Sakit Sesudah Sehat

11 Jan 2013

Sejak Senin tanggal 7 kemarin aku jatuh sakit. Jatuh sakit dalam arti biasa seperti demam dan meriang-meriang sih aku udah sering banget, dan selama masih bisa bangun, jalan kemana-mana aku biasanya tetap menjalankan tugas sebagai seorang karyawan dan ibu. Tapi kali ini sakitku benar-benar membuat aku bahkan tak sanggup berangkat sendiri menuju ruang unit gawat darurat seperti biasa yang aku lakukan saat aku merasa sangat sakit.

Sebenarnya aku pernah mengalami sakit seperti ini sebelumnya tapi bukan ketika aku sudah menjadi seorang ibu yang bertanggung jawab penuh terhadap diri sendiri bahkan dengan tambahan seorang anak. Dulu sekitar tahun 1995 aku pernah sakit karena terlalu capek dan makan tak teratur, hipotensi, anemia dan cuma bisa tiduran di kasur. Tiap kali berusaha makan, semua kembali keluar dari mulut. Menyiksa karena tak bisa melakukan apapun selain tidur. Rasanya tak berguna. Lalu ketika aku mulai bekerja dan tinggal di kamar kost, aku pun pernah merepotkan teman-teman satu kost dengan tak sadarkan diri di kamar setelah muntah-muntah berkepanjangan. Kedua momen itu aku masih menggantungkan hidup pada orang tua dan abangku, jadi aku tak perlu terlalu keras berpikir dan bisa istirahat total. Begitupun ketika dokter menganjurkan untuk dirawat aku menolak karena tak suka suasana rumah sakit.

Namun kali ini, aku merasa serba salah. Tubuhku mengatakan bahwa aku harus dirawat total karena aku tak bisa makan, bahkan semua cairan dan makanan sudah keluar dari perutku menyisakan cairan lambung dan buih-buih yang kumuntahkan. Rasanya pingin memindahkan tempat tidur ke kamar mandi atau kamar mandi ke tempat tidur supaya gampang tiap kali pengen muntah. Tapi kalau aku dirawat, bagaimana dengan anakku? Bahkan ia sendiri belum begitu paham kalau mamanya sakit dan tetap mengajak aku main mobil-mobilan. Di depan anak harus tetap berwajah ceria, gak boleh nangis dan menunjukkan kesedihan sementara aku rasanya pengen nangis menahan sakit.

Lalu aku berpikir, betapa berharganya waktu-waktu ketika aku sehat. Aku bisa masuk kerja, menyelesaikan tugas, lalu pulang dan menemani anakku mengerjakan tugas sekolah atau bermain. Aku pun bisa makan dengan enak apapun yang aku inginkan, tak merasa takut kalau makanan itu akan keluar lagi. Seperti lagu lama, penyesalan selalu datang terlambat, ketika sehat aku sibuk menyiksa lambung dengan bergelas-gelas kopi, makan sesuka hati dan kadang-kadang lupa.

Tapi…kembali lagi, tak ada kata terlambat kan untuk sebuah perbaikan?

Walaupun hari ini masih sakit, aku mulai memperbaiki makanan yang aku konsumsi, minum teh chamomile, minum antasida sebelum tidur, minum antagonis H-2 sebelum makan, menghindari kopi (mudah-mudahan kuat godaannya), minum susu (milo sih sebenarnya kan kalsiumnya juga ada), minum obat dan hal-hal lainnya yang lebih baik misalnya apdet blog.

Segala sesuatu memang ada hikmahnya, termasuk sakit ini, terima kasih Tuhan :)


TAGS sakit sehat antagonis H-2 antasida gastritis maag kronis


-

Author

Search

Recent Post