Posts Tagged ‘matahari’

walau telah larut

Saturday, January 2nd, 2010

ia tak mampu memejam mata. membolak balik tubuh kurusnya di atas kasur merah bermotif bunga-bunga. malam itu sungguh cemerlang dengan taburan bintang. ia mengerah tenaga mengangkat berat tubuhnya. berjalan pelan-pelan meraih pegangan jendela. menyibak kedua tirai coklat tebal yang menghalangi daunnya.

ketika helaian itu membuka, langit terbentang di ujung pandangnya. berwarna abu-abu hitam keemasan oleh cerlangan bintang dan paruh bulan.
sudut bibirnya melengkung senyuman. memendam genangan rindu di hati terdalam.
menanti sinar keemasan yang selalu memberi tenang.

sambil merapikan tumpukan bricks LEGO
posting pertamaku di tahun dua ribu sepuluh

warna hari ini

Thursday, December 31st, 2009

aku berjalan bersama hari
ditemani laut, gunung, angin, pasir,
sungai dan burung-burung
kehidupan masih terus membuat
tattoo di tubuh dan fikiran

aku pun tetap menapakkan kaki
ditemani galaxy Bima sakti
walau dirimu selalu saja
mengganggu aliran denyut nadi

untuk AP yang jauh

merinduimu

Sunday, December 27th, 2009

engkau datang dari pantai
mengiring camar pulang dari awang
aku jauh di langit seberang
kembara dengan sebuah damai

ombak, ya ombak
bawa aku pada matahari
agar jadi bianglala
berpendarkan bayang warna warni

laut, ya laut
biar aku nyatu dalam hembus angin
agar hadir harap
dan segala yang kuingin

engkau datang dari pantai
mengiring camar pulang dari awang
sementara laut berkaca sinar bulan
di dasar sana sejuta kasihku terpendam

sajak my brother Edie Riz
untuk AP yang kurindui

apa yang kau cari dalam hidup

Thursday, December 24th, 2009

dsc00436

ketenangan hati

karena gerhana hanya mengumpulkan serpihannya namun tak pernah meninggalkan matahari.

PS: thanks for kang MT untuk feel-nya

kepada siapa saat ini aku jatuh cinta

Tuesday, December 22nd, 2009

kau serupa bayangan
Berdiri di sana memandangku
Dengan helai-helai senyummu itu
Sengat mentari seolah beku
Di ujung tatapanmu

Tahukah kau,
aku tlah sempurna merangkai helaan nafasmu
buat kusimpan sepenuh rindu?

Mengapa harus cinta yang datang memerih hati?
Sementara kita akan selamanya
Memagari rasa,
menggunung rindu,
membunuh mimpi

selamat buat para pemenang Gelangan cinta,
luvjoy,ucie, mandor tempe

terima kasih buat septa dan hilman atas blouse coklatnya, depz buat tshirt lomboknya, ruanghati buat gelang cantiknya, luvjoy buat frame dengan ukiran kisah indah dblogger dan julie, ucie buat mug cantik yang aku suka, mataharitimoer buat feel-nya, dan atas doa-doa kalian semua.

*gigit2 jari sambil nungguin kado Queen of The year dari anny dan idana….horraaaayyyy

lembar mulanya

Sunday, December 20th, 2009

pada lembar mula aku menoreh garis dengan crayon biru muda saja dulu
nanti bila cukup warna lainnya kan kutoreh pula sedemikian penuh gambar cerita
namun warna coklat hangat mu tak pernah akan kuhapus di sana
cinta cinta cinta
tak memudar begitu kuat molekulnya berikat

medan area selatan, pada pagi yang sedikit terlambat

jangan memaksakan diri menjadi seseorang yang tak sanggup kau lakukan

Monday, November 23rd, 2009

“aku ingin menjadi pelangimu agar mampu mengiringi hangat yang kau sinarkan”

“kau selalu menjadi pelangi di hatiku, tak kau ucapkan pun aku merasakan warna warnimu”

“aku tak pernah menjadi pelangi, aku selalu terlihat seperti gerhana, menyelubungmu dalam gelap”

“itu katamu. kau tak seperti gerhana, jangan memaksakan diri menjadi gerhana, karena kau adalah pelangiku”

bukan hanya hujan yang bisa menerbitkan pelangi

Tuesday, November 17th, 2009

namun hatiku pun juga bila bersamamu

walnut cafe, sepenggalan waktu di bulan november

bintang sejatiku

Thursday, October 15th, 2009

apa yang terlihat seperti debu
tak selamanya memedih mata
sesekali ia menyentuh hanya untuk
menyadarkan keberadaanku
di dekatmu

apa yang terlihat seperti percik
tak selamanya membakar pucuk hidungmu
sesekali ia hanya menggelitik
menajamkan harumku
di sekelilingmu

apakah aku selalu terlihat gelap
dan meredupkan terikmu?
bintang sejati tak boleh berhenti bersinar
meski tak lagi untukku

planetarium, 1010

sommer sommer sommer

Friday, August 28th, 2009

and the sun it shines as it did yesterday

meski tak keluar dari kamarku yang sempit, hari ini terasa panas. hari pertama musim semi memang sedikit membakar kulitku. karena saat ini kulitku tak sebagus dulu. lebih tipis dan rentan.

aku tak berniat tinggal lama di kota ini. zurich dengan jalanan yang padat akan toko berlabel mewah. prada, gucci, sumpah mati aku ingin saja mencobanya sesekali. mencoba membeli? tentu saja tak perlu. cukup mengambilnya diam-diam karena mereka tak bisa melihatku.

tapi untuk apa? aku toh tak bisa memakainya. okelah bisa. tapi tetap sajakan tak ada yang bisa melihat betapa keren aku ketika memakai setelan coat warna coklat selutut plus sepatu boot berwarna sama dengan bahan suede. tunggu dulu, mungkin topi koboi itu pun bisa kupadukan sekalian.

tapi kau tentu tak tau apa yang akan kubeli.
aku tak akan mengambil diam-diam, kali ini aku akan meninggalkan sejumlah euro di meja kasir, karena aku ingin membeli kemeja kotak-kotak biru yang begitu menawan hatiku. tentu saja sangat pas melekat di tubuh tinggi kurus berkaca mata.

***

aku menatapnya dekat sekali. mengagumi lekuk-lekuk wajahnya yang ramping, dengan tautan alis yang begitu tebal, mata hitam itu menatapku tajam tanpa kacamata. ia merasakan kehadiranku. lalu meraih kacamatanya di meja belajar. membetulkan letaknya dan sia-sia mencari tau siapa yang ada bersamanya di dalam kamar ini.

tak lama terkaget-kaget melihat sebuah bungkusan kotak biru bersampul kembang dengan pita coklat. ia meraihnya perlahan, membolak-balik, melihat berkeliling dengan cepat. menutup jendela, dan kembali ke kursinya.

ketika membuka bungkusan itu, hatiku ingin bersorak melihat pancaran di matanya. ia begitu kagum dan senang. okelah aku lupa melepas label harga dan segalanya, lantas ia pun tau bahwa baju pemberianku asli tak beli di mangga dua.

namun ia memasukkan lagi baju itu ke kotak biru yang kubeli dengan susah payah di gramedia tadi. lantas meraih hape dan kau tau pasti siapa yang akan dia hubungi.

aku pergi.