• 11

    Dec

    Perempuan dan Pilihannya

    Tak ada yang bisa memilih gendernya sendiri saat terlahir ke dunia. Meski katanya berdasarkan kalender jawa atau pemilihan konsumsi makanan oleh sang ibu, Tuhanlah yang tetap berperan menentukan pembentukan kromosom X dan Y di dalam proses pembuahan sebuah janin untuk terlahir menjadi perempuan atau laki-laki. Ketika seorang bayi perempuan lahir, banyak sekali komentar tentang betapa sulitnya menjaga anak perempuan. Mulai dari pergaulannya di sekolah dan lingkungan, bagaimana gaya berpakaiannya, tutur kata dan sikapnya dan sampai pada pemilihan pasangan hidupnya kelak. Kenapa demikian? Padahal apa bedanya dengan laki-laki? Mereka juga butuh dipikirkan siapa saja teman bermainnya, apakah lingkungan di sekitar rumah banyak pecandu narkobanya? Jangan-jangan di sekolah mereka sering ikut ta
    Read More
  • 6

    Dec

    Internet Lancar, Senyum Bos pun Lebar

    Sinyal dan bandwidth sudah jadi kebutuhan banyak orang. Dari pekerja kreatif sampai pegawai kantoran, membutuhkan dua hal itu. Itu karena sekarang transaksi dan negosiasi bisnis sering dilakukan melalui internet. Seperti yang sering kulakukan. Belum juga sampai di kantor, handset sudah diketak-ketik untuk menjawab customer yang memesan barang dari onlinestore-ku. Belum lagi boss yang menanyakan draft iklan untuk majalah. Tanpa sinyal dan bandwidth yang memadai, semua itu tak akan kelar di jalan. Karena itu jika ada meeting dengan buyers maupun boss, aku selalu memilih lokasi yang menyediakan koneksi yang bagus. Karena biasanya saat meeting boss seringkali minta didownloadkan file-file tertentu yang ukurannya cukup besar. Kadang juga ia memintaku mengirimkan contoh banner maupun iklan ke e-
    Read More
  • 30

    Nov

    Hidup untuk Mencintai

    Pagi-pagi subuh gini aku udah posting aja. Sepertinya ini adalah the first timenya aku bisa posting pagi-pagi, karena dipaksa pak bos untuk buka fanpage yang aku adminin dan menjawab message salah satu customer yang aku gak bisa buka pakai hp. Dan baru ngeh ternyata androidku bisa dipake buat modem (digetok rame-rame saking gapteknya). Kenapa sih blog ini taglinenya Cinta dalam Serpihan Kata? Kalo aku cerita dari awal pembuatan blog ini kayanya semua bakal langsung ngambil sarung dan senter (ini mau baca postingan atau ronda sih Jul?) saking lamanya. Pokoknya inti dari taglineku ini adalah aku ingin menuliskan apapun di sini dengan sepenuh hati, gak dipaksa (ada sih yang ikut lomba itu agak maksalah sikit), tapi sejak mulai menulis di sini lebih banyak yang tertulis begitu saja (ga pake
    Read More
  • 29

    Nov

    Horeee UMR Jadi 2,2 Juta #kemudianPHK

    Sebagai seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan importir, saya dan beberapa teman dari level yang sama memiliki tanggung jawab penuh untuk menghandle salary dari staf kami masing-masing. Di perusahaan tempat saya bekerja ini saya mengepalai satu divisi di antara 3 divisi yang ada. Divisi yang saya pegang adalah yang terkecil, dengan jumlah 5 orang di tim saya ditambah sekitar 12 orang promoters (SPG). Dalam menangani divisi ini otomatis yang harus saya perhatikan bukan cuma penjualan, stok, pengiriman, payment dan lainnya tetapi juga PNL dari divisi itu sendiri. Dalam Profit and Loss itu terdapatlah bagian “salary” sebagai salah satu sumber pengeluaran neraca. Kemarin pagi, saya dan 2 orang teman saya yang mengepalai divisi berbeda terlibat diskusi serius dengan at
    Read More
  • 22

    Nov

    Aku dan Sang Petualang Cinta

    Irvan menatapku tajam menanti jawaban atas pertanyaannya barusan. Aku tak sanggup menahan getaran di dalam hatiku. Rasanya ingin sekali mengiyakan saja apa yang ia katakan, namun teringat tekadku untuk tak membiarkan ia begitu saja mendapatkan apa yang diinginkannya. “Maafkan aku, Van. Aku belum bisa memenuhi keinginanmu,” sahutku sembari menundukkan kepala. Irvan melengos dan mengalihkan tatapannya pada dinding bata coklat di teras rumahku. Entah kemana pikirannya melayang, lalu ia meraih cangkir kopi di atas meja bundar di antara bangku yang kami duduki. Diseruputnya kopi Sumatra Coffee Paradise yang kuhidangkan. Tiba-tiba Irvan menoleh lagi ke arahku. “Maya, aku ingin mengajakmu ke Pagaralam Sabtu depan. Aku mohon kali ini penuhilah permintaanku,” tangannya m
    Read More
  • 14

