• 29

    Nov

    Horeee UMR Jadi 2,2 Juta #kemudianPHK

    Sebagai seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan importir, saya dan beberapa teman dari level yang sama memiliki tanggung jawab penuh untuk menghandle salary dari staf kami masing-masing. Di perusahaan tempat saya bekerja ini saya mengepalai satu divisi di antara 3 divisi yang ada. Divisi yang saya pegang adalah yang terkecil, dengan jumlah 5 orang di tim saya ditambah sekitar 12 orang promoters (SPG). Dalam menangani divisi ini otomatis yang harus saya perhatikan bukan cuma penjualan, stok, pengiriman, payment dan lainnya tetapi juga PNL dari divisi itu sendiri. Dalam Profit and Loss itu terdapatlah bagian “salary” sebagai salah satu sumber pengeluaran neraca. Kemarin pagi, saya dan 2 orang teman saya yang mengepalai divisi berbeda terlibat diskusi serius dengan at
    Read More
  • 22

    Nov

    Aku dan Sang Petualang Cinta

    Irvan menatapku tajam menanti jawaban atas pertanyaannya barusan. Aku tak sanggup menahan getaran di dalam hatiku. Rasanya ingin sekali mengiyakan saja apa yang ia katakan, namun teringat tekadku untuk tak membiarkan ia begitu saja mendapatkan apa yang diinginkannya. “Maafkan aku, Van. Aku belum bisa memenuhi keinginanmu,” sahutku sembari menundukkan kepala. Irvan melengos dan mengalihkan tatapannya pada dinding bata coklat di teras rumahku. Entah kemana pikirannya melayang, lalu ia meraih cangkir kopi di atas meja bundar di antara bangku yang kami duduki. Diseruputnya kopi Sumatra Coffee Paradise yang kuhidangkan. Tiba-tiba Irvan menoleh lagi ke arahku. “Maya, aku ingin mengajakmu ke Pagaralam Sabtu depan. Aku mohon kali ini penuhilah permintaanku,” tangannya m
    Read More
  • 14

    Nov

    Ikhlas itu Datang dari Hati

    Tanggal 11 November kemarin adalah hari kelahiran almarhum ayahku. Sejak beliau meninggalkan aku menyusul almarhumah ibu beberapa bulan sebelumnya pada tanggal 6 Maret 2009, aku tak pernah berhenti merasakan kehilangan. Mulanya pada tahun 2008 aku kehilangan ibuku dan kemudian ayah pun pergi, saat itu aku benar-benar merasa separuh jiwaku hilang. Selama setahun aku menjauh dari beberapa hubungan pertemanan, larut dalam kesibukan bekerja dan mengasuh anak sebagai sisa separuh jiwaku yang lain. Setiap malam aku berdoa sambil menangis, bertanya kepada Tuhan mengapa mereka berdua diambil begitu saja? Setiap ingat ayah ibuku, aku tak mampu berhenti menangis, apakah itu saat di rumah, di kantor bahkan di perjalanan. Kehilangan terasa begitu berat dan besar. Entah karena aku memang sejak kecil
    Read More
  • 5

    Nov

    Romansa di Tempat Kerja

    Hayo ngaku siapa yang pernah jatuh cinta dengan teman sekantor? Atau jangan-jangan udah jadian dan menikah plus udah punya angota pula? Kalo aku sih belum pernah dan nggak berniat untuk pernah. Kenapa Jul? Yah nggak apa-apa karena kan pertimbangannya banyak. Jadi ceritanya di tempat kerjaku ada seorang creative builder yang menjalin cinta dengan cewe dari bagian accounting. Secara usia mereka berbeda lumayan dengan sang cewe lebih tua dari si cowo. Mungkin sekitar 4 sampai 5 tahun yang sebenarnya masih wajar-wajar saja. Masalahnya adalah si cowo ini usianya baru 21 tahun, usia yang sangat muda untuk menjalin hubungan serius menurutku, entah ya menurut dia sendiri karena akhirnya mereka pun jadi menikah. Ternyata setelah menikah, perusahaan menetapkan bahwa Diana (nama si cewe) harus se
    Read More
  • 31

    Oct

    Perempuan dan Cita-cita

    Sejak dilahirkan, seorang perempuan akan mengalami 4 tahap perkembangan dalam hidupnya. Pertama ia akan menjadi seorang gadis remaja (Girl), lalu menjadi wanita bekerja (working woman), tahap ketiga akan menjadi seorang Ibu (Mom or Working Mom) dan akhirnya menjadi seorang wanita dewasa (Mature Woman). Dalam keempat tahapan itu akan ada aktualisasi diri dalam bentuk yang berbeda-beda. Misalnya saat remaja perempuan sangat bergantung pada teman-teman sekelompoknya yang dianggap setara baik dalam tingkat perekonomian, cara bergaul bahkan sering pula dalam tingkat intelegensinya. Kebutuhan untuk diakui dan “exist” ini tak hanya terjadi pada remaja setingkat ABG namun setiap tahap, perempuan menginginkan keberadaan mereka penting dan diakui. Namun seringnya selama menempuh tahap
    Read More
  • 29

