Posts Tagged ‘langit’

walau telah larut

Saturday, January 2nd, 2010

ia tak mampu memejam mata. membolak balik tubuh kurusnya di atas kasur merah bermotif bunga-bunga. malam itu sungguh cemerlang dengan taburan bintang. ia mengerah tenaga mengangkat berat tubuhnya. berjalan pelan-pelan meraih pegangan jendela. menyibak kedua tirai coklat tebal yang menghalangi daunnya.

ketika helaian itu membuka, langit terbentang di ujung pandangnya. berwarna abu-abu hitam keemasan oleh cerlangan bintang dan paruh bulan.
sudut bibirnya melengkung senyuman. memendam genangan rindu di hati terdalam.
menanti sinar keemasan yang selalu memberi tenang.

sambil merapikan tumpukan bricks LEGO
posting pertamaku di tahun dua ribu sepuluh

mencerahkan kelam

Friday, January 16th, 2009

keteraturan yang aku mulai sejak pagi hingga bintang bermunculan telah berganti dengan kehadiranmu
tak terbiasa aku bertemu langit kelam dan pengap udara kesedihan
tak terbiasa aku berteman mimpi kelabu dan daun-daun yang luruh
aku menyukai kecipak air di kolam yang bening
aku mencintai kehangatan dan senyuman matahari
meskipun aku selalu merindukan binar bintang di gelap malam
cahayanya ingin kuserap dan kupendarkan di hatimu
tapi kenapa hatimu selalu gelap kosong dan perih

aku tak terbiasa dengan ketidakteraturan ini

menemukan Horcrux

Tuesday, January 13th, 2009

aku memulai hari ini dengan merajut benang-benang pagi. coklat muda, coklat, krem, hitam, putih, abu-abu dan biru terang seperti langit pagi ini. nyaring klakson mobil memanggil nama seorang yang melekat rapat di dinding hati dan otakku.
aku melewati dengung suara mereka melangkah ringan melayang menapak satu-satu seirama degup jantungku yang memompa semburan darah masuk ke bilik dan katup berganti-ganti dan dengan takzim aku kembali menemukan senyummu memaku patri mataku.
kelebatan pohon-pohon, rumah-rumah, gedung-gedung yang kecil besar berebut mencari tempat kosong pandangku menebar debu kecil-kecil yang langsung lengket ketika menyentuh rambutku. tapi ada angin yang lembut menelisik di tepi telinga kecilku dekat semakin dekat suara itu menyentuh rapat mendekap tubuhku.
rajutan hariku telah berubah warna merah muda cantik mengilat dengan kombinasi emas di tepiannya namun sebelah hatiku menjadi penuh bintang keperakan karena matamu terus menatapku di balik lensa bening berkaca.
tiap memantrai aku hanya kehangatan yang menebar keluar tanpa paksaan dari hatimu..
jiwaku terbelah-belah pecah menjadi dua warna biru dan merah muda yang kau genggam tak peduli waktu.
aku tak percaya telah menemukanmu…