Archive forOctober 6, 2011

Cinta Pakai Kaca Mata

cross_readers
CROSS Readers

Sejak dulu aku tak pernah berani mendefinisikan arti cinta. Meskipun banyak literatur yang menyuguhi teori tentang ini mulai dari buku-buku panduan cara membuat pasangan jatuh cinta atau sekedar opini personal dari blog.

Cinta itu adalah kata benda yang abstrak, ia tak berwujud namun biasanya dapat dirasakan. Merasakan cinta pun kadang-kadang tak semua orang bisa, tergantung bagaimana cara seseorang mencintai dan bagaimana cara ia mengekspresikan cintanya.

Waktu jaman SMP dulu saat pertama kali punya pacar, aku sama sekali tak tau dan tak merasakan cinta selain pada orang tua. Bahkan kepada Tuhan Sang Pencipta pun kadar cintaku bisa dibilang biasa-biasa saja. Standar. Saat beranjak SMA aku mulai merasa bahwa aku memang jatuh cinta waktu itu kelas 3 SMA, cintaku ini at first sight lagi (pada pandangan pertama). Melihat seorang lelaki tampan duduk di atas sepeda motor sambil memandangi langit. Teng tereeeng seketika dewa cinta menancapkan anak panah di jantungku.

Tapi, benarkah aku jatuh cinta saat itu? Ya, aku memang jatuh cinta. Karena sejak pertama kali berjumpa itu dan akhirnya ketemu lagi 6 bulan kemudian ternyata aku memang masih merasakan perasaan yang sama. Berdebar-debar, sesuatu yang menggelitik di perut semacam perasaan bahagia saat bertemu dengannya, indah dan ingin berlama-lama bersama. Syukurlah ia pun jatuh cinta padaku. Cinta itu berbalas. Bagaimana rasanya? Bahagia. Cukupkah? Entahlah. Karena tiba-tiba saja kami berpisah dan aku merasakan patah hati untuk pertama kali.

Saat itu rasanya aku tak akan pernah bisa melupakan dia, bahkan lagu KLA Project yang judulnya Tak Bisa Ke Lain Hati itu menjadi semacam soundtrack selama beberapa hari diiringi mata sembab sehabis menangisi kekasih hati. Oh iya, itu pertama kali aku menangis karena seorang laki-laki. Aldian namanya.

Nyatanya, aku jatuh cinta lagi pada lelaki lainnya. Mana kata-kata tak bisa melupakannya itu? Memang tak mudah melupakan cinta masa laluku. Ia seperti hidup terus di dalam hati, setiap menyebut namanya selalu terkenang kisah cinta manis kami berdua. Tapi ternyata cinta itu bisa muncul dan hilang kapan saja. Ia pun seringnya diiringi berbagai macam logika.

Ada beberapa kasus mengenaskan tentang cinta. Bunuh diri, misalnya. Entah kenapa beberapa orang merasa bahwa ia harus mengakhiri hidupnya karena cinta yang tak berbalas atau cinta yang tak bisa bersatu. Cinta semacam membutakan mata dan hatinya. Aku pun cemas ketika aku menemukan diriku ternyata jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Apakah aku akan menjadi buta dan tak peduli? Ternyata tak demikian.

Cinta itu selalunya dapat membahagiakan hati kita, jika ia tak membahagiakan maka ia bukanlah cinta meskipun tak berbalas atau tak bisa bersama biasanya perasaan cinta kita pada seseorang membuat kita selalu dapat menerima apapun yang terjadi. Cinta tak mengenal sedih dan putus asa, cinta pun memberi dengan tulus seluruh dirinya.

Cinta tak pernah buta, ia hanya butuh kacamata untuk memperjelas logika.

Aku cinta padamu, dan kau pun tau.

Comments (31)