Posts Tagged ‘bintang’

walau telah larut

Saturday, January 2nd, 2010

ia tak mampu memejam mata. membolak balik tubuh kurusnya di atas kasur merah bermotif bunga-bunga. malam itu sungguh cemerlang dengan taburan bintang. ia mengerah tenaga mengangkat berat tubuhnya. berjalan pelan-pelan meraih pegangan jendela. menyibak kedua tirai coklat tebal yang menghalangi daunnya.

ketika helaian itu membuka, langit terbentang di ujung pandangnya. berwarna abu-abu hitam keemasan oleh cerlangan bintang dan paruh bulan.
sudut bibirnya melengkung senyuman. memendam genangan rindu di hati terdalam.
menanti sinar keemasan yang selalu memberi tenang.

sambil merapikan tumpukan bricks LEGO
posting pertamaku di tahun dua ribu sepuluh

bintang sejatiku

Thursday, October 15th, 2009

apa yang terlihat seperti debu
tak selamanya memedih mata
sesekali ia menyentuh hanya untuk
menyadarkan keberadaanku
di dekatmu

apa yang terlihat seperti percik
tak selamanya membakar pucuk hidungmu
sesekali ia hanya menggelitik
menajamkan harumku
di sekelilingmu

apakah aku selalu terlihat gelap
dan meredupkan terikmu?
bintang sejati tak boleh berhenti bersinar
meski tak lagi untukku

planetarium, 1010

melting point

Friday, January 30th, 2009

aku tak pernah sabar menanti dini hari datang
karena kau selalu menjemputku ketika embun pagi menjelang
kau tebarkan bintang-bintang serupa rayuan
kau lukis langit-langit hatiku dengan warna biru jernih terang
lalu mencumbuku dalam pekat kerinduan
membolakbalik aliran darahku menuju jantung ke paruparu
terperangkap dalam genggaman penuh jemarimu

angin menerbangkan helai rambutku ke wajahmu
tak mengusik irama hiphop detak jantung yang semakin cepat berlari
dan lalu
serbuk-serbuk keemasan berpendar mengkilat dari helaan nafas kita…

mencerahkan kelam

Friday, January 16th, 2009

keteraturan yang aku mulai sejak pagi hingga bintang bermunculan telah berganti dengan kehadiranmu
tak terbiasa aku bertemu langit kelam dan pengap udara kesedihan
tak terbiasa aku berteman mimpi kelabu dan daun-daun yang luruh
aku menyukai kecipak air di kolam yang bening
aku mencintai kehangatan dan senyuman matahari
meskipun aku selalu merindukan binar bintang di gelap malam
cahayanya ingin kuserap dan kupendarkan di hatimu
tapi kenapa hatimu selalu gelap kosong dan perih

aku tak terbiasa dengan ketidakteraturan ini

Kutukan Imperius

Monday, January 12th, 2009

aku terkena kutukan imperius. meskipun tak seperti kutukan yang sebenarnya, aku bahkan memaafkan kutukan ini dan sangat menikmatinya.
laki-laki itu terus mengontrol pikiranku. mengajakku menata bintang-bintang di cakrawala, menebarkan warna Pelangi lalu menghirup tetesan embun dini hari sekali.
setiap mantra yang terlahir dari bibirnya adalah lumeran coklat manis yang ingin selalu kulahap penuh-penuh dengan bibirku.
ia terus menggodaku dengan alunan suaranya yang seperti oase menyejukkan, meski tanpa tatapan.
ia memulai pagiku dengan senyuman, ia menciutkanku dalam genggaman rindu, menenggelamkanku begitu saja tergulung ombak peluh,dan limbung seketika setelah membakarku dalam kehangatan Patronusnya.
ia lelaki yang selalu membuatku membara. menggetarkan.
seperti Horcrux yang tertusuk Basiliks, jiwaku hanya buraian tanpamu.