Archive forOctober 5, 2011

LEGO Batik Art Melestarikan Budaya Indonesia

Hari ini aku menghadiri pembukaan LEGO Batik Art di Living World Alam Sutera.
Acara ini merupakan pameran karya seni perpaduan kreasi LEGO dengan motif Batik oleh mahasiswa dari UNINDRA (univeristas Indra Prasta), BINUS dan UMN.

Menakjubkan sekali menyaksikan karya seni para mahasiswa yang mampu mengubah bricks-bricks LEGO berbentuk kotak warna merah dan putih menjadi sebuah karya seni berupa motif batik. Ada tokoh pewayangan Semar yang dikenal dengan kearifannya, ada pula Srikandi yang semalam sempat kuperdebatkan jenis kelaminnya bersama kawan-kawan di timeline.

312021_10150348439312350_181220417349_8112195_1047765559_n
Barisan karya seni dari bricks LEGO, picture by patrick

297396_2397885381994_1096776832_32816321_1636421968_n
Semar, LEGO Batik version

308757_2398178109312_1096776832_32816585_1029770576_n
Gatot Kaca, LEGO Batik version

309305_10150348441577350_181220417349_8112214_1514278468_n
Pocong Pun ada yang dari Batik lhooo :D

296280_2398174909232_1096776832_32816583_1511560846_n
Srikandi, LEGO Batik version

298895_10150348441172350_181220417349_8112210_1003458934_n
Mesin Jahit Batik, picture by patrick

314894_2398179829355_1096776832_32816586_419200058_n
This is the winner, GAMELAN, super kereeen!

Ternyata, LEGO yang bentuknya kotak-kotak itu bisa juga ya dibuat kreasi yang keren macam gini bahkan jadi motif batik. Padahal gak kebayang sebelumnya akan jadi seperti apa hasil karya mereka. Patut bangga juga para mahasiswa Indonesia ini mampu menghadirkan karya yang super keren seperti ini.

Yuk lihat langsung kreasi mereka di Living world Alam Sutera dari tanggal 5 October sampai 30 October 2011 ini.

318401_10150347393692350_181220417349_8107281_588392895_n

Comments (19)

Kategori Narsis di Blogdetik

Sejak awal aku tak pernah membuat tag dan kategori pada setiap postinganku di blogdetik, sampai pada suatu hari ada beberapa teman blogger lain yang menyarankan untuk mencantumkan tag dan kategori agar postingan di blogku lebih rapih. Maka aku pun mulai terbiasa menuliskan tag dan membuat beberapa kategori sederhana yaitu pharmacy karena aku senang menulis berdasarkan latar belakang pendidikanku, cerita karena aku senang menulis fiksi, reportase karena dari awal aku sering menulis laporan situasi sebuah kopdar dan event untuk menginformasikan event-event yang ada. Namun karena beberapa teman blogger kadang ingin menulis di sini maka kubebaskan mereka menambahkan kategori lainnya.

Sampai saat kemarin aku ingin posting, seperti biasa aku sudah mengisi tag dan captcha. Dan seringnya aku memang tak mengisi kategori, jadi postinganku akan masuk dalam kategori Tak Berkategori. Tetiba ada permintaan di bagian bawah kategori yang kubuat untuk mengisi kategori apakah postinganku. Di situ banyak sekali kategorinya, Budaya, Daerah, Ekonomi Bisnis, Fiksi, Foto dan lainnya. Kebetulan isi postinganku adalah tentang kopdar yang berbasis komunitas maka kuisilah postinganku sebelum ini dengan kategori Komunitas.

Tapi, koq ya kalo ngeliat foto-fotonya yang segede gaban karena gak bisa kuedit itu jadi kaya narsis gitu ya?
Pada suatu hari dulu, aku pernah dituduh sebagai blogger narsis karena seringnya aku ikutan dalam banyak kegiatan blogger terutama kopdar, dan aku sering pula memposting foto-foto. Lalu saat aku liburan ke bali dan kopdar di sana pun aku malah membuat postingan liburan ke bali sampai tiga episode berikut foto-fotonya. Apakah itu dapat dikategorikan sebagai narsisme? Entahlah. Yang jelas menurutku wajar saja memposting tentang kegiatan kita berikut foto selama itu tak berlebihan, namun memang ada saja yang menganggap itu pamer.

Jadi apa perlu ya ditambahkan kolom Kategori Narsis di blogdetik?

Comments (11)