Ketika Terlalu Banyak Bicara, Kita Lupa untuk Diam

Begitu banyaknya social media yang bertebaran di dunia maya meyebabkan semakin banyak orang-orang yang merasa bebas menuliskan opininya di berbagai media, itu belum termasuk acara talk show dan diskusi dengan bermacam judul di televisi dan radio plus seminar dan lain-lain.

Topik apakah yang biasanya disukai peserta diskusi atau para penulis opini? Biasanya, yang diangkat adalah topik terhangat. Contoh rok mini dan kasus pemerkosaan, bom bunuh diri di Solo, kebijakan presiden SBY, kasus korupsi atau topik selingkuh yang rasa-rasanya terlalu sering dan itu-itu saja dan macam-macam topik lain. Beberapa penulis dengan sengaja mengangkat topik-topik ini untuk menarik perhatian pembaca, memilih judul adalah keahlian mereka, semakin menarik sebuah judul akan semakin penasaranlah pembaca dengan isi tulisannya. Terkadang ada pula yang sengaja menuliskan bahasan negatif yang memancing emosi pembacanya sehingga timbul debat pada kolom komen. Apa yang diinginkan sang penulis? Tentunya macam-macam, ada yang memang ingin terkenal dengan isi tulisan yang bersifat provokasi, ada pula hanya sekedar mencari traffic di blognya untuk meningkatkan Page Rank.

Belum lagi debat panjang di media social lain semacam fesbuk dan twitter, ada beberapa tweeps yang senang menunggu twit orang lain untuk dikomen dengan tujuan menjatuhkan orang lain tersebut. Ada pula yang meng-update status dengan tujuan untuk memancing komen pembacanya. Tak jarang hal ini berlanjut dengan sebuah postingan di blog, lalu debat pun berlanjut lagi di komen blog.

Pada suatu hari saya membaca TL (timeline) seorang aktivis perempuan yang mencaci maki presiden SBY, meskipun saya bukan salah seorang yang memilih pak presiden tapi ada baiknya kita tak mencaci si bapak dengan kalimat-kalimat tak pantas. Lalu seorang teman mencoba menegur aktivis perempuan ini dengan teguran yang halus, namun orang tersebut tidak terima dengan teguran itu malah menuduh temanku adalah antek-antek presiden SBY. Dengan lalu lintas di TL temanku ini aku pun tertarik membaca TL sang aktivis perempuan yang selama ini kukenal dengan kegiatan positifnya dalam membela kaum perempuan.

Ternyata isi Timelinenya lebih banyak menyalahkan dan mengkritik pemerintahan yang korup, dan yang anehnya banyak sekali orang lain yang mengkritik beliau namun beliau membalas dengan kata-kata yang menuduh pengkritik itu antek pemerintah. Apa yang saya dapat dengan kenyataan itu? Saya kehilangan respek terhadap beliau, ia bisa mengkritik pemerintah dan presiden namun ketika ia dikritik ternyata ia tak menerimanya.

Mungkin kita berpikir, ketika kita menjadi presiden kita akan melakukan banyak perubahan, memberantas korupsi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, memakmurkan kehidupan petani, meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan serta banyak lagi teori lain yang akan kita paparkan. Ketika kita menjadi pengurus PSSI, kita juga ingin merombak susunan pemain, mencari pelatih Timnas yang paling baik, menghapus segala macam kemungkinan untuk tindakan korupsi untuk mengharumkan nama bangsa dengan kemenangan TImnas di berbagai kompetisi sepakbola.

Semua orang bisa bicara dan berkata bahwa presiden harus begini dan begitu, sepakbola Indonesia bisa lebih baik lagi jika pemainnya bukan si ini dan si itu. Tapi pernahkah kita semua sampai pada posisi itu? Pernahkah kita berpikir jika kita berada pada posisi orang-orang yang kita salahkan dan kita kritik?

