Pantaskah Gus Dur disebut Pahlawan?

kalimat itu aku dengar secara tak sengaja dari sebuah stasiun tivi beberapa hari yang lalu. yang membuat aku segera memalingkan wajah dari bacaanku yang kebetulan berjudul “presiden gus dur bikin heboh” halaman 150 buku Berita Peristiwa 60 Tahun WASPADA.

judul acara televisi itupun bikin aku tertawa. Entah kenapa beberapa banyak rakyat indonesia ini sering latah, giliran sang Kyiai itu meninggal, tiba-tiba saja semua orang berduka cita. Bukan aku tak suka dan tak setuju mereka berduka cita, tapi seingatku dulu banyak yang tak suka dengan beliau. Secara pribadi aku tak punya masalah dengan almarhum, apalagi menyangkut pekerjaan. Lah siapalah ya kan awak ini kenal pun tidak dia sama si julie.

Lalu kenapa pula mereka harus membuat sebuah acara yang mempertanyakan siapa yang pantas jadi pahlawan. Aku juga bukan anak esde yang cuma tau pahlawan itu yang ikutan perang ato pahlawan tanpa tanda jasa macam pak guru dan bu guru. aku juga tau bahwasanya pahlawan bisa seorang pemain sepakbola, tukang becak, tukang somay, bahkan koruptor juga pahlawan bagi orang-orang yang ditolongnya.

aku baca kalimat-kalimat di artikel buku itu, salah satunya dengan cetak tebal, “Gus Mus Tegur Gus Dur” lalu ada pula tentang pemberhentian dua menteri pada kabinetnya yang ternyata keduanya tak pernah diberitahukan, tapi aku pun tak pernah mengikuti sepak terjang almarhum sebelum selama dan setelah ia jadi presiden, yang kutau cuma beliau itu agak nyeleneh.

tapi yasudlah terserah orang-orang yang menilai, paling tidak almarhum sudah menjadi pahlawan bagi keluarganya :D.

menulis dengan tatapan tajam kakakku yang bilang “ntah apa aja yang kow tulis”


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • LinkedIn
  • Tumblr
  • TwitThis

Tags:

19 Responses to “Pantaskah Gus Dur disebut Pahlawan?”

  1. alamendah Says:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Meski saya sudah sejak lama berkenalan dengan pemikiran2 beliau, sekitar 6 tahun sebelum beliau jadi presiden) saya gak akan komen tentang pantas tidaknya jadi pahlawan (tentunya di sini yang dimaksud pahlawan nasional, bukan pahlawan keluarga).
    Media kita emang pinter bikin heboh, lha wong pengangkatan pahlawan nasional itu kan sudah ada mekanismenya dan sudah ada yang berhak menetapkannya ngapain gitu aja kok repot.

    [Reply]

  2. MT Says:

    kalo gus dur masih ada, mungkin dia bilang, “gitu aja koq repot!” :D

    [Reply]

  3. alamendah Says:

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    nambah nih, mumpung sepi:
    Lagian beliau (saya yakin juga para pahlawan lainnya yang sudah diberi gelar macam P. Diponegoro atau yang belum), umpama gak dikasihpun gak akan protes. Paling2 seperti Pak Harto mungkin akan bilang; Nggak jadi Pahlawan juga gak pathek’en

    [Reply]

  4. irawan Says:

    soal pantas atau tidak…tergantung pribadi masing2 yg menilai.. :)

    [Reply]

  5. nakjaDimande Says:

    setuju dengan semua komeng diatas,
    gelar hanyalah hiasan saja, para syuhada di jaman nabi ngga ada yang diangkat sbg pahlawan secara resmi tapi keberadaan mereka tak hilang walau ratusan tahun berlalu. karena nama mereka tertulis dengan tinta emas di setiap hati meski generasi terus berganti..

    [tumben julie ngga berpuisi rindu kali ini? ud ngga rindu kayanya. kok bisa ya..? hmm, syukurlah :mrgreen:]

    kata sapa gak rindu? :P

    [Reply]

  6. jilena Says:

    ngakak liat komen bang MT.. GITU AJA KOQ REPOT?? :P

    [Reply]

  7. guskar Says:

    ikut rico aja deh :pahlawan bertopeng!!!

    [Reply]

  8. thopo Says:

    gitu aja kog repot :D

    [Reply]

  9. bee Says:

    Hmmm…

    [Reply]

  10. Pai Says:

    kita lihat perkembangannya. gitu az ko repot. :D

    [Reply]

  11. matanaga Says:

    almarhum memang heboh
    sudahlah mbak.. jgn di permasalahkan
    nanti situasi menjadi seperti ‘taman kanak-kanak’..??

    [Reply]

  12. bakulrujak Says:

    Pahlawan atau tidak, itu hanya sebutan formal saja.
    yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mengapresiasinya.
    tercatat sebagai pahlawan tapi hanya berakhir disitu saja juga kan justru kurang baik juga kan
    ? :)

    [Reply]

  13. dr_naziel Says:

    gitu aja kok dimasalahin……

    [Reply]

  14. ceuceusovi Says:

    sebenarnya.. kalo seseorang sudah ditetapkan sebagai pahlawan, apa ada fasilitas atau reward yang diterima sama keluarganya atau apa gitu ? heheh..

    anyway.. meskipun sudah ada mekanisme baku yg dibuat pemerintah untuk menetapkan seseorang pantas digelari pahlawan, saya kok tidak setuju ya kalo ‘orang2′ yang pernah duduk di pemerintahan saat ini, esok nanti disebut pahlawan.. :)

    [Reply]

  15. wi3nd Says:

    komen yan9 sama setiap pembahasan ini
    sebenerna kriteria pen9an9katan pahlawan ituh apa seeh???

    pentin9 ban9eed yah? la won9 pahlawan dan para veteran yan9 dulu berjuan9 ajah hidupnya amsih ditelantarkan oleh ne9ara :(

    [Reply]

  16. tamiya modelkits Says:

    saya anggap gusdur itu pahlawan…hehehe

    [Reply]

  17. Nursanty Says:

    yg penting sosok alm membuat bangsa ini lebih berwarna
    salam :)

    [Reply]

  18. yuniarinukti Says:

    Klopun benar GusDur diangkat menjadi Pahlawan, toh beliau hanya mendapat gelar saja. Klopun dengan gelar itu beliau juga mendapat sejumlah uang tanda jasa, GusDur juga ga bisa menikmati… Gitu saja koq repot, klo sy pribadi disuruh milih antara gelar Pahlawan sama Gaji besar, mending aq milih dpt gaji besar dr pada gelar gak bisa dimakan hehe..

    [Reply]

  19. cyberhadi Says:

    Benar kata gus, Gitu aja kok repot

    [Reply]

Leave a Reply