Maaf ya Cyiiin, Aku Gak Pilih Kamu

194314_10150114372746839_10440936838_6158031_5106178_o-copy

Sejak lahir, Tuhan telah merencanakan jalan hidup umat manusiaNya. Mulai dari pemilihan siapa orang tua yang melahirkan, lahirnya di rumah sakit gede atau di klinik bersalin, dokternya siapa, perawatnya jutek apa nggak, lahirnya normal atau caesar. Demikian pula nasib kita selanjutnya. Bila percaya Tuhan, biasanya manusia akan memahami bahwa ia ditakdirkan memiliki jalan hidupnya masing-masing.

Begitu juga pas lagi jatuh cinta.

Ada yang jatuh cinta sama guru sekolahnya sendiri, ada pula yang jatuh cinta dengan anak tetangga, tukang bubur ayam di dekat kantor, SPG di toko depan kasir yang tiap hari lewat, atau bahkan jatuh cinta pada saudara sepupu sendiri. Cinta sudah ditetapkan akan jatuh dimana, jam berapa, hari apa, dengan latar belakang nuansa apa.

Temanku misalnya, dia seorang anak dari sebuah keluarga kaya. Setiap hari berangkat ke kampus naik sedan silver yang bisa dihitung deh di kampusku ada berapa orang naek mobil kaya gitu dan itupun cuma dosen. Tinggal sendiri di sebuah rumah besar karena orang tuanya ada di kota lain. Sementara dia khusus dibelikan rumah dengan segala perabotan plus mobil dan satu orang tukang kebun, satu orang tukang masak yang siap melayani.

Pada suatu hari temanku ini jatuh cinta. Seperti biasa, curhatlah dia kepadaku. Katanya dia suka dengan seorang lelaki yang lumayan tampan mirip sama mas Duta-nya Sheila on sepen itu. Trus lelaki itu pun memberikan sinyal-sinyal bahwa dia juga jatuh cinta pada temanku itu.

Singkat kata singkat cerita (macam lagu dangdut) mereka pun jadian. Yah lumayanlah sebagai teman dekatnya aku kecipratan makan-makan. Trus mereka pun tak terpisahkan bagai dua sejoli dimabuk asmara yang selalu cerah ceria. Kemana-mana berduaaa terus, ke perpustakaan, ke mushola, ke laboratorium, ke kantin. Bahkan ke toilet pun berdua tapi yang satu belok kiri yang satu belok kanan. Pokoknya kata temenku ini mereka tuh cucok bok. Mulai dari selera musik sama, selera buku sama, selera makanan sama, untungnya selera pakaian gak sama karena kebetulan temenku ini pakai kerudung (gak kebayang kalo tuh laki juga suka pake kerudung).

Punya pacar di kampus itu banyak sisi positifnya karena kita jadi terpacu untuk terus berprestasi. Nilai-nilai makin oke, jarang bolos supaya bisa cepat tamat karena ada iming-iming ingin membangun mahligai rumah tangga yang bahagia. Jadi kedua orang ini pun terus bersama-sama saling menyemangati sampai masa pendidikan berakhir.

Lelaki yang dicintai temanku ini berasal dari keluarga biasa, bukan anak orang kaya. Berangkat ke kampus naik angkot, uang jajan cuma pas-pasan buat makan indomie sekali plus makan nasi uduk sekali sama minum teh botol. Tapi temanku ini tak pernah mempermasalahkan kesederhanaan kekasihnya. Gak menuntut macam-macam untuk terus ditraktir makan, nonton atau dibelikan ini-itu. Baginya, kecocokan dan saling pengertian dari dua orang pasangan kekasih itu lebih penting daripada harta atau materi.

Tapi ternyata, tak semua orang punya pikiran yang sama dengannya. Ketika keduanya sudah selesai kuliah, orang tua temanku pun ingin menjodohkan putrinya dengan anak seorang pengusaha di daerah Sumatera Barat. Dengan latar belakang keluarga terpandang memang sah-sah saja buat ayahnya bergaul dengan orang yang rasanya selevel dalam tingkat ekonomi dan ada keinginan untuk mengembangkan network melalui perjodohan anak.

Temanku ini hampir stress patah hati karena tak ingin meninggalkan kekasihnya. Dan sang kekasih cuma bisa pasrah karena sadar dengan kondisinya. Mulanya dia nekat ingin kabur dan lari dari keluarga. Karena pikirnya, ia gak mungkin lagi akan bertemu dengan lelaki lain dan bisa jatuh cinta seperti pada kekasihnya itu. Mereka sudah ditakdirkan untuk bertemu, jatuh cinta kemudian bersatu. Aku mencoba memberi pengertian bahwa ikatan keluarga lebih penting dari apapun, dan orang tua lebih sering benar dan tau apa yang lebih baik untuk anaknya.

Di antara kedua pilihan yang membingungkan itu, akhirnya ia pun memilih untuk mengikuti keinginan orang tuanya. Mereka berpisah dengan banyak sekali air mata. Selama hampir tiga bulan temanku itu frustasi dan merasa galau tak mampu melupakan kekasihnya.

Tapi, setelah beberapa bulan menikah, ia berubah pikiran. Selain hidupnya terasa lebih tenang karena tak harus menentang orang tua, ia pun telah jatuh cinta pula dengan suami yang dipilihkan mereka.

Jadi cinta itu bukan cuma takdir, namun kita pun bisa memilih cinta mana yang akan kita jalani.

Postingan ini menjawab pertanyaan:

pertanyaan-cinta-bbcblogdetik-1


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • LinkedIn
  • Tumblr
  • TwitThis



10 Comments »

  1. jay boana Said,

    February 21, 2012 @ 16:11

    yah saya gak di pilih :D

    [Reply]

    julie Reply:

    hahha kow nomer berapa dek? udah daftar ke KPU blom? :p

    [Reply]

  2. niee Said,

    February 21, 2012 @ 19:52

    iyaaaa setuju.. menurut aku cinta itu bukan dipilihkan oleh Tuhan.. Tapi kita yang memilih dan Tuhan merestui, jadilah ia jodoh kita yak mbak :)

    [Reply]

  3. anny Said,

    February 21, 2012 @ 20:35

    Cinta itu misteri, hahahahaha…..*kabuurrrr*

    [Reply]

  4. Lidya Said,

    February 21, 2012 @ 21:35

    enaknya sih memilih dan takdir kak hehehe

    [Reply]

  5. @zizydmk Said,

    February 24, 2012 @ 16:07

    Sukak kali aku sama judulnya hihihihi….
    Tapi begitulah hidup, kadang yang kita rasa benar belum tentu benar setelah dijalani…
    :)

    [Reply]

  6. domain name web hosting Said,

    February 25, 2012 @ 18:57

    I would like to thank you for the efforts you have made in writing this post. Thanks a lot for sharing here..I hope you will come up with more and more similar articles..

    [Reply]

  7. latree Said,

    March 5, 2012 @ 10:57

    haduw… kasihan deh si miskin…
    tapi menurutku , kalo dijodohin dengan yang menyenangkan ya bisa lah jatuh cinta. bersyukur gitu, pilihan orang tuanya oke…
    nah kalo dijodohinnya dengan yang macam datuk maringgih? eh, masih ada loh yang begitu….

    [Reply]

  8. Hafizt young khalifa Said,

    March 23, 2012 @ 01:55

    Kenapa dia milih mantan nya dri pada aku.

    [Reply]

  9. aridiansetiawan Said,

    March 26, 2012 @ 16:34

    mantab..

    [Reply]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment