Biarkan Blogger Bicara
Hampir empat tahun aku menobatkan diri dan mengaku-ngaku diriku sebagai seorang blogger.
Yah, sepertinya sih aku memang cukup kompeten untuk mengaku diriku blogger. Pertama, karena aku punya blog, kedua karena aku sering posting walaupun belakangan jarang banget dan malah di blogku yang satunya aku sering dituduh postingannya berbayar semua atau sekedar ikutan kontes menulis berhadiah. Apapun itu, aku tetap boleh donk mengaku blogger.
Sebenarnya blogging sudah lama sekali dimulai sebelum tahun 2008 itu dimana aku mulai ngeblog di blogdetik. Blogging mungkin sudah dimulai sejak sekitar tahun 1999 atau malah sebelumnya. Kalau pernah ingat jaman ada friendster dulu, di sana pun tersedia kolom untuk blogging.
Bagi yang tak terbiasa menulis, mula-mula ngeblog itu agak sulit. Pasti mikir, mau posting apa ya? Kira-kira kalau aku posting tentang cerita di kantorku ada yang baca gak ya? Atau, misalnya bingung apakah bahasa dalam postingannya enak dibaca atau tidak. Kebingungan-kebingungan ini akhirnya melahirkan banyak sekali pelatihan blog, buku-buku tentang bagaimana cara ngeblog dan menulis yang baik.
Menurutku semua tulisan di blog itu baik. Selama isinya tidak memprovokasi atau merugikan orang lain. Jangan bicara konten dan tampilan dulu deh. Sekarang kita bicara tulisan saja. Tulisan kita, apapun isinya, merupakan informasi yang bisa dibaca oleh semua orang. Bukan cuma di jakarta ini saja, bukan cuma di Indonesia, tapi in the whole world bahkan kalau memang di planet Mars ada makhluknya dan di sana ada hot spot mungkin mereka baca ini postinganku.
Bagaimana dengan bahasa? Bahasa yang digunakan ada baiknya bahasa indonesia yang wajar. Kalau ingin menuruti kaidah EYD baik juga. Kaku atau tidak bahasa kita tergantung pada siapa yang akan membaca. Tak semua pembaca blog kita adalah remaja atau orang dengan umur seusia kita kan? Ada juga misalnya guru bahasa Indonesia yang apabila membaca tulisan tak sesuai kaidah bahasa Indonesia tentu akan sakit kepalanya. Yang penting adalah jangan menulis dengan bahasa 4lay atau singkat-singkat shg smw org g phm.
Lalu masuklah kepada tampilan. Tampilan blog kita adalah tampilan yang kita pilih dengan berbagai macam pertimbangan. Ada yang memilih tampilan sesuai dengan kepribadiannya. Misal, seorang remaja perempuan mungkin senang dengan segala sesuatu yang berwarna pink, maka dia memilih tampilan blognya begitu pinky. Ada pula yang mempertimbangkan kegunaan dari sidebar, misalnya untuk theme tertentu yang digunakannya memungkinkan untuk bisa mendisplay banner, blogroll, dan lain-lain.
Jangan terlalu stress dan terpaku pada tampilan blog, tagline, apalagi isinya. Selama isi dari tulisan kita informatif dan wajar-wajar saja, tulisan nantinya akan mengalir berkarakter.
Jadi, sekarang apa? Tulis sajalah, jangan ragu.







