Sepenggal Kisah Sesiap Makan Malam
Terima kasih kepada Julie yang telah memberi kehormatan kepada saya untuk posting tulisan ke mari. Kehormatan ini datangnya tak terencana. Mula-mula saya kepingin bincang-bincang dengan dia lewat telepon sambil menghabiskan secangkir kopi sesiap makan di warung langganan. Tombol pada ponsel terpencet. Ketika nada lagi sambung berbunyi.. tuiiit.. tuiiit.. mendadak saya teringat sesuatu yang bikin jantung berdegup rada kencang. Saya baru teringat kalau yang pegang ponsel di seberang sana seorang perempuan yang mengaku dirinya sebagai racun dunia. Saya lupa bawa masker pengaman!
__(’Read the rest of this entry »’)