    Oct

    Jangan Takut Jatuh Cinta

    Udah pernah belum yaa posting dengan judul ini? Kayanya sih pernah pas edisi cerita anak SMA tapi gak papa kan kalau judulnya sama lagi nggak ada yang marah kan? Aku sering banget sok-sok nasehatin banyak orang terutama teman-temanku baik itu di dunia maya atau nyata untuk nggak pernah takut jatuh cinta. Padahal akunya sendiri pun takut jatuh cinta pada beberapa orang tertentu. Ini ceritanya pas jaman aku sekolah (baca: kuliah) dulu, aku punya teman (teman sepermainaaaan ah ah ah) yang sebenarnya adik kelasku. Hampir setiap hari, (eh setiap hari sih) aku ketemu dia, ngobrol macem-macem terutama tentang organisasi yang saat itu aku pimpin dan rencananya akan aku teruskan ke dia. Si adek kelas ini sebut saja namanya Mario bukan nama sebenarnya (ini udah kaya reportase koran Lampu KelapKeli
    Read More
  • 23

    Oct

    Ibu, Terimalah Aku jadi Menantumu

    Asiik, Julie mau dapat mertua baruuuu. Tapi ini cuma gosip siiih. Ceritanya, beberapa hari yang lalu aku terdampar di sebuah status fesbuknya Kiki. Kiki ini blogger juga nama panjangnya Kikikikikiki (mudah-mudahan si Kiki gak baca postinganku ini :p). Begini bunyi statusnya: “Memangnya seorang Ibu itu protektif banget ya sama anak laki-lakinya?” Spontan aja tanpa lihat komen-komen sebelumnya di sana, aku ikutan komen “Iya, apalagi kalau anak satu-satunya.” Secara aku seorang ibu, anakku laki-laki dan cuma satu pula. Nggak heranlah kalau aku jawab kaya gitu. Ternyata, pas aku telusuri komen-komen sebelumnya, isi status itu tentang “Lelaki pujaan”nya Kiki yang punya ibu protektif banget dan si ibu ini tentu berandil besar akan jadi calon mertuanya. Tr
    Read More
  • 22

    Oct

    Pakaian Dalam dan Sensasinya

    Sumpah ini bukan postingan 17 tahun ke atas tapi lebih ke 21 tahun ke atas jadi yang belum dua puluh satu ayo pulang dulu sana gih ntar balik lagi yaa kalo udah umur segitu :D. Entah kenapa hari ini aku lagi pingin membahas tentang pakaian dalam, pendapat dari beberapa orang yang aku kenal terutama lelaki terhadap perempuan. Sebagai perempuan, aku sangat concern dengan pilihan pakaian dalam. Baik itu kualitas maupun penampilannya. Entah karena kebiasaan dari keluarga yang memang menyukai segala sesuatu yang stylish, sejak diperbolehkan memilih sendiri model pakaian dan pakaian dalam pas duduk di bangku SMP, maka pilihanku jatuh pada pakaian dalam yang “cantik”. Mungkin seleraku ini terpengaruh oleh kakak-kakak perempuanku yang memang selalu punya pakaian dalam berwarna-warni
    Read More
  • 16

    Oct

    Pertemanan Garis Keras

    Tiap kita sebagai manusia tentu memiliki keinginan untuk bersosialisasi sebagai bentuk aktualisasi diri tak peduli apakah dari usia taman kanak-kanak yang mulai membangun jaringan pertemanannya dengan bermain bersama atau bertengkar bersama sampai ke opa oma jompo yang kegiatannya mungkin saling berkunjung dan mengenang nostalgia masa indah. Pertemanan terbentuk secara alami dan akan mengalami proses seleksi alam dimana teman yang sesungguhnya akan muncul di saat kita benar-benar membutuhkan mereka. Di masa kecil aku memulai pertemanan dari lingkungan bertetangga, anak tetangga depan rumahku yang memang kebetulan bersaudara sebanyak saudara-saudaraku akhirnya saling berteman sesuai usia. Setiap hari main kuaci bareng, main kartu, main lompat tali dan sore-sore pergi ke mesjid untuk ikuta
    Read More
  • 12

    Oct

    Kehilangan P

    Pernahkah kita berpikir bahwa sesuatu atau seseorang itu begitu berharga sampai kita tiba-tiba saja kehilangan dirinya. Kejadiannya pada hari Selasa malam pas aku baru sampai di rumah habis cek store di plaza Senayan. Begitu nyampe rumah memang sih aku gak langsung ngeluarin hape-hapeku dari tas kecuali kalo bunyi atau kedip-kedip merah. Pas banget saat itu ada sms masuk, nah aku langsung buka deh hapenya plus ngeliat beberapa pesan di bbm. Ada yang dari kakakku, seorang EO pameran dan teman SMA. Karena memang pesan-pesan itu lumayan penting dan harus dibalas apalagi dari EO pameran dimana aku ngebook satu booth untuk event mereka, otomatis aku langsung balas. Tapi ternyata, huruf P dan tentu saja logo @ di hapeku itu gak menghasilkan apapun. Mau dipencet biasa, keras-keras ataupun mesra
    Read More

Author

Search

Recent Post