Kategori Narsis di Blogdetik

Sejak awal aku tak pernah membuat tag dan kategori pada setiap postinganku di blogdetik, sampai pada suatu hari ada beberapa teman blogger lain yang menyarankan untuk mencantumkan tag dan kategori agar postingan di blogku lebih rapih. Maka aku pun mulai terbiasa menuliskan tag dan membuat beberapa kategori sederhana yaitu pharmacy karena aku senang menulis berdasarkan latar belakang pendidikanku, cerita karena aku senang menulis fiksi, reportase karena dari awal aku sering menulis laporan situasi sebuah kopdar dan event untuk menginformasikan event-event yang ada. Namun karena beberapa teman blogger kadang ingin menulis di sini maka kubebaskan mereka menambahkan kategori lainnya.

Sampai saat kemarin aku ingin posting, seperti biasa aku sudah mengisi tag dan captcha. Dan seringnya aku memang tak mengisi kategori, jadi postinganku akan masuk dalam kategori Tak Berkategori. Tetiba ada permintaan di bagian bawah kategori yang kubuat untuk mengisi kategori apakah postinganku. Di situ banyak sekali kategorinya, Budaya, Daerah, Ekonomi Bisnis, Fiksi, Foto dan lainnya. Kebetulan isi postinganku adalah tentang kopdar yang berbasis komunitas maka kuisilah postinganku sebelum ini dengan kategori Komunitas.

Tapi, koq ya kalo ngeliat foto-fotonya yang segede gaban karena gak bisa kuedit itu jadi kaya narsis gitu ya?
Pada suatu hari dulu, aku pernah dituduh sebagai blogger narsis karena seringnya aku ikutan dalam banyak kegiatan blogger terutama kopdar, dan aku sering pula memposting foto-foto. Lalu saat aku liburan ke bali dan kopdar di sana pun aku malah membuat postingan liburan ke bali sampai tiga episode berikut foto-fotonya. Apakah itu dapat dikategorikan sebagai narsisme? Entahlah. Yang jelas menurutku wajar saja memposting tentang kegiatan kita berikut foto selama itu tak berlebihan, namun memang ada saja yang menganggap itu pamer.

Jadi apa perlu ya ditambahkan kolom Kategori Narsis di blogdetik?

Comments (11)