluh lima. aku memutuskan berpisah dari rumah yang begitu kucintai dan kedua orang tua serta seorang kakak dan adik yang masih tinggal di dalamnya. kakak-kakakku yang lebih besar telah lebih dulu merantau ke segala penjuru dunia.

sejak hari itu, suasana lebaran begitu berbeda. tak pernah lagi aku melaksanakan sholat ied di masjid jami’ dekat rumahku, selalunya aku baru pulang mudik pada hari pertama atau kedua lebaran. tak apa rasanya karena pekerjaanku menuntut waktu yang sedemikian banyak, yang penting tetap bisa bertemu dua orang yang kucintai dan kakak-kakak serta adikku.

lalu ketika setahun lalu, ibu pergi meninggalkan kami, hanya beberapa hari sebelum hari ulang tahunku. suasana lebaran menjadi sangat berbeda. apalagi saat itu aku juga baru berpisah dengan suamiku. aku merencanakan pulang pada hari lebaran dan bisa berada lagi di rumah untuk sholat ied karena pekerjaan baruku memungkinkan aku untuk bisa pulang lebih awal. tapi, karena aku dan semua saudara-saudaraku telah berkumpul pada bulan april untuk melepas kepergian ibu, maka lebaran tahun lalu kami memutuskan untuk tak bertemu. sulit mencari waktu buat kami berkumpul bersama seluruh keluarga karena kakak-kakak dan adikku berada sangat jauh.

ayah dengan maksud menghibur hatinya, berlebaran bersama salah seorang kakakku. dan memutuskan keliling eropa dan asia setelahnya. dan lalu pada awal tahun ini aku menyusun rencana kembali untuk pulang berlebaran bersama ayah dan kakak2ku yang berjanji pulang juga.

tapi, kekuasaan Sang Pencipta tentu tak mampu mengalahkan keinginanku, setelah pulang dari jalan-jalannya, ayahku menyusul ibu. dan lalu kami anak-anaknya pun berkumpul kembali dalam suasana yang sama.

Lebaran tahun ini menjadi sangat berbeda, tak tau harus kemana karena keputusan untuk berkumpul bersama menjadi sulit kembali.

aku ingin ia cepat berlalu.

hanya ikutan tren

Saturday, September 12th, 2009

Di halte berkumpul anak-anak muda berpakaian “berbeda”. Mereka bilang “Anak Punk”. Mereka mengisi kehidupan apa adanya. Pekerjaan mereka mengamen. “Bukan pekerjaan, tapi kehidupan!” kata salah seorang yang bibirnya ditindik dengan sebentuk cincin logam. Bagi mereka hidup mesti dijalani apa adanya. tak perlu repot jadi budak orang-orang kaya. hiduplah dengan apa yang kamu bisa. hidup sesuai panggilan hati nurani. makanya mereka tak suka dibilang ngamen sebagai pekerjaan. “ngamen adalah bagian dari hidup!” kata yang paling jangkung.

Aku tertarik dengan salah seorang dari mereka, yang mengenakan oblong bergambar siluet Che Guevara. “Gambar siapa itu? Keren banget!” pancingku. Yang ditanya menjelaskan gambar siluet itu adalah seorang pejuang pembela kebenaran. Pejuang yang melawan kemiskinan. kulihat yang lain hanya planga-plongo saja. menyibak kesan, mereka hanya sekedar ikut-ikutan.

che-guevara
Aku bilang padanya, itu seperti gambar wajahnya Che. Pemakai kaos oblong bergambar siluet Che itu sama sekali tak mengenal Che. Itu dia tunjukkan ketika bertanya padaku, siapa Che yang saya maksud. Saya terpaksa harus menjelaskan sedikit informasi tentang orang Cuba yang menjadi andalan Fidel Castro itu. Perbincangan kututup dengan slentingan, “Kalau saja orang indonesia tahu profil si Pitung, mungkin gambar Pitung lebih populer ketimbang Che.” merekapun itu tertawa bersama.

