as long as i live i will love you
i promise you this
Narayana melangkah pelan-pelan sekali. Setelah memastikan Oma telah tertidur lagi selepas berdoa dan menyanyikan kidung pujian. Opa pastilah masih lelap tertidur. Nantinya bila mereka sadar cucu kesayangannya tak ada, Naray akan bilang bahwa ia ke gereja.
Narayana sudah seminggu ini berlibur di rumah Oma Opa nya di kota Ambarawa, tempat ini selalu mengembalikannya pada masa kecil yang indah. Papa dan Mama tak jarang mengijinkan Naray melewatkan beberapa waktu di rumah tua yang masih terawat dan resik. Bahkan tak melarang Naray membawa serta beberapa teman untuk menginap dan menikmati masakan Oma sembari mendengar sang Opa yang rajin menceritakan kisah-kisah sejarah dan kerajaan.
Tak terkecuali Awangga, sang kekasih yang akan ia temui pagi ini. Di tempat pertama mereka menyatukan cinta.
Naray tengah berbunga hatinya, ringan langkahnya, tersaput warna cerah pelangi. Bibir mungilnya menyenandung lagu cinta. Ia tak menyadari decitan ban dari mobil merah yang melaju begitu cepat ke arahnya. seperti hilang kendali mobil itu mengempas di trotoar setelah sebelumnya menghempaskan tubuh mungil Naray ke bumi.
Langit basah mendatangkan tangis. Gulungan awan seketika mengelabu. Gelap pekat sekeliling pandang.