LEGO Batik Art Melestarikan Budaya Indonesia

Hari ini aku menghadiri pembukaan LEGO Batik Art di Living World Alam Sutera.
Acara ini merupakan pameran karya seni perpaduan kreasi LEGO dengan motif Batik oleh mahasiswa dari UNINDRA (univeristas Indra Prasta), BINUS dan UMN.

Menakjubkan sekali menyaksikan karya seni para mahasiswa yang mampu mengubah bricks-bricks LEGO berbentuk kotak warna merah dan putih menjadi sebuah karya seni berupa motif batik. Ada tokoh pewayangan Semar yang dikenal dengan kearifannya, ada pula Srikandi yang semalam sempat kuperdebatkan jenis kelaminnya bersama kawan-kawan di timeline.

312021_10150348439312350_181220417349_8112195_1047765559_n
Barisan karya seni dari bricks LEGO, picture by patrick

297396_2397885381994_1096776832_32816321_1636421968_n
Semar, LEGO Batik version

308757_2398178109312_1096776832_32816585_1029770576_n
Gatot Kaca, LEGO Batik version

309305_10150348441577350_181220417349_8112214_1514278468_n
Pocong Pun ada yang dari Batik lhooo :D

296280_2398174909232_1096776832_32816583_1511560846_n
Srikandi, LEGO Batik version

298895_10150348441172350_181220417349_8112210_1003458934_n
Mesin Jahit Batik, picture by patrick

314894_2398179829355_1096776832_32816586_419200058_n
This is the winner, GAMELAN, super kereeen!

Ternyata, LEGO yang bentuknya kotak-kotak itu bisa juga ya dibuat kreasi yang keren macam gini bahkan jadi motif batik. Padahal gak kebayang sebelumnya akan jadi seperti apa hasil karya mereka. Patut bangga juga para mahasiswa Indonesia ini mampu menghadirkan karya yang super keren seperti ini.

Yuk lihat langsung kreasi mereka di Living world Alam Sutera dari tanggal 5 October sampai 30 October 2011 ini.

318401_10150347393692350_181220417349_8107281_588392895_n

Comments (18)

Batikkan Harimu! SOBAT (Save Our BATik)

Ini bukan ngikutin kontesnya Orin karena gak memenuhi syarat perkontesan.
Orin mengajak teman-teman blogger untuk Membatikkan Blogsphere pada tanggal 2 Oktober 2011 karena hari itu dicanangkan sebagai hari Batik Nasional oleh Pak SBY sejak tahun 2009 yang lalu (udah dua tahun donk).

Lalu aku jadi teringat, awal mulanya aku mau pake batik ya pas tanggal itu, 2 Oktober 2011 yang bertepatan pada hari Jum’at.
Dulunya, aku gak pernah mau pakai segala sesuatu yang berjenis batik, apakah itu baju, tas, sepatu, underwear (ada lho underwear batik di jogja), bahkan kain untuk wisuda dan acara pun aku pilih yang lain (misalnya songket atau motif sarung). Entah apa yang ada dalam pikiranku yang jelas kalo lihat orang berbatik itu kesannya adalah orang tua atau mau pergi kondangan (dan yang kondangan itu biasanya orang tua juga dulu).

Suatu hari Hilman, ketua dblogger demisioner mengajak aku membuat event SOBAT (save our batik) dari ide yang dicetuskan oleh itan. Katanya blogger diajak memposting sesuatu yang berhubungan dengan batik dan lalu pemenangnya akan mendapat hadiah batik juga. Saat membincangkan event ini aku sempat debat gak jelas sama Hilman bilang bahwa aku kayanya gak pengen deh make baju batik buat ngantor, trus kata Hilman keren lagi Jul pake batik, gitu. Dalam event ini aku menjadi salah satu sponsor yang menyumbang hadiah berupa baju batik yang kubeli dari kakakku pedagang batik (musiman) :D.

Sampai saat Pak SBY mencanangkan hari batik nasional, tanggal 2 Oktober 2011 disarankan dan diwajibkan (bagi sebagian instansi) untuk berbatik pada hari Jum’at. Kebetulan bosku yang warga negara asing memang senang pula pakai batik, jadilah beliau memberlakukan peraturan itu pada hari Jum’at yang tanggal 2 Oktober untuk mengikuti peraturan pemerintah. What??? Hari Jum’at itu kan hari bebas berpakaian sedunia di kantorku mau pake celana selutut, kaos buntung, tshirt gambar kartun, rok mini, celana model aladin, terserah selama tak ada meeting dengan buyer atau lainnya. Aku pun kelabakan. Bayangin aja, disuruh pake batik sementara gw gak punyaaaa??? Hajab ini ceritanya. Dengan merengek-rengek sedikit aku pun mendapat satu atasan batik dari kakakku yang dagang batik karena aku gak tau beli batik yang model kaya apa dan nggak ngerti milihnya.

Hari itu, tanggal 2 Oktober aku menuju kantor dengan blus batik coklat motif klasik yang agak kedodoran banyak (dengan perasaan ragu-ragu dan gak pede) dengan bawahan celana jins biru belel. Di kantor, suasana batik pun begitu terasa, semua orang pakai batik. Dan saat makan siang bosku mengajak kami jalan-jalan untuk check store di sebuah mall di daerah pluit. Dan ternyata di sana pun suasana batik sangat terasa, jadi aku gak nyesel pake batik hari itu, malah rasanya bangga menjadi bagian yang membatikkan hari. Saat di mall itulah aku menemukan banyak sekali ragam motif dan model batik yang keren-keren dan rasanya jadi pengen pake lagi, pake lagi.

Dan sekarang, koleksi batikku sudah tak terbilang jumlahnya, terutama untuk baju atasan dan dress, bahkan celana pendek batik pun aku punya di rumah, saat memposting tulisan ini aku sedang memakai salah satu batik favoritku. Di kantor, peraturan berbatik telah menjadi aturan tetap setiap hari Jum’at dengan batik yang diseragamkan. Bahkan aku dan temankulah yang memilih motif dan penjahit untuk seragam batik kantor, dan karena begitu tergilanya pada batik, aku dan beberapa teman menambah satu hari kerja lagi dengan hari batik yaitu pada hari Selasa dimana kami bebas memakai batik motif apapun, kalau yang Jum’at kan udah seragam batiknya.

Ternyata berbatik itu nggak kuno, nggak norak, nggak jadul, malah keren dan bisa klop untuk segala macam situasi.

312940_2370312932700_1096776832_32794929_1370524988_n
Batik sarimbit enrico dan mama

Comments (8)