    Nov

    Ikhlas itu Datang dari Hati

    Tanggal 11 November kemarin adalah hari kelahiran almarhum ayahku. Sejak beliau meninggalkan aku menyusul almarhumah ibu beberapa bulan sebelumnya pada tanggal 6 Maret 2009, aku tak pernah berhenti merasakan kehilangan. Mulanya pada tahun 2008 aku kehilangan ibuku dan kemudian ayah pun pergi, saat itu aku benar-benar merasa separuh jiwaku hilang. Selama setahun aku menjauh dari beberapa hubungan pertemanan, larut dalam kesibukan bekerja dan mengasuh anak sebagai sisa separuh jiwaku yang lain. Setiap malam aku berdoa sambil menangis, bertanya kepada Tuhan mengapa mereka berdua diambil begitu saja? Setiap ingat ayah ibuku, aku tak mampu berhenti menangis, apakah itu saat di rumah, di kantor bahkan di perjalanan. Kehilangan terasa begitu berat dan besar. Entah karena aku memang sejak kecil
    Read More
  • 5

    Nov

    Romansa di Tempat Kerja

    Hayo ngaku siapa yang pernah jatuh cinta dengan teman sekantor? Atau jangan-jangan udah jadian dan menikah plus udah punya angota pula? Kalo aku sih belum pernah dan nggak berniat untuk pernah. Kenapa Jul? Yah nggak apa-apa karena kan pertimbangannya banyak. Jadi ceritanya di tempat kerjaku ada seorang creative builder yang menjalin cinta dengan cewe dari bagian accounting. Secara usia mereka berbeda lumayan dengan sang cewe lebih tua dari si cowo. Mungkin sekitar 4 sampai 5 tahun yang sebenarnya masih wajar-wajar saja. Masalahnya adalah si cowo ini usianya baru 21 tahun, usia yang sangat muda untuk menjalin hubungan serius menurutku, entah ya menurut dia sendiri karena akhirnya mereka pun jadi menikah. Ternyata setelah menikah, perusahaan menetapkan bahwa Diana (nama si cewe) harus se
    Read More
  • 31

    Oct

    Perempuan dan Cita-cita

    Sejak dilahirkan, seorang perempuan akan mengalami 4 tahap perkembangan dalam hidupnya. Pertama ia akan menjadi seorang gadis remaja (Girl), lalu menjadi wanita bekerja (working woman), tahap ketiga akan menjadi seorang Ibu (Mom or Working Mom) dan akhirnya menjadi seorang wanita dewasa (Mature Woman). Dalam keempat tahapan itu akan ada aktualisasi diri dalam bentuk yang berbeda-beda. Misalnya saat remaja perempuan sangat bergantung pada teman-teman sekelompoknya yang dianggap setara baik dalam tingkat perekonomian, cara bergaul bahkan sering pula dalam tingkat intelegensinya. Kebutuhan untuk diakui dan “exist” ini tak hanya terjadi pada remaja setingkat ABG namun setiap tahap, perempuan menginginkan keberadaan mereka penting dan diakui. Namun seringnya selama menempuh tahap
    Read More
  • 30

    Oct

    Seks Semasa Hamil

    Wiiih belum malem Jum’at udah ngomongin kaya ginian Jul? Pagi-pagi pula, yang matanya masih kriyep-kriyep kayanya langsung kebuka ini? :D. Postingan ini terinspirasi dari curhat seorang teman sebenarnya jadi yaah pas lagi terinspirasi, pas banget kan buat dituliskan. Lagipula ini gak 17 tahun ke atas isinya. Seks masih menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan meski beberapa dan sebagian orang menganggap hal ini tabu untuk dibahas. Contohnya saat berkonsultasi ke dokter kandungan yang menangani kita selama masa kehamilan dan persalinan, banyak orang yang memilih menanyakan tentang makanan apa yang menjadi pantangan saat hamil, olah raga apa yang aman atau obat-obatan dan vitaman yang perlu dikonsumsi dan dihindari. Padahal sebenarnya banyak pasangan suami istri yang kepoh b
    Read More
  • 29

    Oct

    Jangan Takut Jatuh Cinta

    Udah pernah belum yaa posting dengan judul ini? Kayanya sih pernah pas edisi cerita anak SMA tapi gak papa kan kalau judulnya sama lagi nggak ada yang marah kan? Aku sering banget sok-sok nasehatin banyak orang terutama teman-temanku baik itu di dunia maya atau nyata untuk nggak pernah takut jatuh cinta. Padahal akunya sendiri pun takut jatuh cinta pada beberapa orang tertentu. Ini ceritanya pas jaman aku sekolah (baca: kuliah) dulu, aku punya teman (teman sepermainaaaan ah ah ah) yang sebenarnya adik kelasku. Hampir setiap hari, (eh setiap hari sih) aku ketemu dia, ngobrol macem-macem terutama tentang organisasi yang saat itu aku pimpin dan rencananya akan aku teruskan ke dia. Si adek kelas ini sebut saja namanya Mario bukan nama sebenarnya (ini udah kaya reportase koran Lampu KelapKeli
    Read More

Author

Search

Recent Post