Itulah trend. Kebanyakan mereka hanya ikutan trend karena merasa keren kalau berani melakukan apa yang dilakukan temannya. Meskipun mereka tak tahu apa yang mereka lakukan.

diposting oleh blogger tamu :

yang terlewatkan (legolas part 4)

Wednesday, September 9th, 2009

kemana kau selama ini bidadari yang kunanti
mengapa baru sekarang kita dipertemukan

Legolas dengan rambut ikal menghentak lamunanku tentang aragorn.
ia membawa sepuluh ribu ikatan kembang dengan warna yang sama seperti sepuluh tahun yang lalu.

“masih adakah ruang dalam hatimu gerhana?”

aku terdiam. goresan luka yang kutorehkan secabik-secabik terlihat nyata di matanya.

mungkin salahku melewatkanmu tak mencarimu sepenuh hati
maafkan aku

“aku akan menuntun langkahmu mulai dari sekarang, jangan lepas genggamanku gerhana”

aku meraih tangannya, menoleh ke pintu. berharap aragorn menahan langkahku.

sesal tak kan ada arti karena semua telah terjadi
kini kau telah menjalani sisa hidup dengannya

menulis kenyataan

Monday, September 7th, 2009

postingan ini terinspirasi sms dari kang Dedi naff.

ketika kita ingin menulis, maka tanpa sadar tercurahlah beberapa hal. satu hal yang pantas diketahui orang lain, dan lain hal yang tak pantas diketahui orang lain. maka terciptalah buku harian. buku harian biasanya menyimpan segala macam kesecretan diri.

berbeda dengan blog, sebuah buku harian tentunya kita simpan rapat di dalam laci meja, atau diselusupin (istilah orang jawa) di bawah tumpukan pakaian mini, atau digerendelin kunci. tak hanya kaum wanita seperti aku, lelaki pun ternyata punya buku harian.

bila kita menulis di blog, maka ada dua opsi yang mungkin, pertama kita bisa menjadi misterius selamanya atau kita akhirnya tak hanya dikenal tulisan saja namun sosok manusianya juga. lalu sejak itu, kita pun bisa memilih tulisan macam apa saja yang boleh dipublikasikan.

aku seumur hidupnya, tak pernah ingin menjadi misterius. namun ketika hidup kita telah dikonsumsi publik maka tak nyaman lagi menulis hal-hal yang terlalu pribadi atau yang terlalu ekstrim. namun, bagiku wajar saja bila menulis sesuatu berdasarkan opini yang ada di kepala, kecuali apa yang kita tulis tak sesuai dengan apa yang kita buat. seperti kasus seorang kawan yang akhirnya menghapus blognya karena ia tak lebih menulis hal yang bertentangan dengan dirinya.

bagiku, lebih baik menulis puisi yang begitu tersirat daripada menuliskan sebuah kebohongan.

PS: buat kang dedi, sukses ya tournya.

pergi ke Monas

Friday, September 4th, 2009

posting yang ringan atas perintah depz.

beban kerja yang agak bertambah belakangan ini mengharuskan tubuhku berpikir dan bergerak lebih. di tengah kesumpekan itu pada hari selasa secara tiba-tiba aku ingin melarikan diri dari rutinitasku.

maka pergilah aku ke monas.
dan itu adalah untuk yang pertama sejak aku berada di jakarta tahun 2003. bukan berarti aku tak pernah melihatnya, tapi belum juga menjejakkan kaki di pelatarannya.

namun, ketika tiba di halte perhentian
“pemberhentian berikutnya, halte monumen nasional. perhatikan barang bawaan anda dan hati-hati melangkah. terima kasih.
next stop, monumen nasional. check your belonging and step carefully. thank you”

ada museum pas di depan monas. dan ada pameran dari sumatra pula. okay, let’s check it out.
dan inilah hasilnya….

copy-of-untitled-55

dan aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan.
ada yang bisa membantu??

PS: untuk sahabat-sahabatku
ruanghati, anny, eyang, hilman, idana, yangputri, luvjoy, moulin, delonelybie, husin, kw, depz, mataharitimoer, tanyasaja, andivan, easy, fandhie, rizky, aribicara, jilena, lemontea, ika, dayu, melly, zuanlovers, angel, tonosaur, thopo and the rest…….
i miss all of you….