Bicara untuk kebaikan boleh, mengkritik itu pun baik untuk kemajuan, namun jika terlalu banyak bicara tanpa solusi lebih baik kita diam saja.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • LinkedIn
  • Tumblr
  • TwitThis



17 Comments »

  1. Puteriamirillis Said,

    September 29, 2011 @ 11:18

    wah setuju banget kak, jika berani mengkritik harus mau dikritik pula.kak beberapa hari komen di t4 mu ga bisa terus deh.tes ah

    [Reply]

  2. uni Said,

    September 29, 2011 @ 13:13

    setuju kak, dari pada NATO, mendingan diam aja, trus memperbaiki diri dech :)

    [Reply]

  3. Asop Said,

    September 29, 2011 @ 13:39

    Ah, saya orangnya pendiam, kok. ^__^

    [Reply]

  4. gadgetboi Said,

    September 29, 2011 @ 15:54

    more than 3 decades we’ve been shut our mouth. …
    kali ini giliran kita untuk berbicara hingga berbusa. persetan jika apa yang kita bicarakan didengar atau tidak! yang penting berbicara! speakup your mind! *contoh orang indonesia yang frustrasi :mrgreen: *

    [Reply]

  5. nia/mama ina Said,

    September 29, 2011 @ 16:24

    bener…kebanyakan komentator bikin pusing yachhh….padahal belum tentu dia bisa berbuat lebih baik dr yg dikomentari…..

    [Reply]

  6. maminx Said,

    September 29, 2011 @ 16:57

    bagus pisan kak ini tulisannya. adem yang baca nya juga. bener ya harusnya kalau bisa ngiritik orang (apalagi ngritik pemerintahan/presiden), ya kita juga nerima lah ya di kritik. Egois banget kalau cuman bisa ngiritik mah, apalagi kalau dia sendiri gak bisa kasih solusi. NATO aja itu mah :P

    [Reply]

  7. Mabruri Said,

    September 29, 2011 @ 17:43

    lebih baik diam pokoknya kalau saya mah,
    daripada ngritik2 tpi ga ngasi solusi…

    [Reply]

  8. cow Said,

    September 30, 2011 @ 07:28

    saya suka kritik tapi saya nggak suka mengeluh, tapi saya juga orang pindiem

    [Reply]

  9. Niee Said,

    October 1, 2011 @ 08:49

    setuju banget mbak,, kritik boleh tapi ya tetep ala kadarnya deh.. bagaimanapun juga para pemimpin itu pasti punya misi untuk membangun yang dipimpinnya berkembang dan maju.. toh para pemimpin kita lumayan menerima kritik walaupun terus prihatin :P
    Tapi kalau ada yang mengkritik tapi gak mau terima kritik padahal jadi pemimpin aja belom gak kebayang deh pas mereka yang memimpin, pasti makin parah :D

    [Reply]

  10. trisnoaji Said,

    October 1, 2011 @ 09:54

    semoga ini bisa menjadi renungan bagi para pengamat

    [Reply]

  11. matanaga Said,

    October 1, 2011 @ 18:22

    salam malam, mbak-kuw….

    makin seruw di rumah indah ini? habis di rehap yak! :)

    [Reply]

  12. Bisnis Online Blog Said,

    October 2, 2011 @ 11:42

    diam itu emas, so bicaralah yang baik baik

    [Reply]

  13. ammadiz Said,

    October 2, 2011 @ 20:47

    Ada yg bilang silent is gold…gold lagi gonjang ganjing nih….

    Mengkritik itu menyenangkan tapi klo dikritik itu harus legowo…

    Susah juga sih posisinya…
    mending diem saja ya, mbakyu…

    [Reply]

  14. Lidya Said,

    October 3, 2011 @ 05:05

    beberapa hari diam nih kak aku,galau :(

    [Reply]

  15. yuniarinukti Said,

    October 3, 2011 @ 15:35

    Iya saya suka sebel melihat acara debat-debatan begituan Kak.. lagian gak gampang loh menjadi seorang presiden, coba klo dibalik si pengkritik itu yang jadi presiden, hasilnya gmn?

    [Reply]

  16. workshop bisnis online Said,

    October 4, 2011 @ 09:32

    Workshop Bisnis Online. Malang, 29-30 Oktober 2011. Peserta terbatas 30 orang. Tempat LAB Statistik FE UIN Malang.

    Materi UTAMA : Membangun TOKO ONLINE, Riset PRODUK, Teknik JITU Promosi dan Marketing INTERNET. Materi TAMBAHAN : Optimasi Blackberry Facebook Twitter Untuk BISNIS Online.

    Garansi 1 BULAN Jualan.

    Info Lengkap: http://www.GuruBisnisOnline.com | PIN BB 2310BF87 | 0856 4960 8915.

    [Reply]

  17. Karla25Silva Said,

    January 30, 2012 @ 21:56

    The customers count on our resume service cause they are very reliable! The company produces resume writer to suit the precise range of science you prefer.

    [Reply]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment